
Dika sedih di tolak langsung oleh Keisha, Azka malah senang melihatnya. Setelah memberikan Dika jawaban yang menyakitkan, Keisha pergi begitu saja. Dika patah hati dan menjadi tidak percaya diri mendekati wanita.
"Kak Kei," panggil Naysila.
"Ada apa, Nay?" tanya Keisha. Naysila menghampirinya.
"Setiap kali aku melihat Kak Kei, aku begitu takut, dalam mimpiku, Kak Kei tega membunuhku," ucap Naysila tiba-tiba.
"Hah, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia bisa bermimpi begitu? Itu masa laluku dulu, di kehidupan sekarang aku tidak mungkin membunuh Naysila," batin Keisha. "Nay, itu tidak benar, itu hanya mimpi, kamu baru 13 tahun, sebaiknya kamu belajar dengan rajin, jangan berpikiran macam-macam lagi, dan jangan takut padaku," kata Keisha sambil tersenyum, dia lalu meninggalkan Naysila.
Pesta malam ini berlalu dengan cepat, keesokan harinya Juna dan Viola diam-diam membawa Keisha terbang ke Amerika sebelum Kaisar bangun. Mereka hanya menitip pesan pada pembantu agar Kaisar tidak mengkhawatirkan mereka.
Hampir seharian pesawat pribadi keluarga Alvino mengudara. Mereka di minta mendarat di bandara pribadi Dizzo. Bandara itu sangat luas dan lima tahun yang lalu baru di buka untuk di sewakan ke perusahaan penerbangan Internasional maupun domestik.
"Kei, Dizzo memang kaya raya, dia lebih kaya dari kita, tetapi kamu jangan terpengaruh harta dan kata-kata manisnya, kamu bukan simpanannya yang pertama. Papi Janji akan mencari cara untuk menyelamatkan kamu," ujar Juna sebelum keluar dari pesawat. Dia harus bicara pada Keisha, karena setelah Keisha di bawa ke Dizzo, dia tidak di perbolehkan lagi bertemu Keisha.
Keisha menggenggam erat tangan Juna, dia tahu Juna sangat tidak ikhlas. Keisha mencoba menenangkan orang tuanya, apa lagi Keisha tahu kalau Dizzo sebenarnya pria baik. "Pi, aku bisa jaga diri. Aku janji akan segera bertemu kalian lagi."
"Itu mustahil, Nak. Dizzo tidak akan memberikan izin. Mami juga tidak bisa bayangkan kalau kamu dia jadikan mainan di atas ranjangnya." Viola menangis.
Keisha menyeka air mata ibunya. "Tidak akan pernah ku biarkan itu terjadi, Mi. Aku tidak akan memberikan hartaku yang berharga untuk orang yang bukan suamiku. Dia tidak akan bisa memperkosaku seenaknya." Viola lalu di peluknya agar ibunya itu tenang.
__ADS_1
"Semoga kamu bisa menjaga dirimu, Nak." Harapan Viola.
Setelah menumpahkan segala kesedihannya, Juna dan Viola berusaha melepas putri kesayangannya. Mereka lalu keluar dari pesawat. Di luar, sudah ada Leon menunggu bersama Jonas dan Naina yang masih terikat tangannya. Dizzo tidak ikut, dia menunggu di rumah.
"Papi, Mami." Juna senang melihat Jonas dan Naina baik-baik saja.
"Ambil orang tua ini!" Leon mendorong Jonas dan Naina ke pelukan Juna dan Viola. Lalu Keisha dia tarik.
"Kei, biarkan Opa dan Oma mati saja, toh kami sudah tua juga, kami tidak mau kamu mejadi penebus kami," kata Jonas.
"Sudah terlambat, Keisha akan kami bawa ke Bos Dizzo. Bawa dia!" titah Leon kepada anak buahnya. Leon tidak mau membuang waktu lagi, Dizzo memintanya tadi untuk tidak lama-lama.
Keisha di bawa ke masion pribadi Dizzo. Masion paling besar di kota New York. Halamannya pun rindang dan begitu luas. Jarak antara pintu gerbang dan pintu depan masion sangat jauh.
"Ternyata kamu benar Tuan Dizzo, kamu memiliki masion terbesar di New York, aku pikir dulu kamu bohong, karena kita berdua sama-sama pasien rumah sakit jiwa yang kadang tidak waras," batin Keisha.
Mobil telah tiba di halaman depan masion. Ternyata, Dizzo telah menunggunya. Terbukti Dizzo ada di depan masion, menyambut kedatangan Keisha. Leon keluar dari mobil, dia memberi hormat pada Dizzo lalu membuka pintu kursi belakang.
Keisha keluar, dia langsung menatap wajah Dizzo. "Sangat tampan," kata Keisha dalam hati. "Dulu aku bertemu dengannya saat dia sudah tua, ternyata dia muda sangat tampan, ternyata dia tidak pernah bohong padaku sedikitpun mengenai ketampanannya," lanjut Keisha lagi di dalam hati. Keisha tersenyum pada Dizzo, padahal saat itu Dizzo tengah menunjukan aura seramnya untuk menakuti Keisha.
"Wanita ini sangat cantik, kenapa dia tersenyum padaku?" tanya Dizzo dalam hati. "Apa dia putri pemilik Winner Grup?" tanya Dizzo pada Leon.
__ADS_1
"Nama saya Keisha Inadra Alvino, Tuan Dizzo Alfred Thomas," jawab Keisha dengan bahasa Inggris Amerika. Malah Keisha yang menjawab pertanyaannya.
"Aku bertanya pada Leon, bukan padamu," ucap Dizzo dengan suara berat, suara yang sama sekali tidak di takuti Keisha.
"Anda akan cepat tua Tuan jika sering marah." Keisha malah mengajak Dizzo bercanda.
"Kamu tidak takut padaku? Aku ketua Mafia yang kejam di sini," ucap Dizzo lagi, dia berharap Keisha takut.
"Anda juga manusia, hanya Tuhan yang aku takuti," jawab Keisha. "Tidak ada lagi yang ku takuti di dunia ini selain masa laluku yang suram dulu," lanjut Keisha dalam hati.
"Sudah berani sekali kamu padaku, Keisha! Cepat masuk!" titahnya pada Keisha. "Leon, kamu boleh pulang sekarang, aku ingin berduaan dengannya hari ini. Barangku sudah datang, jadi aku harus menikmatinya," titahnya pada Leon. Dizzo menampakkan senyum Devil. Keisha tertawa kecil, nampaknya Keisha sudah tahu rahasia Dizzo.
"Baik, Bos. Saya pulang sekarang." Leon masuk ke dalam mobil, meninggalkan masion. Dizzo dan Keisha masuk ke dalam.
Penampakan di dalam masion sangat megah dengan ornamen mewah dan modern ala kehidupan di Amerika. Banyak lukisan pelukis terkenal di dinding masion. Keisha di bawa Dizzo ke kamar tamu, kamar yang biasa dia pakai untuk bersenang-senang dengan para simpanannya. Kamar lalu di tutup rapat oleh Dizzo.
"Pakai lingerie merah itu, aku ingin melihat lekuk tubuhmu!" titah Dizzo sambil menunjuk ke lingerie yang ada di atas ranjang. Keisha melihat lingerie seksi itu. "Setelah itu, suguhkan goyangan erotis mu untuk memuaskanku!" titahnya lagi.
"Tuan Dizzo, bukankah telanjang lebih menggoda dari pada memakai lingerie? Atau anda ingin saya memegang pusaka anda?" tawar Keisha. Keisha menunjuk ke harta berharga Dizzo, kebanggaan para pria.
Dizzo tersinggung. "Apa maksudmu? Terserah aku mau memerintah kamu, di sini aku bosnya, hanya aku yang boleh memerintah." Dizzo tidak terpikir sesuatu. Tidak ada yang tahu rahasia Dizzo yang sebenarnya selain Dizzo sendiri. Dia sebenarnya mengalami impoten, para simpanannya hanya dia jadikan wanita telanjang yang bergoyang-goyang ria dengan erotis untuk memuaskan matanya. Tetapi, Keisha tahu itu.
__ADS_1