
Siang itu Adam dan Sandra tengah sibuk dengan urusan dirumah sakit mereka, mereka sedang melakukan rapat penting guna meningkatkan pelayanan rumah sakit internasional mereka. Di tengah kesibukan meeting Adam mendapatkan telpon dari pembantu dirumah bahwa putra mereka Micko sudah pulang. Sontak saja mereka sangat kaget. Yang mereka tau bahwa Micko telah meninggal ditembak oleh anak buah Jonas. Mereka pun buru-buru pulang ke rumah.
Kedatangan mereka di rumah di sambut oleh Micko dengan senyum lebar. Ternyata putra mereka itu masih hidup pikir mereka.
“Mamah Papah aku kangen kalian.” Micko langsung memeluk kedua orangtuanya itu, dia sangat merindukan Adam dan Sandra.
“Micko ini beneran kamu ?” Sandra seakan tidak percaya.
“Orang-orang Papah mengatakan kamu meninggal di Anyer karena ditembak anak buah Jonas ?” kata Adam tidak percaya.
“Kalian mencari tau semua tentang aku ?” tanya Micko.
“Tentu saja, orang tua mana yang tidak cemas mengetahui anaknya berbulan-bulan menghilang, terlebih lagi mendapati kenyataan bahwa anaknya sudah mati ?” Adam masih kaget.
“Mamah dan Papah duduk dulu, aku akan ceritakan kepada kalian apa yang sebenarnya terjadi !” perkataan Micko di turuti oleh Adam dan Sandra. Mereka harap-harap cemas menunggu Micko menceritakan semuanya.
“Ini semua salah Micko Mah Pah, Micko berkomplot dengan Imelda untuk membunuh Jonas dan istrinya, cinta buta Micko kepada mendiang Wilhelmina membuat Micko berubah menjadi binatang,” jelas Micko.
“Ini bukan salah kamu Micko, jangan selalu menyalahkan diri kamu, lalu apa yang terjadi ? apa kamu berhasil kabur dari tembakan anak buah Jonas ?” tanya Adam lagi.
“Iya Pah, aku berhasil melompat ke laut sebelum kapal kami meledak, saat aku membuka mataku, aku ternyata berada di rumah sakit, Jonas mengurungku waktu itu, tapi dia juga mengobati aku, 2 bulan yang lalu Jonas menyadarkan aku bahwa selama ini aku sudah bertindak jauh, kami memutuskan berdamai, dia membebaskan aku, aku minta maaf sama Mamah dan Papah tidak memberi kabar pada kalian, hal itu aku lakukan karena ingin fokus pada kesembuhanku.” Jelas Micko lagi.
Adam dan Sandra semakin kaget, ternyata dugaan mereka selama ini salah. Jonas tidak sekejam apa yang mereka duga. Adam dan Sandra saling pandang.
__ADS_1
“Sekarang aku sudah sembuh total Mah Pah, aku juga sangat merindukan Jonas, sudah lama aku tidak mendengar kabarnya, besok aku akan menemuinya,” kata Micko lagi.
Adam dan Sandra semakin gusar, ia tidak menyangka bahwa memang benar Jonas dan Micko sudah berdamai.
“Aku mau ke kamar dulu Mah Pah, karena kondisi aku baru sembuh, aku tidak boleh terlalu lelah,” ucap Micko.
“Istirahat lah nak !” kata Sandra.
Micko menyadari gelagat orangtuanya tampak aneh.
“Mamah sama Papah kenapa ? kok Micko merasa ada yang aneh sama kalian ?” tanya Micko heran.
“Kami baik-baik saja nak, apa kamu sudah dengar berita tentang Jonas ? istrinya menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat 1 bulan yang lalu,” Kata Adam berusaha memberikan alasan agar Micko tidak curiga.
“Micko kamu harus istirahat… Micko kamu baru sembuh… Micko…” teriak Sandra tapi tidak di dengar oleh Micko.
“ Bagaimana ini Mah ? apa yang akan terjadi jika kita berdua adalah dalang dari semua ini ?” Adam merasa bersalah dan ketakutan.
“Mamah tidak tau Pah, pikiran Mamah buntu, apalagi sudah sebulan kita belum menerima kabar dari orang suruhan kita itu, entah dia mati bersama istri Jonas atau apa, kita tidak tau,” Sandra juga tidak menyangka akan hal itu.
“Kita harus merahasiakan hal ini dari Micko Mah, jangan sampai diketahui oleh semua orang !”
“Iya Pah, ini akan menjadi rahasia kita berdua !”
__ADS_1
Penyesalan Adam dan Sandra sudah terlambat. Yang bisa mereka lakukan sekarang hanya menyembunyikan kejahatan mereka.
Sementara itu di kantornya selama sebulan ini Jonas selalu marah-marah, Dimas memahami hal itu karena sang bos masih mencari keberadaan istrinya. Semua pekerjaan Jonas untung saja selalu aman terkendali meskipun Jonas kadang gila sendiri. Hari ini Dimas berhasil mendapat informasi keberadaan Naina. Semoga ini menjadi titik terang.
“Bos, anak buah kita sudah melacak mobil yang membawa nona Naina waktu itu, mobil itu di temukan di sebuah halaman gudang yang luas, dari informasi yang kami dapat, pria itu membawa Naina menaiki helikopter bos,” jelas Dimas.
Untung saja CCTV bandara bisa membantu mencari jejak Naina. Dari CCTV itu Jonas melihat istrinya di bawa masuk kesebuah mobil oleh seorang pria, Naina saat itu dalam kondisi tak sadarkan diri. Plat mobil pria yang menculik Naina berhasil tertangkap kamera CCTV.
“Apa kamu sudah menemukan helikopter itu ?”
“Sudah bos, helikopter itu milik Rumah Sakit Internasional Prakasa bos, tujuan helikopter itu ke Sumatra Utara bos, helikopternya mendarat tidak jauh dari perkebunan sawit kita,” Dimas sangat takut jika Jonas mengamuk.
“Rumah Sakit Internasional Prakasa ? apa ini ulah Micko lagi ? apa dia membohongiku dengan pura-pura berdamai denganku ?” emosi Jonas sudah tidak bisa dikendalikan.
“Tidak mungkin bos, saya sudah menyelidiki tuan Micko, selama dua bulan, ia hanya fokus memulihkan dirinya saja tanpa keluar dari rumah sakit,”
“Lalu siapa kalau bukan Micko ? tidak mungkin kan kalau orangtuanya, tante Sandra dan om Adam bahkan tidak tau permusuhanku dengan Micko,”
“Saya juga kurang tau bos, saya...”
“Nanti saja kita urus masalah ini, siapkan sekarang helikopter, aku ingin ke sana, kerahkan juga semua anak buah kita, susuri semua daerah disekitar perkebunan kita itu, cari Naina sampai dapat !”
“Baik bos, akan saya laksanakan.”
__ADS_1
Dimas lalu menuruti keinginan Jonas. Semoga saja Naina bisa di temukan kali ini.