Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 56


__ADS_3

Waktu sudah mulai siang, mata Naina mulai mengeryap dan terbuka perlahan-lahan. Setelah matanya terbuka dan nyawanya terkumpul sempurna, mata Naina langsung tertuju ke jam dinding yang menggantung di kamar mereka itu. Waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi. Hampir siang. Naina lalu memutar matanya menatap kesebelah. Ia melihat pemandangan yang sangat ia nantikan selama ini. Pemandangan orang pertama yang ia lihat saat bangun tidur yaitu wajah pria yang ia cintai.


Naina melihat wajah tampan Jonas masih tertidur nyenyak dengan senyum indah di wajahnya. Jonas tidur sambil memeluk erat Naina. Sungguh itu pagi yang indah pikir Naina. Naina pun memutar tubuhnya untuk menghadap ke Jonas. Ia ingin menatap wajah Jonas dengan sangat lama, ia bahkan enggan bangun dari kasur.


Tidak lama setelah menatap wajah Jonas, Naina pun teringat kejadian semalam. Dimana mereka sudah melakukan malam pertama. Naina merasa bangga tadi malam bisa melayani suaminya sampai puas meskipun Jonas menjamah tubuhnya dengan durasi yang sangat lama sehingga membuatnya benar-benar kehabisan tenaga.


Mata Jonas mulai terbuka perlahan, Naina menyadari kalau suaminya akan bangun.


“Sayang, kamu sudah bangun ?” ucap Jonas ketika melihat wajah istrinya saat dia membuka matanya.


“Hhmm,” hanya kata itu yang bisa Naina ucapkan.


Cup


“Morning kiss,” ucap Jonas yang baru saja mencium bibir istrinya sebagai ucapan selamat pagi.

__ADS_1


Pipi Naina kembali merona.


“Ya ampun sayang, mas jadi gemes lagi liat pipi kamu,”


Naina hanya bisa memegang pipinya.


“Sayang, aku pengen lagi pagi ini ?” pinta Jonas dengan manja sambil mengeratkan pelukannya.


“Apa tadi malam aku gak ngasih mas kepuasan ?” tanya Naina.


“Mas sangat puas sayang, tapi mas mau lagi pagi ini, tubuh kamu bikin mas ketagihan, kalau dekat-dekat kamu mas suka gak tahan, pengennya nerkam kamu terus,” ucap Jonas.


Tanpa menunggu lama, Jonas langsung melakukan kembali aksinya seperti tadi malam. Bukan hanya sekali tapi dua kali. Jonas berniat ingin melakukannya sebanyak tadi malam, tapi niat itu langsung ia urungkan saat melihat wajah Naina sudah sangat lelah. Jonas berusaha puas hanya dengan dua kali penyatuan. Sungguh siang itu keringat mereka sangat bercucuran padahal AC di kamar itu sudah sangat full.


Mereka kembali tertidur. Setelah bangun ternyata waktu sudah sore. Tepatnya pukul 3 sore. Naina kembali membuka matanya. Ia merasa sangat lapar dan ingin buang air kecil tapi ia tidak bisa bergerak.

__ADS_1


“Mas, mas, mas...” Naina berusaha membangunkan suaminya. Tidak berapa lama kemudian Jonas terbangun.


“Ada apa sayang ?” tanya Jonas saat dirinya sudah membuka matanya.


“Aku pengen ke kamar mandi, aku gak bisa jalan, kaki aku lemes, itu aku masih sakit mas,” ucap Naina dengan nada pelan, dia sebenarnya malu mengucapkan itu, tapi ia tidak punya pilihan.


“Astaga sayang, mas minta maaf ya udah bikin kamu gini, sini mas gendong kamu ke kamar mandi,” Jonas lalu bangun untuk mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi.


Jonas mulai mengisi air di dalam bathub sambil menunggu istrinya buang air kecil. Naina sebenarnya malu berada di kamar mandi berdua dengan Jonas dalam keadaan telanjang apalagi tanpa jijik Jonas mendududuknya di kloset toilet. Tapi Naina merasa ia harus terbiasa dengan ini.


Setelah bathub sudah penuh terisi air hangat, Jonas lalu mengangkat tubuh istrinya lagi menduduki bathub. Ia pun juga ikut masuk. Di sana untuk pertama kalinya, Jonas memandikan seseorang. Dengan telaten dan penuh kasih sayang, Jonas menggosok seluruh badan istrinya sampai bersih begitu pula dengan badannya sendiri.


Keluar dari kamar mandi pun Jonas yang memakaikan seluruh pakaian istrinya lalu setelah itu memakaikan pakaiannya. Pakaian mereka semalam yang berserakan di lantai di masukan Jonas ke keranjang sampah yang sudah di siapkan di kamar hotel itu. Begitu pula seprei kotor mereka. Jonas juga mengeringkan rambut istrinya dan menyisir rambut istrinya.


“Aku kaya anak kecil deh mas, di mandiin, dipasangkan baju, sampai disisir pula,” ucap Naina.

__ADS_1


“Kamu kan sedang gak bisa gerak sayang, aku yang udah bikin kamu kaya gini, aku yang harus tanggung jawab, lagian aku sangat senang melakukan ini untukmu, selesai, sekarang aku mau mesan makanan dulu buat kita,” kata Jonas.


Jonas lalu meraih HP nya untuk memesan makanan melalui sambungan telepon.


__ADS_2