Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Awal Jalinan Asmara


__ADS_3

Acara pesta ulang tahun Keisha dan Kaisar masih berlangsung dengan kemeriahan dan mewah. Semua teman dan kenalan sudah datang. Acara puncak, yakni peniupan lilin segera di lakukan.


"Kak Kai, mana Mami dan Papi? Kenapa mereka belum turun ke bawah?" tanya Keisha.


"Entahlah, aku ke atas dulu melihat mereka," jawab Kaisar.


"Biar aku saja," ucap Keisha.


"Ya sudah, jangan lama-lama ya," kata Kaisar lagi.


Keisha naik ke atas menuju kamar kedua orang tuanya, Juna dan Viola. Sesampai di sana, tidak sengaja Keisha mendengar percakapan orang tuanya.


"Dizzo Alfred Thomas itu benar-benar gila, bagaimana ini, mas? Papi dan Mami sudah tua, aku tidak bisa melihat mereka di siksa." Viola menangis setelah menonton Video dari Leon, di mana Jonas dan Naina tengah di siksa sedikit, mereka mendorong Jonas dan Naina ke satu preman ke preman yang lain, hingga mereka sering terduduk. Jonas dan Naina yang sudah tua tentu saja tidak kuat dengan siksaan sepele itu.


"Tapi kita juga tidak mungkin memberikan Keisha padanya." Juna merasa dilema, memiliki anak buah dan kekuasaan di negaranya tidak berguna sama sekali untuk melawan seorang Dizzo.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Dizzo Alfred Thomas? Bukankah dia ...?" Keisha kenal dengan Dizzo. Tanpa menunggu lama, Keisha langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu membuat Juna dan Viola terkejut. "Apa yang telah terjadi, Pi, Mi,?" tanya Keisha.


"Kei? Sejak kapan kamu ada di luar?" Juna tidak tahu harus menjawab apa.


"Aku sudah dengar semuanya, kenapa Opa dan Oma? Apa yang di lakukan orang yang bernama Dizzo Alfred Thomas pada kalian?" tanya Keisha dengan serius.


"Bu-bukan apa-apa Kei," jawab Viola dengan gugup.

__ADS_1


"Aku dengar semua, Mi, Pi, tolong jawab aku dengan jujur," pinta Keisha.


"Kei, ini urusan perusahaan, kamu tidak ada kaitannya dengan ini, Papi akan segera menyelesaikannya tanpa harus melibatkan kamu. Jangan khawatir! Kami tidak akan pernah memberikanmu pada Dizzo." Juna berusaha membuat Keisha tidak khawatir.


"Bagaimana mungkin tidak ada kaitannya dengan aku, Opa dan Oma di culik, dia ingin aku, berikan saja aku padanya," ucap Keisha.


"Tidak akan! Orang tua mana di dunia ini yang tega memberikan anak gadisnya yang masih remaja pada pria tua? Terutama Bos Mafia kejam, apa lagi hanya untuk menjadi simpanan," tolak Juna dengan keras.


Keisha kenal dengan Dizzo, di rumah sakit jiwa dulu mereka sering berbagi cerita. Saat Keisha kadang mendapatkan kewarasannya, Dizzo kerap memberikan nasihat hidup yang berguna untuk menenangkan Keisha. Apa lagi hidup Dizzo lebih menyedihkan dari hidupnya. Sewaktu Dizzo sakratul maut, Keisha bahkan berjanji mau menjadi istrinya jika di pertemukan di akhirat nanti. Siapa sangka mereka di pertemukan lebih awal saat Keisha kembali ke masa lalu.


"Opa dan Oma lebih penting, Aku rela menjadi simpanannya," kata Keisha lagi dengan meyakinkan. "Aku akan merubah hidupnya, Pi, Mi, agar di kehidupan ini dia tidak mendekam di rumah sakit jiwa lagi, karena di kehidupan ini aku juga tidak di rumah sakit jiwa. Dizzo sebenarnya orang yang baik, hanya dia tidak pernah mendapat kasih sayang hingga jadi penjahat wanita dan pria kejam," batin Keisha.


"Tidak Kei!" Sekali lagi, Juna menolak keras.


"Jika terjadi sesuatu pada Opa dan Oma bagaimana? Papi dan Mami juga tidak mampu melawan Mafia itu!" bujuk Keisha.


"Pi, Mi, aku rela, aku baik-baik saja," bujuk Keisha lagi.


"Jika kamu kami berikan padanya, kita tidak akan bisa bertemu lagi, Nak." Viola menggenggam tangan Keisha penuh air mata.


"Itu semua tidak benar, Mi, kita pasti sering bertemu." Keisha meyakinkan orang tuanya, lagi pula Keisha yakin akan menjadi istri Dizzo, bukan wanita simpanan ke-25.


Juna dan Viola masih ragu, tetapi mereka tidak punya pilihan lain. "Nak, kamu yakin?" tanya Juna untuk meyakinkan dirinya. Keisha mengangguk mantap. "Baiklah, Papi akan kabarkan pada tangan kanannya kalau kami setuju memberikan kamu padanya," kata Juna dengan pasrah. Sungguh Juna telah melakukan dosa besar pikirnya.

__ADS_1


Dizzo senang mendapat kabar bahagia ini, "bagus Leon, segera lakukan transaksi! Kita berikan orang tua itu, lalu dengan bersamaan mereka berikan Keisha padaku." Dizzo senang kembali di telepon Leon untuk memberitahukan kabar gembira ini. "Kei, aku akan menyambutmu dengan hangat," batin Dizzo.


Juna memberikan syarat pada Keisha jika ingin membantu mereka, Juna ingin Keisha merahasiakan mengenai dirinya akan menjadi simpanan Dizzo, termasuk merahasiakan dari Jonas dan Naina serta Kaisar. Keisha setuju dengan syarat itu.


Pihak Dizzo ingin Keisha di bawa ke New York besok. Di markas geng mafia "Black" mereka akan melakukan pertukaran. Jika besok mereka ingkar janji, Jonas dan Naina akan langsung di bunuh.


Juna tidak serta merta menyerahkan Keisha begitu saja pada Dizzo, dia akan menyusun rencana yang matang agar membebaskan Keisha nantinya. Tidak ada di dunia ini ayah normal yang mau putrinya menjadi simpanan. Semua ayah pastinya ingin putrinya menikah dengan pria baik-baik.


Setelah Keisha setuju di bawa ke Dizzo, Juna dan Viola turun ke bawah menghadiri pesta ulang tahun anak kembarnya itu. Semua orang berkumpul dan suasana di sana sangat meriah. Sebelum meniup lilin, Keisha terlebih dahulu mengucapkan permintaan sembari menutup matanya.


"Tuhan, aku ingin semua baik-baik saja, takdir yang ingin ku ubah selalu berjalan sesuai keinginanku," doa Keisha. Setelah membuka matanya, Keisha dan Kaisar meniup lilin bersamaan.


Selesai meniup lilin, mereka makan-makan bersama sambil mengobrol. Dika menggunakan kesempatan itu untuk mendekati Keisha. "Kei, boleh aku bicara padamu?" tanya Dika dengan sopan.


"Om mau bicara apa?" tanya Keisha balik.


"Kalau begitu, boleh kamu ikut aku ke sana? Di sini banyak orang, aku malu mengatakannya." Keisha tidak keberatan mengikuti Dika ke halaman belakang. Dika gugup, dia sebenarnya ingin menyatakan cinta.


Azka melihat Dika membawa Keisha ke taman belakang, dia cemburu dan penasaran, Azka pun menguntit dan menguping di balik pohon rimbun dan bunga-bunga. Azka tidak menyangka, Dika berlutut di hadapan Keisha.


"Kei, selama ini aku menyukaimu, tetapi aku tidak berani menyatakan cinta, aku ingin sekali kamu menjadi kekasihku," ucap Dika yang langsung to the poin.


"Apa?" Keisha tidak menyangka, di kehidupan ini tiba-tiba Dika menyukainya, padahal di kehidupan sebelumnya, Dika sangat antusias untuk menangkap Keisha.

__ADS_1


"Apa kamu menerima cintaku?" tanya Dika lagi.


"Maaf Om, bagiku Om tidak lebih dari keluargaku, aku tidak bisa menerima cinta Om," tolak Keisha. Keisha memang tidak mencintai Dika, dulu maupun sekarang.


__ADS_2