
Setelah semua cobaan berhasil mereka lalui kini keadaan kembali damai. Tidak membutuhkan waktu lama, setelah 3 bulan kembalinya Naina, akhirnya Naina dinyatakan positif hamil lagi. Jonas dan kedua orangtuanya menyambut gembira berita membahagiakan ini, Naina dinyatakan sudah hamil selama 1 bulan. Kehamilan Naina membuat Jonas semakin perhatian padanya.
Meskipun Jonas membatasi kegiatan Naina selama hamil namun Jonas tetap mengizinkan Naina kembali berkuliah setelah 4 bulan tidak kuliah. Dewi juga kembali berkuliah, sementara Tiara sudah menyelesaikan masa pelatihannya. Tiara dan teman-teman pelatihannya akhirnya resmi dilantik dan mulai menjalani tugas menjadi aparat kepolisian. Hubungan Tiara dan Dirga masih belum memiliki perkembangan, mereka masih tetap sama, masih tetap cinta tapi gengsi. Entah kapan mereka mau melepaskan gengsi masing-masing.
Beberapa bulan berlalu, kini kandungan Naina sudah 7 bulan. Ia sudah mengajukan cuti melahirkan di kampus dan sikap Jonas semakin protektif, maklum saja itu adalah anak pertama dan kehamilan kedua bagi Naina. Jonas dan Naina memutuskan tidak mencari tau apa jenis kelamin anaknya nanti, bagi mereka laki-laki atau perempuan sama saja asalkan sehat.
Malam itu untuk terakhir kalinya sebelum Naina melahirkan nanti dia dan dua sahabatnya makan malam di sebuah restoran. Mereka sudah menyewa ruang VVIP di sebuah restoran mewah. Dengan segala macam persyaratan, Jonas mengizinkan istrinya untuk menemui temannya.
Di ruang VVIP
“Cie Tiara jodoh dengan Dirga buktinya satu tempat tugas,” ejek Naina.
“Apa-apaan sih lo Nai, gue masih kecewa sama dia, dia masih jahat kaya dulu, gue ketemu dia disana cuma kebetulan, gue pulang nih kalau masih di bahas !” Tiara mulai kesal saat di ejek Naina meskipun ejekan Naina berhasil membuat pipinya merona.
“Iya iya ratu ngambek, bu polwan bisa ngambek juga? Hahaha..” bahkan Dewi pun menertawakan Tiara sehingga sukses membuat Pipi Tiara semakin merah.
“Rese lo Dew,” Tiara cemberut.
Naina dan Dewi tertawa terbahak-bahak apalagi melihat pipi Tiara semakin merah. Selama satu tempat tugas dengan Dirga, Tiara selalu menjadi bulan-bulanan ejekan Naina dan Dewi.
"Pliz dong guys, kalian gak capek apa ngejek gue terus ?" ucap Tiara yang kelihatan kesal.
"Makanya jangan so jual mahal lagi ! kalo lo suka pepet aja terus sampai dapat !" celetuk Naina.
"Tu dengerin nasehat dari teman kita yang sudah berpengalaman, hahaha," ucap Dewi yang matanya sudah berair saking tidak bisa menghentikan tawanya.
"Ogah ! malas gue ngemis-ngemis cinta lagi," ucap Tiara.
"Jangan gitu ! mungkin dulu lo salah strategi, bikin strategi baru dong ? gue liat Dirga bukan cowok playboy seperti dulu lagi, dan itu sudah membuat lo layak untuk memperjuangkannya kembali ! " kata Naina memberikan pencerahan ke Tiara.
__ADS_1
"Benar kata Naina, gue juga ngerasa kalau sebenarnya Dirga punya perasaan yang sama kaya lo, cuma dia masih gak percaya diri mendekati lo lagi apalagi dia pernah merasa menyakiti lo dulu," ucap Dewi yang ikut-ikutan menasehati Tiara.
"Dengerin Gue Ra ! kalau lo sama Dirga masih so gengsi, sampai lebaran monyet juga kalian gak akan pernah bersatu, setidaknya salah satu di antara kalian harus berinistiatif duluan buat menyatakan cinta ! jangan malu mencintai seseorang karena jatuh cinta itu bukan dosa !" kata Naina lagi.
"Tuh dengerin ! setidaknya lo coba mendekati Dirga sekali lagi ! gue sama Naina tau lo dari dulu, di hati lo cuma ada Dirga, jujur aja gue sama Naina dulu memang gak suka lo deket-deket sama Dirga karena lo terlalu baik buat dia, tapi setelah kita melihat perubahan Dirga, kita berdua merestui lo sama dia, " ucap Dewi.
"Lo liat gue Ra ? setelah dulu gue sadar bahwa gue benar-benar mencintai mas Jonas, gue langsung memutuskan buat membuang harga diri gue jauh-jauh saat menunjukan cinta gue ke dia, gue tau cara gue murahan, tapi jika gue gak ngelakuin itu pasti sekarang gue dan mas Jonas masih belum sadar akan perasaan masing-masing," ucap Naina.
Mendengar nasehat dari Naina dan Tiara, tiba-tiba raut wajah Tiara berubah. Tiara rasanya ingin menangis.
"Jadi maksud kalian gue harus ngerendahin harga diri gue lagi ke Dirga ? kalian nyuruh gue dorong diri gue duluan ke Dirga ? asal kalian tau, gue udah coba hal itu dulu tapi akhirnya gue gagal," buliran air mata Tiara terlihat. Naina dan Dewi langsung berdiri dari tempat duduknya. Mereka langsung memeluk Tiara agar Tiara tenang.
"Kita tau itu Ra, kita gak nyaranin buat lo ngelakuin itu lagi, kita nyaranin lo buat ngomong duluan ke Dirga bahwa lo masih punya perasaan ke dia !" jelas Dewi.
"Iya Ra, maksud kita, lo ajak aja Dirga ngomong dari hati ke hati untuk terakhir kalinya buat memastikan perasaan kalian ! kalau emang dia gak punya perasaan ke elo, lo lupain aja dia selamanya ! lo paham kan maksud kita ? kita sayang lo Ra, kita cuma mau lo bahagia bersama orang yang lo cintai !" jelas Naina juga.
"Gue..." Tiara tidak bisa berkata-kata lagi, apa yang di ucapkan Naina dan Dewi ada benarnya juga.
"Oke, besok gue coba, ini untuk terakhir kalinya ya !" ucap Tiara.
"Gitu dong ! itu baru namanya Tiara," ucap Dewi.
Setelah Tiara sudah tenang dan mau mendengarkan nasehat Naina dan Dewi akhirnya Naina dan Dewi duduk kembali di kursi mereka tadi.
"Awas lo besok gak ngelakuin saran kami, gue sumpahin lo jomblo seumur hidup !" celetuk Naina.
"Ibu hamil yang satu ini rese banget sih ? coba aja lo lagi gak hamil, udah gue bejek-bejek lo," kata Tiara yang sudah mulai tersenyum.
"Berani lo bejek gue ? gue aduin sama suami gue lo !" ujar Naina sambil tertawa.
__ADS_1
"Siapa takut, wuekkk..." Tiara menjulur lidahnya untuk mengejek Naina.
"Hahaha" Dewi hanya bisa tertawa.
Kini suasana sudah mulai mencair. Suara tawa sudah terdengar dari mulut mereka.
“Ngomong-ngomong sebentar lagi kita akan jadi tante nih, tante muda yang imut, kira-kira kapan lo melahirkan Nai ?” tanya Dewi.
“Menurut perhitungan sih 2 bulan lagi,” Jawab Naina.
“Guys, gue kenyang nih, kita pulang yuk ? ” ajak Tiara.
“Oke, karena tadi gue yang jemput kalian, gue juga yang harus antar kalian, ” kata Dewi.
“Iya dong, kalo suami gue tau gue pulang naik taksi, bisa-bisa gak diizinin lagi kita bertemu, syaratnya tadi kan kalian jemput gue dan bawa gue pulang lagi !” kata Naina.
“Iya iya ibu hamil, cerewet,” celetuk Dewi.
Mata Naina melotot mendengar kata Dewi “apa lo bilang ?”
"Gue cuma becanda kok, hehe" ucap Dewi.
Dewi mengantar Tiara dan Naina pulang ke rumah masing-masing dengan menggunakan mobilnya. Di mobil suara tawa mereka masih terdengar nyaring, malam ini mereka begitu gembira.
Besok Tiara akan mencoba menyatakan perasaannya sekali lagi ke Dirga. Mereka benar-benar menikmati perjalanan menuju rumah masing-masing. Namun perjalanan tidak semulus yang di bayangkan. Tiba-tiba ada seekor kucing menyebrang jalan sembarangan sehingga membuat Dewi kaget, dia tidak sengaja membanting stir sampai menabrak truk kuning besar pengangkut batu yang sedang melaju di sebelah kanan jalan.
Aaaaa…..
Brukk…..
__ADS_1
Mobil Dewi terpental dan terguling. Mereka bertiga yang berada di dalamnya entah bagaimana keadaannya.