
Setelah Jonas menyampaikan unek-uneknya selama ini, Micko kelihatannya mulai melunak. Ia mulai memikirkan perkataan Jonas. Ia mengingat kembali kenangan manis mereka waktu bersahabat dulu. Memang benar, dalam hal ini Wilhelmina yang sudah membutakan mata hati Micko. Air mata Micko mulai mengalir deras, sedikit demi sedikit ia mulai menyesali perbuatannya.
“Maafin gue Jo, gue sadar gue salah, dulu kita selalu santai kalo lagi ngomong, sekarang lo malah ngomong formal ke gue, gue jadi bodoh gara-gara cinta buta gue, maafin gue Jo !” Micko mulai membuka mulutnya.
Jonas yang saat itu ingin membuka gagang pintu karena ingin pulang sontak kaget, dia lalu berbalik, dilihatnya Micko menangis.
“Gue bakal nebus kesalahan gue dimasa lalu ke lo Jo, apa yang harus gue lakuin biar lo maafin gue, gue bahkan rela lo bunuh sekarang asal lo mau maafin gue, selama ini gue gila sendiri karena pikiran gue yang gak waras, gue menyesal,” lanjut Micko lagi.
Jonas memperhatikan mimik wajah Micko dan tidak ada kebohongan yang terlihat. Jonas lalu melangkahkan kakinya menghampiri Micko. Di genggamnya tangan Micko.
“Sudah lama gue gak liat ekpresi lo begini, ternyata Micko yang gue kenal dulu udah balik lagi,” kata Jonas.
“Maafin gue Jo,”
__ADS_1
“Lo gak salah, gue udah maafin lo, lo tetap sahabat gue,”
“Gue jahat Jo,”
“Sekarang lo udah sadar kan ?”
“Gue mau berubah Jo !”
“Gue bakalan bantuin lo !”
“Sekarang gue udah gak gitu lagi Ko, buktinya gue menikah baik-baik, gue udah hidup bahagia dengan istri gue, gue juga sebentar lagi punya anak,”
“Jadi gue sebentar lagi akan punya keponakan ?”
__ADS_1
“Iya Ko, kita mulai lagi ya dari awal ?”
“Makasih ya Jo ? lo emang sahabat gue,”
“Sama-sama Ko.”
Jonas meminta semua borgol di kaki dan tangan Micko di lepaskan. Dimas sangat kaget mendapat perintah itu, tapi Jonas sudah mengatakan padanya kalau Micko sudah menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi, akhirnya Dimas mengerti. Malam itu persahabatan yang sempat berubah menjadi permusuhan kini sudah menemui titik terangnya. Luka masa lalu sama-sama membuat mereka tersiksa. Hanya berdamai dan saling menyesali perbuatan lah yang mampu mengobati luka itu. Seperti halnya Jonas dan Micko sekarang.
Micko mengatakan pada Jonas untuk merahasiakan peristiwa akhir-akhir ini yang terjadi pada mereka kepada orangtua Micko. Biarlah peristiwa itu menjadi pembelajaran dikemudian hari. Biarlah menjadi tetap rahasia. Yang terpenting sekarang, keduanya sudah membuka lembaran baru. Micko berencana akan pulang ke rumah orangtuanya setelah dirinya benar-benar pulih.
Begitu pula dengan Tiara dan Dirga, mereka juga punya masa lalu yang tidak mengenakan, hanya waktu yang membuat mereka dewasa dan saling memaafkan. Meskipun mereka selama pelatihan sering tidak akur namun mereka tidak bisa membohongi perasaan masing-masing. Cinta diam-diam makin dalam di hati mereka. Hati yang gengsi entah kapankah mampu bertahan dengan segala keegoisannya. Sampai kapankah mereka mampu membohongi perasaan masing-masing. Hanya mereka dan Tuhan yang tau.
Setelah pulang dari menemui Micko, Jonas benar-benar memancarkan aura kebahagiaannya. Dia memeluk istrinya erat yang masih terlelap. Naina yang tidak tau bahwa Jonas malam itu sempat keluar apartemen hanya sibuk dengan tidurnya.
__ADS_1
Setelah Jonas dan Micko berdamai, semoga saja kehidupan mereka menjadi lebih baik.