
saat lily sedang mengantarkan pesanan pelanggan seorang pria berumur melambainya di setelah mereka mengantarkan pesanan pelanggan, lily pergi lagi ke kursi pria itu.
"iya tuan ada yang bisa saya bantu"kata lily sopan.
"tidak aku pengen pesan kopi susu,cantik"ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"iii ya tuan"lily gugup.
"jangan gugup cantik"ucap pria itu.
lily langsung pergi dan tidak menoleh kearah pria parubaya tersebut.
"dasar pria gila udah tua masih aja kegatelan"ucapnya bergidik ngeri.
"ros tolng yah kamu anterin pesanan is tua bangka itu"ucapnya ketus.
"tua bangka yang mana li,kok aku gak liat"kata rosa.
"mata kamu rabun ya... itu yang duduk di sebelah kaca"jawab lily.
"kok marah kan aku gak liat,jahat banget dia bilang aku rabun".
akhirnya rosa mengntarkan pesanan pria itu sambil berpikir kenapa lily pangil pria itu si tua bangka,tapi emng bener si di tu tapikan gak mungkin lily bilang gitu kalok pria itu tidak membuat masalah.
"pak ini pesanannya"kata rosa sopan.
"wanita tadi dimana"ucap pria itu.
" yang mana ya pak, apa si lily
ya"ucapnya kayak orang linglung.
"iya lily dimana dia"
__ADS_1
"owh dia ada di belakang pak,emngnya ada urusan apa yah nanya temen saya"
"gak cuma nanya"
"oh gitu yaudah permisih pak"rosa berlalu pergi sambil bingung.
ya bisa di bilanh rosa adalah orang yang paling gak ngerti dan kalok dibilang harus berulang kali baru ngerti.
setelah menghabiskan minumannya pria itu masuk kedalam ruangan pemilik tokoh tersebut.
"apakah anda pemilik toko ini"ucap pria itu kepada pemilik toko.
"iya tuan ada yang bisa saya bantu"jawab buk risa pemilik tokoh itu.
"saya ingin membeli toko ini"
"maaf tuan kenapa secara tiba tiba tuan mau membeli toko saya apalagi toko saya ini kecil tuan"ucap buk risa lemah.
"saya hanya tertarik saja dengan toko ini".
"benarkah kau tidak mau menjualnya,saya akan membelinya 10 kali lipat dari harga tokoh ini"ucapnya lantang.
"hahhhh benarkah tuan 10kali lipat"
"iya apakah kau mau menjualnya, atau kurang mahal"
"ha ha tidak tuan,sekarang toko ini mlilik tuan"kata buk risa dengan girang.
"baiklh"berlalu pergi keluar dari ruangan tersebut.
"akhirnya aku jadi orang kaya...hahahah senangnya"buk risa lopat² gk jelas.
pria itupun pergi dari toko itu dan masuk kedalam mobilnya yang mewah.
__ADS_1
"gadis yang manis"ucap pria itu sambil berlalu pergi dari toko itu.
jam 17:00 toko itu sudah tutup, lily, ayu dan rosa sudah bersiap siap untuk pulang kerumah masing masing sebelum pulang buk risa mengumpulkan para pekerja toko itu.
"semuanya mungpung kalian semua sudah berkumpul, saya ingin menyampaikan bahwa toko ini sudah dibeli oleh orang lain dan saya bukan lagi Bos kalian"kata buk risa.
"apa kalian mengerti"
"jadi kami dipecat "ucap ayu.
"tidak kalian tidak di pecat,kalian akan tetap bekerja disini".
"jadi saya harap kalian sudah mengerti, dan kalian boleh pulang sekarang.
akhirnya lily dan yang lainnya pulang kerumah mereka sambil bertanya tanya kenapa tiba tiba toko itu jadi milik orang lain.
lily pun sampai kerumah ia langsung masuk ke kamarnya, neli yang melihat lily seperti itu jadi bertanya tanya.
"kenapa lagi anak itu"kata neli.
"dasar pria kegatelan udah tua masih aja kegatelan,jijik banget aku liatnya"lily.
"dari pada mikirin itu lebih baik aku telepon ayu aja, mau nanya jadi atau gak malam ini.
"halo ayu,malam nanti jadikan"
"iya li jadi jam 8 lo udah harus
sampai ya li"
"ok ,beres deh"
"om, udahan dulu ya aku masih banyak kerjaan ini"langsung mematikan sambungannya.
__ADS_1
"emng bener bener yah si ayu tuh"
lily pun akhirnya tertidur tanpa memikirkan bibinya yang bertanya tanya bingun melihat sikap lily.