
Ketika sudah sampai di apartemen, Naina langsung kekamar lalu merebahkan tubuhnya keatas ranjang. Ia memijat-mijat kepalanya mengingat hari ini ia bertemu banyak orang.
“Udah ketemu dua mantan istri om Jonas, ketemu sama Micko orang asing yang entah kenapa dendam sama om Jonas, eh ketemu Tiara sama Dirga, apes.”
Sejenak Naina berpikir, apa benar Tiara tidak mau jadi temannya lagi atau hanya omongan biasa karena sedang ngambek ? Naina lalu menelpon Tiara. Tidak diangkat. Bahkan sudah beberapa kali.
“Bodo amat ah, gue nasehatin demi kebaikan dia sendiri, terserah kalo dia salah paham !” gerutu Naina kesal.
“2 bulan lagi ujian nasional ? ah iya gue lupa hari ini kan pembukaan pendaftaran beasiswa bidik misi di Universitas Indonesia, hampir aja gue kehilangan beasiswa.”
Naina lalu bangun dari posisi tidur terlentangnya, lalu membuka laptopnya dan mengerjakan apa yang ingin ia kerjakan.
“Selesai. Enter.” Ucap Naina bahagia setelah lama berkutat dengan laptopnya.
Hari sudah sore, Naina memutuskan akan mandi. Selesai mandi dan berpakaian Naina keluar dari kamarnya, di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 5 sore tapi Jonas belum datang juga. Naina sempat ingin menelpon Jonas karena takut Jonas berubah pikiran dan akan pulang ke hotel. Tapi sebelum Naina menghubungi Jonas, Naina mendengar suara ada yang membuka pintu. Jonas sudah pulang.
“Om Jonas...” teriak Naina langsung menghambur kepelukan Jonas.
“Astaga Nai, lepas Nai !”
“Gak mau !”
“Nai aku capek, aku mau mandi dan makan !”
“Kalau gitu aku ikut ke kamar om, aku siapin air buat om mandi dan pakaian om, ayo om !” Naina langsung menarik tangan Jonas ke dalam.
Di ruang kerjanya, Jonas merasa heran Karena untuk pertama kalinya Naina tidak membawa cemilan untuknya.
Tok tok tok
__ADS_1
“Akhirnya, kirain dia gak ke sini ?” ucap Jonas mengira bahwa yang datang Naina.
“Ini cemilan untuk tuan muda !” ucap pembantu itu.
“Mana Naina Bi, biasanya Naina yang bawa ?”
“Dikamarnya tuan muda, non Naina tadi yang meminta Bibi membawanya.”
“Ya sudah Bi, Bibi keluar aja !”
“Baik tuan muda.”
“Tumben dia gak kesini ?” gumam Jonas.
Dikamar Naina sedang packing. Dengan senyum nakal ia memasukkan baju-bajunya, ia selipkan lingerie yang ia beli tadi ke kopernya agar tidak ketahuan.
“Gue bakal bikin om Jonas panas dingin besok, hehehe,” gumam Naina.
Tok tok tok
“Om, boleh aku masuk ?”
Jonas yang memainkan HP nya diatas ranjang karena uring-uringan merasa senang Naina ingin menemuinya. Ia lalu membuka pintu kamarnya untuk Naina.
“Ada apa Nai ?”
“Boleh aku masuk om, ada yang mau aku bilang ?”
“Masuk aja !”
__ADS_1
Naina lalu duduk di tepi ranjang Jonas.
“Sini om duduk dekat aku, aku ingin bicara penting !”
Jonas mendudukan dirinya didekat Naina.
“Ada apa ?”
“Tadi aku ke Mall, aku ketemu Imelda, dia lagi ngomong sama orang yang namanya Micko, mereka kayanya merencanakan sesuatu yang buruk buat balas dendam sama om ?” kata Naina yang membuat Jonas kaget.
“Kamu yakin ?”
“Meskipun aku cuma nguping, tapi aku dengan jelas dengarnya om, emang om punya masalah apa sama orang yang namanya Micko itu, wajah Micko juga gak asing ?”
"Aku memang punya masalah dengannya, maaf selama ini aku gak pernah cerita, tapi kamu juga pernah kok ketemu sama dia ?”
“Kapan ? kok aku gak ingat ?”
“8 tahun yang lalu depan kamar jenazah.”
Naina mencoba mengingat-ingat.
“Aku ingat, jadi dia….”
“Karena selama ini aku gak pernah nyembunyiin sesuatu ke kamu, aku akan cerita sama kamu.”
“Kalau om belum siap cerita juga gak papa, aku ngerti, aku takut om sedih nanti kalo cerita hal sedih !”
“Itu bukan cerita sedih, lebih ke cinta segitiga.”
__ADS_1
“Apa ?”
“Aku akan ceritakan, dengar baik-baik ya !”