Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 101


__ADS_3

Naina tidak bisa berbuat apa-apa, laki-laki yang mengaku suaminya ini dengan tegas melarang Naina kembali ke desa itu lagi, anehnya Naina menurut saja.


“Mas belum menjawab pertanyaanku, nama mas siapa ?” tanya Naina.


“Mas ingin kamu mengingat sendiri nama mas Nai !”


“Ngasih tau nama sendiri pelit banget,” Naina kelihatan kesal.


Tiba-tiba HP Jonas berbunyi, dilihat oleh Jonas Papinya yang menelpon. Jonas pun mengangkat telponnya keluar.


“Siapa yang nelpon sih ? mengangkat telpon diluar segala ?” Naina penasaran lalu diam-diam membuntuti Jonas. Jonas mengangkat telponnya di depan ruang rawat Naina.


“Hallo Pi ?” ucap Jonas.


“Dimas bilang kamu sudah menemukan Naina ? benar begitu ?” tanya Bagas.


“Iya Pi, Jonas sudah menemukan istri Jonas, keadaannya tidak terlalu baik, kata dokter kemungkinan besar dia tidak mudah mengingat masa lalunya kembali,”


“Kamu harus sabar ya nak, yang terpenting sekarang dia sudah ditemukan,”


“Saat dia diculik hari itu, dia pasti sangat ketakutan Pi, apa Papi tau gara-gara peristiwa itu Naina keguguran ? dokter bahkan menyarankan Naina agar punya anak paling cepat 2 tahun lagi,” Jelas Jonas dengan raut muka yang amat sedih.


“Kamu sabar Jo, Papi dan Mami akan selalu mendoakan kalian,”


“Aku sangat mencintai Naina Pi, aku sedih dia gak mengingat aku, harusnya aku gak ngizinin dia buat ikut studi tour dulu, aku menyesal Pi,” nada bicara Jonas sudah terdengar sendu.


“Ini bukan salah kamu Jo, ini salah orangtua Micko,”

__ADS_1


Jonas sangat kaget mendengar penuturan ayahnya. “Maksud Papi ?”


“Tadi Micko memaksa orangtuanya bertemu Papi dan Mami, mereka keterlaluan, hanya karena mendapatkan informasi yang kurang akurat, mereka membuat nyawa banyak orang melayang,” jelas Bagas dengan geram.


“Jadi benar kalau ini perbuatan om Adam dan tante Sandra ?” Jonas seakan tak percaya.


“Mereka mengatakan sangat menyesal Jo, bahkan mereka berlutut dihadapan Mami dan Papi tadi, Mami mu masih kesal, Mamimu bahkan ingin memenjarakan mereka, bagaimana menurutmu Jo ?” tanya Bagas.


“Aku dan Micko baru saja berdamai Pi, baiklah, kali ini aku akan mengampuni mereka lagi, jika mereka sekali lagi mengusikku dan Naina, mereka akan mati ditanganku,”


“Pikirkan sekali lagi Jo ! kamu jangan terlalu baik !”


“Dipikiran ku sekarang cuma ada Naina Pi, aku sedang gak bisa memikirkan apa-apa,”


“Baiklah nak, kalau kamu sudah mantap untuk mengampuni mereka, Papi dan Mami akan menuruti keinginanmu, ini untuk terakhir kalinya Jo !”


“Iya nak, Papi memahami perasaanmu, Mami dan Papi akan ke apartemen kalian saat kalian tiba di Jakarta nanti,”


“Terima kasih Pi atas dukungan Papi,”


“Tentu saja nak, kamu dan menantu Papi adalah harta kami paling berharga,”


“Aku tutup telpon nya ya Pi ?” ucap Jonas.


“Iya nak, jaga diri baik-baik disana !”


“Terima kasih Pi.”

__ADS_1


Jonas akhirnya menutup panggilan telpon itu.


Naina yang mendengar percakapan antara suami dan mertuanya itu langsung menangis di balik pintu. Ia dapat merasakan cinta Jonas yang begitu besar padanya.


Saat Jonas membuka pintu dan ingin masuk, ia kaget melihat Naina sudah berada di balik pintu dengan air mata yang berderai.


“Sayang ?” Jonas kaget.


“Apa dulu aku adalah istri yang pembangkang ?” tanya Naina sambil berkaca-kaca.


“Gak sayang ? kamu istri yang sangat baik,” Jonas langsung memeluk Naina, dia tidak ingin melihat Naina menangis.


“Apa aku diculik karena gak mendengar perkataan mas ?” tanya Naina lagi.


“Sayang, apa kamu mendengar percakapan mas dan Papi tadi di telpon, kamu salah paham sayang ?” Jonas memeluk Naina erat.


“Apa aku dulu istri yang durhaka sehingga aku di hukum ? aku bahkan membuat diriku sendiri keguguran,” ucap Naina lagi.


“Sayang jangan ngomong kaya gitu ? kamu adalah istriku yang terbaik, mas sangat mencintaimu,”


“Maafkan aku mas kalau aku membuatmu kecewa, aku bahkan gak bisa ingat kamu, aku istri yang gak berguna, aku gak bisa jaga anak kita” Tangis Naina semakin pecah.


“Mas sudah memaafkan kamu sayang, sudah jangan nangis lagi sayang !”


“Aku janji sama mas gak akan membangkang lagi, aku gak mau kena karma mas, aku…”


“Sstt…katanya gak mau membangkang mas lagi ? sekarang buktinya kamu membangkang mas, mas sekarang ingin kamu berhenti menangis, jangan menangis lagi !” perkataan Jonas berhasil membuat Naina menelan tangisnya.

__ADS_1


“Aku akan berusaha keras menemukan ingatanku mas, aku janji,” Naina memeluk erat suaminya, ia hampir tidak bisa meneguk tangisannya, sekarang ini entah apa yang ia rasakan, ia sangat merasa bersalah atas kejadian ini setelah mendengar bahwa dia keguguran.


__ADS_2