
Flashback On
Di perjalanan, Naina begitu bahagia karena akan bertemu Jonas setelah 2 minggu tidak bertemu. Di tengah keceriaannya, ada yang menelponnya. Dewi yang menelponnya.
“Hallo Dew ?”
“Kita keluar yuk malam ini ?”
“Kayanya gak bisa deh, gue mau ketemu mas Jonas, dia udah di Jakarta,”
“Cie, pacarnya udah datang temennya di anggurin,”
“Udah jangan iri, sana telpon calon suami lo !”
“Rese lo, bukannya gue udah bilang belum pernah ketemu dia,”
“Ya udah cepat ketemu sana sama dia !”
Di tengah obrolan asyik mereka di telpon tiba-tiba mobil Naina berhenti.
“Ya ampun pak, kok mobilnya berhenti ?” tanya Naina ke supir itu.
“Ada mobil di depan non, dia mencegat mobil kita,” jawab supir itu.
“Ada apa Nai ?” tanya Dewi dari seberang telpon.
__ADS_1
“Gak tau nih, ada yang cegat mobil gue, eh Dew, orang yang cegat mobil kami keluar, Micko dan Imelda Dew ?”
“Mereka siapa ?” tanya Dewi lagi yang mencemaskan Naina.
“Mereka semakin mendekat Dew,”
“Jangan lo matikan HP lo, siapa tau mereka berbuat macam-macam, taruh HP lo gak jauh dari tubuh lo !” perintah Dewi.
Naina lalu menuruti Dewi, HP nya ia selipkan di belakangnya. Tepatnya, HP itu ia masukan ke dalam bajunya di belakang, HP nya tidak melorot ke bawah karena tertahan kaitan branya. Naina begitu kaget saat supir itu membuka mobilnya, Micko langsung menusuk perut supir itu berkali-kali hingga supir itu mati mengenaskan di tempat. Naina begitu kaget atas kesadisan Micko.
Micko menyeret Naina keluar dari mobilnya. Naina sempat meronta tapi mulutnya di bekap sehingga membuatnya tak sadarkan diri. Apa yang terjadi selanjutnya, Naina tidak tau.
Dewi yang mendengar kejadian tersebut langsung melacak HP Naina, ia sangat ingin memberitahukan hal itu pada Jonas, tapi ia tidak punya nomor HP Jonas. Karena itu ia berinisiatif menghubungi Tiara dan membawa Tiara untuk pergi ketempat kejadian.
Mendapatkan kabar buruk dari Dewi tentang Naina membuat Tiara syok. Ia lalu pergi bersama Dewi ketempat kejadian.
Dewi dan Tiara sudah sampai ditempat terakhir Naina sebelum di bawa Micko dan Imelda. Di tempat itu mereka melihat Jonas yang sudah sampai. Wajah Jonas begitu frustasi.
“Om Jonas !” panggil Dewi.
“Kalian siapa ?” tanya Jonas.
“Kami temannya Naina om,” jawab Tiara.
“Aku bicara sama Naina om waktu dia didalam mobil saat kejadian itu, dia sekarang berada di dekat pantai Anyer, coba om liat hasil lacakanku !” ucap Dewi.
__ADS_1
Jonas lalu merebut HP Dewi.
“Kenapa kamu bisa melacaknya ?” tanya Jonas lagi.
“Aku menyuruh Naina buat bawa HP nya, kaya nya dia menyelipkan HP nya di pakaiannya, sebelum di culik dia juga mengatakan kalau yang melakukannya ada Micko dan Imelda,” jelas Dewi lagi.
“Kurang ajar, Dimas !” Jonas benar-benar marah.
“Kami siap menerima perintah bos !” jawab Dimas.
“Kerahkan semua anak buah kita sekarang menuju pantai Anyer, siapkan juga alat-alat yang kemungkinan akan kita gunakan disana !” perintah Jonas.
“Baik bos,” ucap Dimas.
“Kalian berdua, siapa tadi nama kalian ?” tanya Jonas lagi ke Dewi dan Tiara.
“Saya Tiara om, dia Dewi,” jawab Tiara.
“Kalian ikut mobil Dimas ! aku akan naik helikopter di sana, jaga mereka Dim ! sini (Jonas lalu merampas HP Dewi) HP mu akan ku pegang untuk sementara, karena cuma HP ini yang bisa membawaku ketempat Naina sekarang !” perintah Jonas.
“Iya gak papa om,” ucap Dewi.
“Baik bos.” Jawab Dimas.
Jonas lalu masuk kemobilnya untuk kembali lagi kehotel. Dia akan berangkat menggunakan helikopter.
__ADS_1
Di perjalanan menuju pantai, Dimas menyetir sendiri mobilnya dengan Tiara dan Dewi dibelakang. Sesekali Dimas melirik ke arah Dewi, Dimas seperti pernah melihat wajah Dewi, tapi dimana ? Dewi tidak sadar di lirik oleh Dimas karena mukanya masih cemas memikirkan Naina.
“Muka tu cewek yang bernama Dewi rasanya pernah gue liat, tapi dimana ? apa perasaan gue aja kali ya, siapa tau mukanya pasaran ?” ucap Dimas dalam hati.