Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 105


__ADS_3

Kabar kecelakaan itu langsung sontak mengejutkan banyak pihak. Naina, Dewi dan Tiara terluka sangat parah bahkan mobil mereka hancur. Berita kecelakaan ini pun ramai di siarkan di stasiun-stasiun TV berita lokal.


Orang-orang yang melihat kecelakaan tersebut langsung menghambur mendekati tempat kejadian, mereka lalu menelpon ambulan. Kabar kecelakaan itu langsung sampai di telinga ketiga keluarga mereka. Jonas, Bagas dan Ivana langsung pergi kerumah sakit setelah mendapat telpon dari rumah sakit mengenai kecelakaan Naina. Mereka sangat kwatir.


Setelah menunggu lama di depan ruang IGD, akhirnya dokter keluar memberitahukan kondisi Naina.


“Maaf pak, jika kami tidak mengangkat kandungan istri anda sekarang, dia dan bayinya tidak akan selamat, resikonya, setelah ini istri anda tidak bisa hamil lagi,” kata dokter.


Sontak saja Jonas, Bagas dan Ivana kaget luar biasa.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dokter, saya hanya ingin anak dan istri saya selamat !" Jonas hanya bisa mengikuti saran dokter.


"Iya dokter, asalkan menantu dan cucu saya selamat, itu sudah cukup bagi kami," Bagas juga setuju atas saran dokter.


"Jika dokter tidak bisa menyelamatkan menantu dan cucu saya, kami akan hancurkan rumah sakit ini ! lakukan seperti yang dokter sarankan itu untuk menyelamatkan menantu dan cucu saya !" Ivana pun setuju dengan saran dari dokter meskipun awalnya dia sempat mengancam akan menghancurkan rumah sakit itu.


"Kalau begitu mari ikut saya ! ada beberapa dokumen prosedur operasi yang harus di tandatangani dulu sebelum melakukan operasi ini !" ucap dokter.


"Baik dokter," Jonas pun mengikuti dokter itu.


Jonas tidak punya pilihan, Jonas langsung menyiyakan saran dari dokter. Setelah dokumen itu di tandatangani oleh Jonas, Naina pun di bawa ke ruang operasi.

__ADS_1


Anak mereka lahir secara sesar dan prematur namun tetap sehat, berjenis kelamin laki-laki. Setelah operasi pengangkatan kandungan selesai di lakukan, Naina lalu di pindahkan ke ruang rawat. Meskipun harapan Bagas dan Ivana pupus untuk memiliki banyak cucu namun rasa syukurnya atas keselamatan menantu dan cucu pertama mereka sudah menjadi hal luar biasa.


“Papi dan Mami senang, anak dan istrimu selamat, jagalah putra tunggal kalian, agar dia hidup penuh kebanggaan !” hanya kalimat itu yang bisa di ucapkan Bagas.


Satu hari setelah operasi selesai di lakukan akhirnya Naina siuman juga, Jonas menjelaskan apa yang terjadi pada istrinya. Meskipun awalnya Naina merasa sedih tapi ia berusaha untuk kuat. Jonas dan kedua mertuanya saja bisa menerima keadaan ini, kenapa dirinya tidak bisa menerima, ia tetap bersyukur masih memiliki seorang anak.


“Siapa nama anak kita mas ?”


“Juna Riandra Alvino.”


“Nama yang sangat bagus, dewasa nanti dia akan tampan seperti mas !”


“Iya sayang, terima kasih karena kamu kuat menerima semua ini,”


"Mas sangat bersyukur memiliki kamu dan Juna,"


"Aku ingin melihat Juna mas, boleh ya ?"


"Tentu saja sayang, sebentar ya sayang mas ambil kursi roda dulu ?"


Jonas pun keluar sebentar mengambil kursi roda. Jonas membawa Naina melihat bayi laki-laki mereka. Buah cinta mereka yang akan mereka rawat dengan baik dan penuh kasih sayang nanti.

__ADS_1


Beralih ke Dewi. Diantara mereka bertiga, Dewi lah yang lebih dulu siuman. Setelah siuman Dewi bahagia karena kedua orangtuanya, kedua calon mertuanya beserta Dimas ada di sampingnya. Dewi sempat merasa bersalah atas kecelakaan itu, namun karena ini tidak di sengaja, jadi semua orang tidak menyalahkannya.


“Semua bukan salahmu Dew, ini musibah, mereka juga tidak pernah menyalahkanmu, jadi kuatkanlah hatimu ! ” kata Dimas.


“Terima kasih kak Dimas, kakak adalah pria yang baik, aku masih merasa bersalah, karena aku Naina tidak bisa punya anak lagi, gara-gara aku juga Tiara masih koma sampai sekarang, aku bersalah kak, hiks...hiks...” tangis Dewi tidak bisa terbendung.


Semalam setelah Dewi siuman, Dewi benar-benar sangat kacau karena Dimas memberitahukan bahwa Naina akan melakukan operasi pengangkatan kandungan dan Tiara masih koma. Siang ini beban Dewi sedikit berkurang karena Naina tadi pagi sudah siuman meskipun Tiara masih koma.


Melihat kondisi Dewi yang selalu menyalahi dirinya sendiri membuat Dimas tidak bergerak sedikitpun dari ruang rawat Dewi. Ia masih setia menemani Dewi sampai sekarang. Dimas bahkan meminta orangtuanya dan orangtua Dewi untuk pulang karena Dimas ingin merawat Dewi sendiri. Tentu saja permintaan Dimas di kabulkan.


Melihat Dewi siang ini masih menangis, Dimas langsung memeluk Dewi.


"Cukup Dew, mereka tidak pernah menyalahkan mu, ini musibah, aku tidak bisa melihat kamu menangis, aku yakin Naina dan Tiara juga tidak suka melihat kamu menangis ! sudah ya ! hapus air mata kamu !" pinta Dimas dengan lembut.


Dewi pun berusaha menghapus air matanya. Namun lagi-lagi air matanya kembali membasahi pipinya.


"Kok masih nangis ? sini biar aku aja yang menghapusnya !" dengan dua ibu jarinya, Dimas menghapus air mata Dewi yang semakin membasahi pipinya.


Cup


Cup

__ADS_1


Dewi langsung mematung karena tiba-tiba Dimas mencium pipi kanan dan kirinya. Dimas pun tersenyum.


"Akhirnya kamu gak nangis lagi Dewi sayang !" ucap Dimas sambil tersenyum, Dimas langsung memeluk Dewi lagi yang masih mematung.


__ADS_2