Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 67


__ADS_3

Waktu itu Jonas sudah kembali dari luar negeri, para karyawan menyambut kedatangan bos mereka dengan memberi hormat ketika bosnya masuk ke dalam kantor. Dimas yang juga ada di sana mengikuti apa yang karyawan lain lakukan. Sesaat Dimas mendongakkan kepalanya. Ternyata CEO nya benar-benar tampan tapi sayang sangat brengsek gumamnya dalam hati.


Setelah penyambutan tersebut, semua karyawan kembali bekerja seperti biasanya. Dimas di minta kepala Divisinya untuk membawa laporan keuangan bulan ini kepada Jonas. Dimas tidak bisa menolak, dengan perasaan gugup ia memberanikan diri naik keatas menuju ruangan sang bos.


Saat ingin mengetuk pintu, Dimas mendengar suara ribut di dalam.


“Kamu itu bisa di andalkan tidak sih, mencari wanita untuk memuaskan aku saja tidak mampu,” ucap Jonas dengan nada tinggi lalu terdengar suara rintih kesakitan dari orang yang sepertinya sekretaris Jonas. Sepertinya Jonas sedang menendang kaki sekretaris itu, buktinya terdengar suara orang jatuh lemas ke bawah.


“Pekerjaan kamu juga lamban, gara-gara kamu pekerjaanku jadi menumpuk, sia-sia aku menggajihmu besar, pergi dari sini, kamu di pecat !” lanjut Jonas lagi.


“Maafkan saya pak, saya berjanji akan melakukan apapun untuk bapak, jangan pecat saya pak, saya mohon,” ucap sekretaris itu.


Dari pembicaraan yang Dimas dengar sepertinya sekretaris itu sedang memohon kepada sang bos namun sang bos tidak memperdulikannya.


“Cepat pergi dari sini, jika dalam hitungan tiga kamu tidak pergi, kaki mu akan ku patahkan !” ucap Jonas lagi dengan ancaman jahatnya. Ancaman itu membuat sang sekretaris takut, dia lalu pergi dalam keadaan takut.


Saat sang sekretaris itu pergi, Dimas sudah bisa mengetahui bahwa Jonas adalah bos terkejam yang pernah ada. Apakah selama ini orang-orang hanya pasrah di perlakukan Jonas semena-mena pikir Dimas.


“Heh kamu ? siapa kamu ?” tanya Jonas dengan nada kerasnya sehingga membuat Dimas terkejut.

__ADS_1


“Saya Dimas pak, karyawan magang di divisi keuangan, saya mau mengantar laporan keuangan bulan ini pak,” kata Dimas gugup.


“Apa kamu tidak mau masuk? sini berikan laporannya padaku !” Jonas lalu duduk dengan arogannya di kursi kebesarannya.


Dimas melangkahkan kakinya masuk dan berdiri di depan meja sang bos jahat itu. Dimas memberi laporan itu dan di sambut oleh Jonas. Jonas memeriksa laporan itu dengan teliti. Sesekali Jonas memperhatikan Dimas yang tertunduk.


“Siapa nama asli mu ? kamu berasal dari kampus mana ?” tanya Jonas ketus.


“Saya Dimas Prabowo pak, mahasiswa Universitas Cita Bangsa,”


“Jadi kamu kuliah di salah satu kampus milik Winner Grup ?”


“Laporan ini lumayan juga, kamu yang membuatnya ?”


“Benar pak, setelah laporan itu di cek oleh kepala Divisi baru laporan itu di berikan kepada bapak,”


“Kerja kamu bagus juga, mulai besok kamu di pindahkan ke bagian sekretaris, mulai besok kamu menjadi sekretarisku !” ucap Jonas.


“Apa ?” Dimas kaget.

__ADS_1


"Oh Tuhan, aku tidak mau menjadi sekretarisnya, sekretaris yang selalu melihat wajahnya setiap saat, sekretaris yang selalu dimintanya mencari wanita pemuas nafsunya, sekretaris yang setiap hari di bentaknya, sungguh sial nasib ku, bagaimana ini ?" lirih Dimas dalam hati meratapi nasibnya.


“Aku tidak menerima penolakan, ini bukan negosiasi tapi perintah, kalau kamu keberatan, silahkan angkat kaki dari kantor ini !” ancam Jonas. Sungguh Dimas tidak sanggup melihat mata elang yang horor itu.


“Baik pak, saya setuju,” Dimas hanya pasrah, mudah-mudahan dia mampu bertahan.


Di dalam hati, Dimas mulai menyesali keputusannya. Esok harinya Dimas memulai bekerja menjadi sekretaris Jonas, hari pertama ia lalui dengan baik dan pekerjaannya membuat Jonas puas. Namun satu minggu kemudian, Dimas hampir tidak bisa bertahan.


“Carikan aku wanita malam, bawa ke hotelku malam ini, cari yang bisa membuatku puas !” perintah Jonas kepada Dimas. Sungguh kebiadaban Jonas memang benar adanya pikir Dimas, dia memang suka meniduri banyak wanita.


Untuk pertama kalinya, Dimas mulai menjalani hari yang paling ia benci, untuk pertama kalinya juga ia melangkahkan kakinya ke tempat hina untuk mencari wanita yang di minta Jonas. Dimas membawa wanita itu ketempat yang di suruh Jonas. Namun pagi harinya di kantor, Dimas mendapat komplen.


“Baru 5 menit aku menyentuhnya, dia sudah membuatku tidak berselera, kamu dapat dari mana wanita membosankan itu ?” bentak Jonas.


“Dari club XX pak,” kata Dimas gugup.


“Aku tidak mau tau, 2 hari lagi bawa wanita yang lebih baik lagi, mengerti ?”


Lagi-lagi Dimas harus menuruti keinginan gila bosnya itu, Dimas begitu frustasi dibuat Jonas karena selain pekerjaannya menumpuk, Dimas juga bingung harus mencari wanita seperti apa yang bisa membuat bosnya puas. Setelah Dimas berhasil membawa wanita malam lainnya lagi. Lagi-lagi Dimas mendapat komplen.

__ADS_1


__ADS_2