Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 70


__ADS_3

Saat Hakim sudah mulai membaca keputusannya, tiba-tiba datang seseorang ke ruang sidang. Dia membawa seorang pengacara yang hebat.


“Saya punya buktinya bahwa terdakwa di depan tidak bersalah,” suara pria itu sangat familiar di telinga Dimas, fokus semua orang mengarah ke dia.


Dimas melihat kebelakang, orang itu adalah Jonas Tirta Alvino. Dimas tidak menyangka bos jahatnya datang membawa seorang pengacara.


“Apa yang anda lakukan di sini, bukti sudah mengarah ke terdakwa ?” ucap Jaksa yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Yang Mulia, izinkan kami memperlihatkan bukti baru untuk membela terdakwa,” kata sang pengacara .


“Tidak bisa, bukti itu tidak bisa menjadi bukti yang sah karena tidak masuk di laporan daftar bukti,” Jaksa kembali menyanggah.

__ADS_1


“Ini menyangkut kebenaran Yang Mulia, hanya satu bukti saja, bukti yang sangat real,” ucap pengacara lagi.


Terlihat ketiga Hakim didepan saling berdiskusi. Keluarga Jessica dan Ronald tampak gelisah. Bukti apa yang dimaksud oleh orang yang baru masuk itu pikir mereka.


“Baiklah, berikan buktinya !” Hakim mengabulkan permintaan pengacara.


Jonas lalu duduk di satu kursi kosong belakang Jessica dengan wajah santainya. Sementara sang pengacara mulai memutar video di layar LCD yang memang selalu ada di ruang sidang sebagai sarana prasarana jika ada bukti berupa video.


“Dimas tidak bersalah, hiks…hiks...Ronald yang mencoba memperkosaku, Dimas hanya menolongku sehingga membuat mereka saling memukul, Dimas hanya menyelamatkan aku, hiks…hiks…malam itu setelah menyelamatkan aku, Dimas mengantarku pulang, ayah dan ibuku kaget melihat penampilan berantakanku, aku sudah memberi tahu mereka bahwa Ronald yang melakukannya, orantuaku mendatangi rumah Ronald malam itu, tapi orangtua Ronald malah memberi uang 1 milyar untuk keluarga kami agar memutar fakta ini dan menjadikan Dimas kambing hitam, kami terpaksa setuju untuk melunasi hutang kami, hiks...hiks…maafkan aku Dimas, maafkan aku, hiks…hiks…” jelas Jessica sambil menangis di depan semua orang.


Dimas benar-benar tidak menyangka, gadis yang dia cintai sejak dulu malah menukar pengorbanannya dengan uang. Sungguh Dimas kecewa.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Jessica dan bukti pemutaran video itu, Hakim memutuskan Dimas tidak bersalah dan dibebaskan sementara Ronald di tuntut atas percobaan pemerkosaan dan Jessica di tuntut atas pencemaran nama baik oleh keluarga Dimas.


“Ku mohon Dimas, katakan kepada orantuamu, jangan tuntut aku, aku minta maaf !”


“Maaf Jessica, jika kamu menuntutku dengan pernyataan palsu karena menuruti keinginan orangtuamu, aku pun akan melakukan hal yang sama, hanya bedanya tuntutan orangtuaku bukan pernyataan palsu,”


“Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa kamu menyukaiku ?” Jessica terus saja memohon dengan wajah memelas.


“Itu dulu, aku sudah tidak menyukaimu lagi, aku tidak peduli dengan nasibmu lagi, kamu tenang saja, kamu dipenjara tidak akan lama, renungi semua kesalahan mu selama kamu di penjara !” ucap Dimas untuk terakhir kalinya.


Dimas sudah terlanjur kecewa dengan Jessica. Ia merasa puas karena kejahatan keduanya telah terbukti. Kedua orangtua Dimas sangat berterima kasih kepada Jonas. Mereka senang bos Dimas telah menolong Dimas untuk terbebas dari tuduhan.

__ADS_1


__ADS_2