Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 76


__ADS_3

Pergulatan memabukan yang sangat menghanyutkan mereka kini tengah berlangsung. Desahan demi desahan yang keluar dari mulut mereka saling bersahutan. Dengan gerakan naik turun membuat Naina seperti biasa selalu kehabisan tenaga melayani Jonas sampai puas.


Setelah satu jam berlalu akhirnya mereka mencapai kenikmatan bersama-sama.


“Terima kasih sayang ?” ucap Jonas yang langsung memberikan kecupan hangat dikening istrinya, tak lupa Jonas juga memeluk istrinya.


Naina tidak mengatakan apa-apa, Naina hanya tersenyum kearah Jonas menampakan bahwa dia juga bahagia.


“Ayo aku gendong sayang kita membersihkan diri ke kamar mandi !”


Jonas mengangkat tubuh istrinya dengan kaki Naina masih melingkar di pinggangnya.


Akhirnya mereka tiba di kamar mandi dan mereka mandi bersama. Selesai mandi, Jonas dan Naina memakai pakaian mereka tadi yang sempat berserakan di lantai. Kini mereka sudah kembali duduk di sofa dengan posisi duduk besebelahan.


“Kamu pasti lapar mas, ayo kita makan lagi !” ajak Naina.


Kryuk…


Suara perut Naina yang malah terdengar.


“Hahaha, kayanya yang lagi lapar itu kamu sayang, tu bunyi perut mu aja kedengaran, pantas aja sih, tuh udah jam 1, maaf ya sayang, pasti kamu capek banget habis melayani mas ?” kata Jonas.

__ADS_1


"Sama sekali gak kok mas, aku selalu senang jika aku mampu melayani mas sampai puas," ucap Naina sambil tersenyum manis.


"Terima kasih sayang, kamu memang istri yang terbaik,"


“Sama-sama mas, ya udah kita makan sama - sama yuk !”


Kini mereka saling menyuapi, memakan makanan itu dengan lahap penuh canda tawa.


“Sayang, kamu tiduran aja dulu di sini, temani aku kerja, kita pulang sama-sama aja ya sore nanti !” kata Jonas.


“Iya mas, lagian aku juga bosan di rumah gak ada kegiatan, teman-teman aku lagi sibuk semua, terutama Tiara, dia sebentar lagi berangkat pelatihan untuk profesi kepolisiannya,” ucap Naina.


“Jadi mas, kata Dewi tes masuk Fakultas itu sangat sulit, lebih sulit dari masuk universitas negeri, tapi kok aku dengan mudah ya diterima mas di Fakultas Kedokteran ?” Naina menyipitkan matanya ke Jonas berharap Jonas berkata jujur.


“Kenapa sayang, kok liat aku gitu ?”


“Mas nepotisme ya ?”


“Nepotisme ?”


“Aku udah tau mas dari internet kalau itu kampus Winner Grup, jadi itukan alasannya aku dengan mudah masuk tanpa tes ?”

__ADS_1


“Hahaha, itu kan kampus milik kita sayang, masa Nyonya Jonas harus ikut tes juga ?”


“Tu kan bener nepotisme ?”


“Aku nepotismenya sama kamu aja sayang, keluarga-keluargaku yang lain kalau masuk ke sana juga tes, kamu kan spesial sayang,” ucap Jonas yang langsung memeluk istrinya.


“Apa aku akan diperlakukan berbeda nanti di kampus mas ?”


“Tentu saja, semua orang juga tau kalau kamu adalah istri mas,”


“Aku gak mau mas, aku ingin menjalani hari-hariku seperti biasa, aku takut gara-gara status ku ini, cuma Dewi dan Tiara aja yang berteman secara tulus denganku,”


“Maaf ya sayang, gara-gara status sosial kita kamu jadi merasa gak bebas bergerak ?”


“Ini bukan salah mas, nanti dikampus aku akan sebaik mungkin gak menampakan diriku sebagai orang yang di perlakukan khusus, aku akan selalu mengikuti aturan-aturan kampus seperti mahasiswa kebanyakan, mas jangan coba-coba ya nyuruh orang-orang mas buat memperlakukan aku khusus !”


“Itu bisa di atur sayang.”


Jonas sebenarnya sudah mengatakan kepada orang-orang yang bekerja di kampus tempat istrinya kuliah itu agar memperlakukan istrinya secara istimewa. Namun Jonas tau bahwa Naina akan keberatan, karena itu Jonas ingin mereka melakukannya tanpa membuat Naina curiga, mereka hanya diminta selalu menuruti perkataan Naina.


Selama ini, sejak Naina dibawanya tinggal diapartemen untuk pertama kali sampai sekarang Naina menjadi istri sah nya, ia selalu membebaskan Naina bergaul dan berbuat apapun yang Naina inginkan, namun tanpa Naina ketahui, Jonas mengawasinya 24 jam. Dari situ Jonas tau bahwa Naina bisa dipercaya dan bisa menjaga dirinya sendiri. Hal itu juga yang membuat Jonas tidak pernah mengekang Naina.

__ADS_1


__ADS_2