Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 57


__ADS_3

Setelah selesai menyantap makanan, keduanya pun merasa kenyang.


“Kenyang mas,” kata Naina.


“Aku juga sayang, bagaimana badanmu sekarang sayang, apa milik kamu masih sakit ?”


“Sedikit,”


“Maaf ya sayang, kamu sampai gak bisa jalan,”


“Gak papa mas, aku senang kok,” ucap Naina dengan senyum manisnya.


Mendengar jawaban istrinya Jonas langsung memeluk istrinya.


“Apa kamu tidak menyesal memberikannya padaku sayang ?”


“Gak mas, dari dulu aku sudah mempersiapkannya untukmu,”

__ADS_1


“Benarkah ?”


“Hmm, cuma mas yang berhak, semua yang ada padaku adalah milik mu mas,”


“Mas makin cinta sama kamu,”


“Aku juga mas.”


“Apa tahun ini kamu jadi kuliah sayang di Fakultas Kedokteran ?”


“Gara-gara berita miring beberapa bulan lalu, beasiswa itu gagal kudapatkan mas,” ucap Naina sedih.


“Hahaha, hati sama ucapan kamu sudah bisa mas tebak sayang, jawabannya berbeda, mas tau kamu sangat ingin jadi dokter bedah, mas ingin kamu seperti perempuan-perempuan di luar sana yang bahagia dengan hidupnya.”


“Maksud mas ?”


“Mas gak ingin setelah menikah kamu merasa pernikahan kita akan mengekang kamu, kamu jangan takut, mas masih mampu membiayai kamu, mas akan mendaftarkan kamu kuliah di salah satu kampus swasta ternama di Jakarta, di kampus itu sudah banyak mencetak dokter-dokter yang hebat.”

__ADS_1


“Benarkah mas ?”


“Iya sayang, anggap biaya kuliah itu beasiswa dari mas, kamu kan tinggal bayar mas aja tiap malam diranjang,” goda Jonas.


“Mas apaan sih ? ”


“Mas gak becanda sayang, cuma satu aja yang mas minta, jaga kepercayaan mas ya, kamu bebas melakukan apapun selama itu positif, mas akan dukung, tapi jangan sampai kamu dekat-dekat sama cowok lain, mas sangat cemburu sayang, dan yang lebih utama, setinggi apapun karir kamu nanti, rumah tangga kita harus jadi yang utama !”


“Mas jangan kwatir masalah itu, aku gak selera sama cowok lain mas, aku juga akan memprioritaskan rumah tangga kita,”


“Istri ku ini emang sangat cerdas, bisa banget bikin suaminya senang terus,” Jonas semakin mengerat pelukannya.


Naina tidak tau kalau kampus swasta yang Jonas maksud adalah salah satu kampus milik Winner Grup, dengan kata lain, kampus itu adalah milik Jonas dan tentunya Naina bisa bebas kuliah di sana tanpa harus membayar. Namun Jonas tidak memberitahukan fakta itu ke Naina. Sampai sekarang Naina juga belum tau bahwa suaminya itu benar-benar kaya raya. Naina hanya tau kalau suaminya adalah orang kaya seperti orang kaya kebanyakan bukan orang yang kaya raya. Bisa-bisa Naina kaget nanti jika tau kalau suaminya adalah milyarder sesungguhnya.


Jonas selama ini juga tau kalau Naina adalah orang yang sangat hemat, kartu kredit tanpa batas yang Jonas berikan sejak dulu sangat jarang sekali Naina gunakan, kalaupun Naina gunakan, belanjaan Naina tidak pernah melebihi satu juta. Sungguh hemat kata Jonas. ATM yang Jonas berikan juga sangat jarang Naina tarik uangnya. Naina hanya menggunakannya jika perlu saja. Padahal dari dulu Jonas sengaja mengisi ATM Naina sebanyak 5 juta sebulan. Jonas ingin melihat apakah uang sedekit seperti itu bisa Naina hemat atau tidak. Ternyata di luar dugaan, uangnya hampir jarang berkurang.


Ketika Naina menarik uang dari ATM kadang kala Naina kaget karena uangnya selalu bertambah, tapi Naina tidak memusingkan hal itu. Naina hanya berpikir mungkin ATM itu digunakan Jonas untuk menabung. ATM itu milik Jonas jadi uang itu juga milik Jonas pikirnya jadi dia tidak ingin menghambur-hamburkannya.

__ADS_1


Hal itulah yang membuat Jonas merasa nyaman dengan Naina dari dulu. Ia nyaman hidup bersama Naina karena Naina sangat tulus padanya. Karena itu juga selama ini Jonas selalu terbuka dengan Naina. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan dengan orang lain.


__ADS_2