Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 72


__ADS_3

Dewi mendengar dengan baik sejarah antara atasan dan bawahan itu yang menjadikan mereka saling percaya.


“Untunglah si bos sekarang berhasil menemukan seorang wanita yang membuatnya jatuh cinta, jadi pekerjaan ku yang sangat menyebalkan itu sudah tidak ku lakukan lagi, hahaha,” kata Dimas sambil tertawa setelah menceritakan hal itu pada Dewi.


“Sesenang itukah kak Dimas ?” tanya Dewi


“Tentu saja,”


“Lalu bagaimana kabar Jessica cinta pertama kak Dimas dan si Ronald itu ?” tanya Dewi lagi


Terlihat wajah Dimas agak berubah geram.


“Jessica dan Ronald di penjara hanya beberapa tahun, bahkan mereka sekarang sudah lama bebas, tapi tidak masalah lah, aku puas karena keadaan mereka sekarang begitu memprihatinkan,” kata Dimas.


“Maksud kak Dimas ?”


“Perusahaan orangtua Ronald sudah diambil alih oleh Winner Grup setelah mereka bangkrut setelah itu aku sudah tidak tertarik lagi mencari tau tentang Ronald ataupun Jessica,”


“Apa kak Dimas sekarang masih membenci wanita ?”


“Aku tidak membenci wanita, lebih tepatnya aku hanya berhati-hati terhadap mereka.”


Perbincangan mereka terhenti saat bianglala itu berhenti. Waktu menaiki permainan itu sudah habis, kini mereka turun. Malam itu mereka melanjutkan cerita-cerita sambil keliling pasar malam.


Entah berapa lama malam itu mereka menghabiskan waktu bersama, namun sedikit demi sedkit mereka sudah merasa akrab. Setelah puas bersenang-senang, Dimas mengantar Dewi pulang. Kini Dewi yakin bahwa Dimas adalah pria yang baik. Tidak salah orangtuanya memilih Dimas untuk menjadi suaminya kelak.


Pagi kembali menjelang, aktivitas joging yang sudah menjadi rutinitas Jonas dan Naina ini kembali dilakukan. Keduanya dengan hati yang senang kembali berlari keliling taman dekat apartemen mereka itu. Setelah merasa puas merekapun pulang.


Jonas sudah berangkat ke kantor, kini Naina yang kesepian di rumah hanya bisa berkutat dengan HP nya. Notifikasi pesan di HP nya berbunyi. Di grup chat “3 Bersaudara Somplak” Tiara mengetik pesan.


Tiara


Hiks…hiks...hatiku tersayat-sayat guys.


Naina


Kenapa lo Ra?


Dewi


Perang dirumah lo belum selesai Ra ?


Tiara


Gue gak bisa kuliah, bokap nyokap gue gak ngizinin, gimana nih guys, kita gak bisa senang-senang bareng dikampus, hiks…hiks…


Naina


Waduh, kenapa ?

__ADS_1


Dewi


Gak mungkin kan bokap nyokap lo gak punya biaya, mereka kan dua-duanya polisi ?


Tiara


Itu dia, gue udah di daftarin mereka masuk kepolisian tahun ini.


Dewi


Wih, kawan kita yang satu ini jadi polisi ya ternyata, hahaha...


Tiara


Eh Dewi mak lampir, gak peka banget lo jadi temen, gue gak mau ya jadi polisi kaya bokap nyokap gue, gimana gue dapat gebetan kalo gue sibuk pelatihan dan nangkap penjahat nantinya ?


Naina


Terima aja nasib lo Ra, kalo lo bantah keinginan mereka, bisa-bisa lo langsung putus sekolah, jadi apa lo nanti, hahaha, kayanya lo lebih cocok jadi polisi daripada kuliah jurusan hukum , hehehe


Tiara


Eh Nai, lo tu sama aja kaya Dewi.


Dewi


Tiara


Dasar Dewi bangke, tujuan gue kuliah bukan itu woy…


Naina


Makanya, dari awal tujuan kuliah harus baik, jangan tujuannya biar bisa nikah sama pengacara, hahaha


Dewi


Iya, lagian tujuannya kuliah biar dapat cowok mahasiswa hukum yang bakal jadi pengacara, sumpah lo lucu banget, Tuhan gak ngerestuin keinginan lo akhirnya.


Tiara


Eh dodol, lo berdua bikin emosi aja, gue samperin nih kalian di rumah, di rumah gue banyak pistol nih, mau lo berdua gue tembak ?


Naina


Sebelum lo datang bawa pistol, gue bakal suruh suami gue nembak lo duluan, wkwkwk


Dewi


Bener, sekalian aja gue suruh kak Dimas nyediain pistol lebih banyak dari punya lo, hahaha

__ADS_1


Tiara


Pamer banget sih kalo udah punya pasangan masing-masing, kasihannya nasib diriku ini, hiks…hiks…


Naina


Terima aja nasib lo Ra, siapa tau lo ketemu jodoh lo nanti waktu pelatihan, hahaha


Tiara


Polisi jarang ada yang ganteng woy…


Dewi


Sembarangan, belum tentu begitu, hehehe


Tiara


Jadi kalian berdua dukung gue tahun ini masuk kepolisian ?


Dewi


Gue dukung banget, jadi kita bertiga berasa lengkap, Naina jadi dokter bedah, gue jadi jaksa, lo jadi polisi, wkwkwk


Naina


Setuju gue sama lo Dew, hahaha


Tiara


Segitunya ya kalian, kalo gue pelatihan lama, jangan nangis ya kalo kalian kangen gue, hehehe


Naina


Gak masalah, yang penting suami gue selalu ada di pelukan gue tiap malam, hahaha


Tiara


Bucin bucin bucin, awas lo, gue bikin kangen nanti, hahahaha


Dewi


Idih, kaga bakal kangen, hahaha


Naina


Bener banget, hehehe


Ketiga sahabat itu selalu bercengkrama seakan ingin perang, tapi itulah uniknya mereka, karena sikap mereka itulah, persahabatan yang terjalin sejak SMP sampai sekarang selalu hangat dan tidak pernah membosankan. Kuncinya hanya satu, saling memahami dan memperlihatkan kasih sayang dengan cara masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2