
Dewi mendengar dengan baik sejarah antara atasan dan bawahan itu yang menjadikan mereka saling percaya.
“Untunglah si bos sekarang berhasil menemukan seorang wanita yang membuatnya jatuh cinta, jadi pekerjaan ku yang sangat menyebalkan itu sudah tidak ku lakukan lagi, hahaha,” kata Dimas sambil tertawa setelah menceritakan hal itu pada Dewi.
“Sesenang itukah kak Dimas ?” tanya Dewi
“Tentu saja,”
“Lalu bagaimana kabar Jessica cinta pertama kak Dimas dan si Ronald itu ?” tanya Dewi lagi
Terlihat wajah Dimas agak berubah geram.
“Jessica dan Ronald di penjara hanya beberapa tahun, bahkan mereka sekarang sudah lama bebas, tapi tidak masalah lah, aku puas karena keadaan mereka sekarang begitu memprihatinkan,” kata Dimas.
“Maksud kak Dimas ?”
“Perusahaan orangtua Ronald sudah diambil alih oleh Winner Grup setelah mereka bangkrut setelah itu aku sudah tidak tertarik lagi mencari tau tentang Ronald ataupun Jessica,”
“Apa kak Dimas sekarang masih membenci wanita ?”
“Aku tidak membenci wanita, lebih tepatnya aku hanya berhati-hati terhadap mereka.”
Perbincangan mereka terhenti saat bianglala itu berhenti. Waktu menaiki permainan itu sudah habis, kini mereka turun. Malam itu mereka melanjutkan cerita-cerita sambil keliling pasar malam.
Entah berapa lama malam itu mereka menghabiskan waktu bersama, namun sedikit demi sedkit mereka sudah merasa akrab. Setelah puas bersenang-senang, Dimas mengantar Dewi pulang. Kini Dewi yakin bahwa Dimas adalah pria yang baik. Tidak salah orangtuanya memilih Dimas untuk menjadi suaminya kelak.
Pagi kembali menjelang, aktivitas joging yang sudah menjadi rutinitas Jonas dan Naina ini kembali dilakukan. Keduanya dengan hati yang senang kembali berlari keliling taman dekat apartemen mereka itu. Setelah merasa puas merekapun pulang.
Jonas sudah berangkat ke kantor, kini Naina yang kesepian di rumah hanya bisa berkutat dengan HP nya. Notifikasi pesan di HP nya berbunyi. Di grup chat “3 Bersaudara Somplak” Tiara mengetik pesan.
Tiara
Hiks…hiks...hatiku tersayat-sayat guys.
Naina
Kenapa lo Ra?
Dewi
Perang dirumah lo belum selesai Ra ?
Tiara
Gue gak bisa kuliah, bokap nyokap gue gak ngizinin, gimana nih guys, kita gak bisa senang-senang bareng dikampus, hiks…hiks…
Naina
Waduh, kenapa ?
__ADS_1
Dewi
Gak mungkin kan bokap nyokap lo gak punya biaya, mereka kan dua-duanya polisi ?
Tiara
Itu dia, gue udah di daftarin mereka masuk kepolisian tahun ini.
Dewi
Wih, kawan kita yang satu ini jadi polisi ya ternyata, hahaha...
Tiara
Eh Dewi mak lampir, gak peka banget lo jadi temen, gue gak mau ya jadi polisi kaya bokap nyokap gue, gimana gue dapat gebetan kalo gue sibuk pelatihan dan nangkap penjahat nantinya ?
Naina
Terima aja nasib lo Ra, kalo lo bantah keinginan mereka, bisa-bisa lo langsung putus sekolah, jadi apa lo nanti, hahaha, kayanya lo lebih cocok jadi polisi daripada kuliah jurusan hukum , hehehe
Tiara
Eh Nai, lo tu sama aja kaya Dewi.
Dewi
Tiara
Dasar Dewi bangke, tujuan gue kuliah bukan itu woy…
Naina
Makanya, dari awal tujuan kuliah harus baik, jangan tujuannya biar bisa nikah sama pengacara, hahaha
Dewi
Iya, lagian tujuannya kuliah biar dapat cowok mahasiswa hukum yang bakal jadi pengacara, sumpah lo lucu banget, Tuhan gak ngerestuin keinginan lo akhirnya.
Tiara
Eh dodol, lo berdua bikin emosi aja, gue samperin nih kalian di rumah, di rumah gue banyak pistol nih, mau lo berdua gue tembak ?
Naina
Sebelum lo datang bawa pistol, gue bakal suruh suami gue nembak lo duluan, wkwkwk
Dewi
Bener, sekalian aja gue suruh kak Dimas nyediain pistol lebih banyak dari punya lo, hahaha
__ADS_1
Tiara
Pamer banget sih kalo udah punya pasangan masing-masing, kasihannya nasib diriku ini, hiks…hiks…
Naina
Terima aja nasib lo Ra, siapa tau lo ketemu jodoh lo nanti waktu pelatihan, hahaha
Tiara
Polisi jarang ada yang ganteng woy…
Dewi
Sembarangan, belum tentu begitu, hehehe
Tiara
Jadi kalian berdua dukung gue tahun ini masuk kepolisian ?
Dewi
Gue dukung banget, jadi kita bertiga berasa lengkap, Naina jadi dokter bedah, gue jadi jaksa, lo jadi polisi, wkwkwk
Naina
Setuju gue sama lo Dew, hahaha
Tiara
Segitunya ya kalian, kalo gue pelatihan lama, jangan nangis ya kalo kalian kangen gue, hehehe
Naina
Gak masalah, yang penting suami gue selalu ada di pelukan gue tiap malam, hahaha
Tiara
Bucin bucin bucin, awas lo, gue bikin kangen nanti, hahahaha
Dewi
Idih, kaga bakal kangen, hahaha
Naina
Bener banget, hehehe
Ketiga sahabat itu selalu bercengkrama seakan ingin perang, tapi itulah uniknya mereka, karena sikap mereka itulah, persahabatan yang terjalin sejak SMP sampai sekarang selalu hangat dan tidak pernah membosankan. Kuncinya hanya satu, saling memahami dan memperlihatkan kasih sayang dengan cara masing-masing.
__ADS_1