
Sore itu dengan mengunjungi jembatan yang menjadi saksi perjuangan awal cinta mereka, Naina berhasil menemukan ingatannya, ia menangis sambil memeluk Jonas.
“Apa aku akan dipenjara mas karena membunuh pria itu ?” tanya Naina yang masih menangis di pelukan Jonas.
“Tidak sayang, tidak akan ada yang tau kamu membunuhnya, Dimas sudah mengurus semuanya, lagipula dia mati karena kesalahannya sendiri, kamu jangan merasa bersalah akan hal itu, kamu mengerti kan sayang ?” Jonas dengan berbagai cara menenangkan istrinya.
“Iya mas, aku akan selalu menuruti perkataan mas,”
“Kalau begitu berhenti menangis !”
“Iya mas,” Naina mengusap air matanya, ia tidak ingin menangis dihadapan Jonas lagi.
“Kalau begitu ayo kita pulang ke rumah kita, orang-orang yang kita sayangi sudah berada disana, demi mereka kita harus bahagia”
“Iya mas, ayo kita pulang !” setelah lama berada di atas jembatan itu akhirnya Naina dan Jonas pulang ke apartemen mereka. Di sana mereka disambut penuh haru dan kerinduan oleh orang-orang tercinta mereka.
Kedua mertua Naina, Dewi, Dimas bahkan Tiara pun ada disana. Dewi dan Tiara langsung memeluk Naina, mereka sangat merindukan Naina selama ini. Mereka bahagia Naina sudah menemukan kembali ingatannya.
“Gue senang lo masih hidup Nai ?” ucap Dewi.
“Gue juga senang lo selamat dari kecelakaan pesawat itu Dew,” ucap Naina.
“Gue lebih senang lagi, dua sahabat gue selamat dari maut, jangan tinggalin gue lagi ya, gue janji bakal jadi polisi yang tangguh buat ngelindungin lo berdua,” kata Tiara.
“Gimana lo mau jadi polisi yang tangguh ? lo bolos ya dari pelatihan lo, kok bisa ada disini ?” celetuk Naina.
“Enak aja, gue udah izin tadi,” jawab Tiara.
__ADS_1
Masih saja sempat bercanda mereka di momen yang tidak tepat ini. Itulah sahabat.
Selain mendapat peluk haru dari dua sahabatnya yang sangat ia rindukan, Naina juga mendapat peluk haru dari kedua mertuanya, hati Naina semakin menjerit kala mengingat kehamilannya waktu itu mampu membuat Bagas dan Ivana bahagia. Meskipun tidak ada yang menyalahkan Naina atas peristiwa kegugurannya, tapi tetap saja Naina masih merasa bersalah. Naina pun bertekat dalam waktu dekat harus bisa hamil lagi. Tidak peduli apa yang disarankan dokter, baginya punya anak adalah prioritas utamanya sekarang setelah kembali bersama Jonas lagi.
Setelah orang-orang tercinta mereka pulang, Naina sudah tidak sabar lagi mengungkapkan pada Jonas betapa ia ingin segera memiliki anak lagi. Sudah lama mereka tidak mandi bersama, Naina senang bisa melakukan rutinitas itu lagi bersama Jonas.
Selesai mandi dan berpakaian, Naina menghampiri suaminya yang sudah dari tadi duduk di atas ranjang. Ia ingin bicara dari hati kehati kali ini dengan Jonas.
“Mas ?” ucap Naina dengan nada lembut.
“Ada apa sayang ?” jawab Jonas.
“Kemaren dokter di Medan kan mengatakan kalau aku akan sulit menemukan ingatanku ? tapi ternyata dugaan mereka terbukti salah mas, aku bisa dengan cepat menemukan ingatanku,”
“Lalu kenapa sayang ?” tanya Jonas dengan nada lembut.
“Maksud kamu ?”
“Aku ingin segera memiliki anak, aku ingin segera mengandung anak mas lagi,” pinta Naina.
“Gak bisa sayang, mas gak akan mengabulkan itu, sebulan yang lalu kamu baru keguguran, mas gak ingin membahayakan nyawamu,” tolak Jonas dengan nada lembut.
“Itu gak akan membahayakan nyawaku mas, aku justru sangat bahagia menjadi seorang ibu,”
“Gak bisa sayang”
“Dokter itu pasti salah mas, aku sangat yakin bahwa untuk segera hamil gak akan membahayakan nyawaku,” Naina masih memohon pada Jonas agar mengizinkannya hamil lagi dalam waktu dekat.
__ADS_1
“Kalau ternyata tebakan mu salah bagaimana ?”
“Hatiku mengatakan semua akan baik-baik saja, percaya sama aku mas, buktinya tebakan dokter tadi salah, aku mampu mengingat semua masa laluku dan aku gak terluka kan ?”
“Apa kamu yakin ingin segera punya anak lagi ?”
“Sangat yakin mas, aku ingin mengandung anak mu secepatnya,”
Jonas berpikir sejenak.
“Baiklah sayang, kalau kamu sudah yakin mas akan kabulkan permintaanmu, tapi kamu harus tetap menjaga kesehatanmu, apa kamu sanggup ?”
“Sangat sanggup mas”
“Kemarilah, mas mau memeluk kamu !”
Naina mendekat ke Jonas, malam Ini Jonas memeluknya begitu erat. Kehangatan cinta yang sempat hilang di hidup Naina selama sebulan ini akhirnya Naina dapatkan kembali. Ia begitu bahagia mampu melewati cobaan berat ini dalam rumah tangganya.
“Sayang ? karena kamu sudah kembali, mas akan mengembalikan kalungmu,”
“Kalung yang aku berikan ke mas waktu dibandara itu ?”
Jonas mengangguk, ia melepaskan kalung itu dari lehernya. Ternyata selama ini Jonas selalu memakai kalung itu, malam ini Jonas melingkarkan kalung itu kembali ke leher istrinya. Kalung itu sudah kembali ke pemiliknya, seperti pemiliknya yang sudah kembali ke pelukan cintanya.
“Aku mencintaimu istriku Naina Alexandra,” ucap Jonas sangat lembut penuh cinta.
“Aku juga mencintaimu suamiku Jonas Tirta Alvino,” balas Naina dengan nada bicara yang tidak kalah lembut dan mesra.
__ADS_1
Malam itu menjadi saksi mereka melepaskan rindu yang teramat dalam setelah terpisah selama sebulan terakhir. Cinta mereka kembali bersatu dengan dibaluti api gairah. Ikatan cinta yang mereka miliki semakin kuat. Untaian takdir yang membawa mereka bertemu begitu indah bagai sebuah anugerah.