Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 85


__ADS_3

Di kediaman keluarga Prakasa, kedua orang tua Micko yaitu Tuan Adam dan Nyonya Sandra makin panik karena anak tunggal mereka belum ditemukan juga sampai sekarang. Bahkan sudah beberapa bulan mereka melakukan pencarian tapi belum membuahkan hasil. Padahal Micko sekarang sedang berada di salah satu rumah sakit ibukota yang tidak terlalu besar untuk proses pemulihan. Meskipun sekarang Micko belum pulih sepenuhnya. Pagi ini orang suruhan kedua orangtua Micko akhirnya berhasil menemukan informasi tentang Micko.


Di kediaman Prakasa.


“Apa ?” Sandra kaget luar biasa setelah mendengar informasi tersebut. Ia pun memegang kepalanya karena merasa syok.


“Jonas, dia benar-benar kejam, keterlaluan dia….” tuan Adam benar-benar tidak terima setelah mengetahui hal itu.


“Bagaimana ini Pah, mereka sudah membunuh Micko dalam ledakan kapal itu ? hiks… dia putra kita satu-satunya, Mamah tidak menyangka putra Bagas dan Ivana itu begitu kejam” Sandra menangis.


“Mamah tenang saja, Papah tidak akan tinggal diam, Papah akan membalas dengan balasan yang setimpal atas kelakukan Jonas itu, dia harus merasakan kehilangan yang teramat sangat juga seperti yang sudah kita alami sekarang !” Adam benar-benar emosi.


“Meskipun Micko bersalah tapi tidak seharusnya Jonas membunuh Micko, Mamah sangat berterima kasih jika dia melaporkan Micko ke polisi bukan membunuhnya,” Sandra menangis histeris, Adam lalu memeluknya.


Orang suruhan kedua orangtua Micko beberapa bulan terakhir ini mencoba mencari tau keberadaan Micko. Ia mendapatkan informasi bahwa Micko bekerja sama dengan Imelda untuk menculik istri Jonas dulu sebelum Jonas menikahi istrinya. Motifnya adalah dendam masa lalu. Dalam proses penculikan dan peristiwa di pantai Anyer dulu, secara sadis anak buah Jonas menembak kapal Micko dan Imelda sampai meledak, sudah dapat dipastikan bahwa semua orang di kapal yang meledak tersebut meninggal semuanya. Sungguh Adam dan Sandra syok mendengar informasi tersebut.


“Papah bersumpah Mah, Mamah akan melihat Jonas kehilangan seluruh hidupnya !” tekat Adam.


“Bagaimana kita menghadapi mereka Pah, itu sama saja kita bunuh diri, ingat Pah keluarga Alvino bukan orang sembarangan !” kata Sandra.


“Mamah pikir Papah akan bermain kasar secara terang-terangan ? kita bermain halus saja Mah, permainan yang tidak akan pernah tercium baunya meskipun tubuh kita sudah terkubur di tanah,” Adam menampakan seringai liciknya.


“Apa yang ingin Papah lakukan ?”


“Lihat saja nanti Mah, kita akan pura-pura tidak tau sambil menyaksikan penderitaan Jonas, hahaha, Micko pasti senang melihat ini dari atas sana !” Adam benar-benar murka kali ini.


Adam sudah menyusun rencana serapi mungkin.

__ADS_1


Universitas Cita Bangsa dalam waktu dekat akan mengadakan studi tour ke Bali dimana studi tour ini akan diikuti oleh mahasiswa semester 1, 3, 5, dan 7. Tujuan studi tour ini adalah untuk memperkaya ilmu pengetahuan dengan mengunjungi kampus-kampus terbaik di Bali. Mereka akan berangkat menggunakan pesawat terbang komersial Milik Winner Group. Dewi dan Naina sangat antusias mengikuti studi tour ini.


Di kampus.


“Nai, lo kan lagi hamil 2 bulan, emang suami lo ngizinin lo buat pergi ?” tanya Dewi.


“Kalau di hitung-hitung, kemungkinan besar cuma 10 % gue di izinin, lo liat sendiri kan mas Jonas tambah protektif akhir-akhir ini ? tapi gue punya cara biar mas Jonas izinin, lagian ini kan acara kampus milik suami gue juga, pasti semuanya bakalan jagain gue, apalagi lo juga ada terus buat gue,”


“Emangnya cara apa yang lo pakai buat yakinin suami lo ? gue ragu lo diizinin apalagi kita disana selama seminggu,”


“Ada deh, tunggu tanggal mainnya !”


Siang itu setelah Naina dan Dewi mengobrol di kursi koridor kampus, mereka lalu pergi ke kantin. Pada sore hari Naina gelisah di kamar sendirian, dia sedang memikirkan sesuatu apakah ia mampu menjalankan rencananya apalagi sekarang ia sedang mengidam ingin terus di sentuh suaminya.


“Pokoknya gue harus kuat, demi studi tour ini, lagian selama ini gue gak pernah minta sesuatu ke mas Jonas, gue yakin kali ini pasti berhasil !” Gumam Naina.


Naina mendapat pesan dari suaminya


From Suamiku


Sayang, mas sudah sampai di bawah, mas kangen


“Akhirnya mas Jonas datang juga,” Naina kemudian buru-buru keluar kamar untuk menyambut suaminya di depan.


Cklek…


Jonas membuka pintu apartemen dan kedatangannya langsung disambut oleh senyum manis Naina.

__ADS_1


“Mas Jonas,” senyum mengembang dari pipi Naina, ia menghambur ke pelukan Jonas.


“Istriku ternyata juga kangen ya karena seharian gak ketemu, kamu udah makan sayang ?” Jonas membalas pelukan istrinya sambil mengecup pipi istrinya.


“Belum, tadi aku ke kantin kampus cuma nemenin Dewi aja, aku kan gak selera makan,”


“Selalu begitu jawabannya setiap hari, kamu masih ingat kan sayang resikonya kalau gak makan ?”


“Iya aku masih ingat mas, nanti malam aja aku makan bareng mas,”


“Oke kalau begitu, kamu sudah mandi sayang ?”


“Aku maunya mandi bareng mas,”


“Istriku sangat pengertian , ayo kita mandi bareng !”


Sore itu Naina dan Jonas mandi bersama lagi seperti biasa. Di kamar mandi entah apa yang merasuki Naina ia kembali agresif lagi. Kembali ke sifat awalnya ketika dulu mencoba merayu Jonas untuk menunjukan betapa besar cintanya pada Jonas. Naina di bathub mendorong dirinya duluan ke suaminya.


“Sayang jangan agresif kaya gini lagi dong, nanti kalau aku gak tahan gimana ?” ucap Jonas.


“Kalau gak tahan ya kita langsung main !” Naina tersenyum nakal.


“Kamu lagi hamil sayang,”


“Aku kan belum hamil besar mas, jadi gak papa dong ?” Naina masih mencoba merayu Jonas.


Setelah Naina kehabisan nafas ia pun melepaskan ciumannya, milik Jonas berhasil ia buat menegang.

__ADS_1


__ADS_2