
Malam Pertama Dimas dan Dewi.
Setelah Dewi menyandang status menjadi istrinya, mulai sekarang Dewi akan tinggal bersamanya di apartemen. Dimas malam itu membawa Dewi masuk ke kamarnya. Mereka sudah tidak sabar dengan ritual malam pertama mereka.
“Sayang?” ucap Dimas.
“Ada apa kak?” kata Dewi malu-malu.
“Apa kamu bisa jangan panggil aku kakak lagi? aku kan suamimu bukan kakakmu,” protes Dimas.
“Lalu aku harus panggil kakak siapa dong?” tanya Dewi.
“Sama seperti nona Naina memanggil bos!” usul Dimas.
“Mas Dimas?” ucap Dewi.
Mendengar Dewi memanggil namanya pertama kali dengan sebutan itu membuat Dimas tersenyum.
“Kedengarannya kan bagus, apa aku boleh tanya sesuatu?” tanya Dimas lagi.
“Mas mau tanya apa?” tanya Dewi balik.
“Apa kamu mencintaiku?” Dewi hanya mengangguk mendengar pertanyaan Dimas.
“Sejak kapan kamu mencintaiku sayang?” tanya Dimas lagi.
“Sejak… di pasar malam dulu,” jawab Dewi.
“Benarkah?” Dimas terkejut, Dewi hanya mengangguk.
“Kok bisa?” tanya Dimas memastikan.
“Gak tau, waktu di bianglala tiba-tiba aja jantungku deg deg an dekat mas Dimas, waktu mas cerita tentang masa lalu mas dengan cinta pertama mas, aku kagum aja dengan sikap mas Dimas yang baik hati,” kata Dewi tersenyum.
“Aku senang mendengarnya sayang, meskipun kita menikah karena perjodohan tapi aku gak nyangka ada cinta di antara kita, sebelumnya aku gak pernah membayangkan ini,” kata Dimas lagi.
“Apa mas Dimas tau kalau itu adalah salah satu alasan kenapa aku pasrah akan perjodohan ini? kalau aku gak cinta, sudah pasti aku gak akan mau menikah dengan mas, apa aku juga boleh bertanya?” ucap Dewi.
“Apa sayang?”
“Apa mas mencintaiku?” kini giliran Dewi yang memastikan cinta Dimas ke dia.
“Iya sayang, aku mencintaimu, meskipun aku gak tau sejak kapan aku mencintaimu, tapi percayalah padaku, aku sangat sangat mencintaimu,” kata-kata Dimas barusan membuat Dewi bahagia, detak jantungnya sudah mulai tidak terkontrol, dari tadi pipinya merah dengan senyum yang masih merekah di wajahnya.
Melihat ekspresi wajah Dewi sekarang membuat Dimas langsung memeluk erat Dewi, pompa jantung Dewi semakin tidak terkontrol. Dimas mendekat kan bibirnya ke bibir Dewi, di lumatnya bibir itu dengan lembut.
__ADS_1
“Sayang, semoga setelah ini kita cepat punya anak ya?” ucap Dimas yang di balas anggukan oleh Dewi.
Malam ini Dimas dan Dewi saling memadu cinta, penyatuan tubuh itu membuat ******* demi ******* keluar seakan bersahutan. Memberikan hal yang paling ia jaga selama ini untuk Dimas membuat hati Dewi bahagia.
Malam Indah di taman untuk Tiara dan Dirga.
Dari tadi Dirga tidak ingin melepas tangan Tiara, mereka sedang duduk di taman belakang rumah Tiara.
“Ga, kok kamu gak pulang-pulang sih sejak ngantar aku dari acara resepsi? udah jam 9 Ga! awas ya kalau kamu macam-macam apalagi Mama dan Papa malam ini lembur lagi !” ucap Tiara.
“Jujur aja Tiara sayang, aku sebenarnya gak tahan dekat-dekat kamu, tapi aku selalu menahannya, aku juga gak mau merusak wanita yang sangat aku cintai, tapi gak papa kan aku cuma pegang tangan aja?” kata Dirga.
“Gak papa sih, Dirga?”
“Apa sayang?”
“Kapan kamu mulai mencintai aku?” tanya Tiara yang penasaran.
“Sejak kamu selalu nolak aku untuk ku ajak tidur, saat itu aku sadar kalau kamu bukan wanita gampangan, kamu sangat beda dari wanita-wanita yang mengejarku dulu, aku pikir kamu sama seperti mereka karena kamu juga mengejarku,” jawab Dirga.
“Aku memang sangat mencintai kamu, tapi aku bukan wanita yang gampang memberikan mahkota milikmu kepada orang sembarangan,” ucap Tiara.
“Karena itulah aku mencintai kamu ! rasa cintamu padaku dulu mampu kamu kalahkan dengan prinsipmu sendiri,” ucap Dirga lagi.
“Justru aku yang berterima kasih karena aku dicintai oleh wanita baik-baik sepertimu,” Dirga langsung memeluk erat Tiara. Tiara membalas pelukan Dirga. Keduanya malam ini sangat menikmati keindahan malam berbintang.
Romantis ala Jonas dan Naina.
“Sayang? kayanya besok aku sibuk banget deh untuk seminggu kedepannya?” ucap Jonas setelah melakukan ritual cinta dengan istrinya.
“Kenapa memangnya mas?” tanya Naina sambil memeluk suaminya.
“Aku yakin Dewi dan Dimas besok bangun kesiangan, bahkan untuk seminggu ke depannya HP mereka pasti tidak aktif,” ucap Jonas yang tau akan kehidupan ala pengantin baru.
“Kaya kita dulu ya mas, hahaha, semangat ya sayang untuk seminggu ke depan gak ada Dimas membantu semua urusanmu di kantor, tapi kamu tenang aja mas, tiap hari aku bakalan datang ke kantor mas buat memberi mas semangat !” ucap Naina tersenyum nakal. Jonas mengerti arah pembicaraan Naina.
“Istriku sangat pengertian! 2 jam ya sayang? malam nya 2 jam lagi!” pinta Jonas yang juga tersenyum nakal.
“Beres mas, bila perlu selama seminggu Dimas gak masuk kantor, aku akan cuti dari rumah sakit selama itu juga,” kata Naina.
“Itu ide bagus sayang, nanti aku telpon Micko buat ngasih kamu izin!”
“Makasih ya mas?” Naina semakin mengencangkan pelukannya.
“Sayang? gara-gara kamu peluk terus, di bawah sana bangun lagi,” ucap Jonas.
__ADS_1
“Tadi kan udah mas, 2 jam pula,” jawab Naina.
“2 jam lagi ya sayang, biar mas besok semangat kerjanya, besok kerjaan mas menumpuk loh?” Jonas berusaha merayu istrinya.
“3 jam juga boleh,” ucap Naina mengedipkan matanya. Sontak saja Jonas merasa senang.
Jonas tanpa aba-aba langsung menendang selimut yang menutup tubuh polos mereka. Jonas kembali melancarkan aksinya. Ciuman, kecupan dan hisapan lembut kembali Jonas berikan untuk Naina. Permainan panas mereka kembali berlangsung.
“Jangan terlalu pelan ya mas?” pinta Naina.
“Kamu tuh ya sayang, makin hari kayanya kamu yang paling agresif di ranjang,” kata Jonas yang tengah melancarkan aksi panasnya.
“Biarin! kalau lihat mas bikin aku ***** terus,” ucap Naina lagi.
“Mas juga selalu ***** liat kamu, sama-sama ***** ya sayang,” ******* mereka kembali bersahutan kala milik mereka kembali bersatu.
Kebahagiaan tiga pasangan insan itu malam ini tidak bisa di pungkiri lagi. Cintalah yang membuat hati mereka selalu berbunga-bunga. Cinta pula yang membuat mereka semangat menjalani hari-hari. Tahun demi tahun mereka lalui dengan cinta, dan cintalah yang membuat hidup mereka lengkap.
Setelah beberapa tahun berlalu akhirnya Tiara dan Dirga menikah juga. Pernikahan ala kepolisian membuat pernikahan itu begitu banyak prosesnya namun tetap hikmat. Tiara dan Dirga sudah saling berjanji akan menjalani rumah tangga dengan saling terbuka.
Jonas masih tetap sama seperti dulu begitu pula dengan Naina. Mereka masih saling mencintai. Mereka hidup bahagia bersama putra semata wayang mereka Juna Riandra Alvino.
Dimas dan Dewi dikarunia seorang putra juga setelah satu tahun mereka menikah. Putra mereka bernama Tantra Kezio Prabowo. Mereka juga hidup bahagia.
Begitu pula dengan Dirga dan Tiara. Mereka juga hidup bahagia. Setelah dua tahun menikah akhirnya Tiara melahirkan anak kembar perempuan. Putri kembar mereka yang pertama di beri nama Ratasha Larisa Putri. Putri kembar mereka yang kedua di beri nama Natasha Larasati Putri.
Di jet pribadi Jonas.
"Sayang kalau kamu ngantuk tidur aja di kamar!" ucap Jonas yang melihat Naina dari tadi menguap.
" Gak mas, di sana penuh, Juna, Tantra, Ratasha dan Natasha nanti tidurnya terganggu di sana," ucap Naina.
"Ya udah, kamu tidur di kursi aja sayang ! tuh si Dimas sama Dewi, Dirga dan Tiara juga udah ketiduran di kursinya!" tunjuk Jonas.
"Iya mas, oh ya mas berapa lama lagi kita ada di pesawat, kok gak sampai-sampai juga di Italia?" tanya Naina.
"Beberapa jam lagi baru sampai sayang,"
"Si Micko teman mas itu ngapain juga nikah di Italia, kenapa gak di Jakarta aja ?" gerutu Naina karena sudah tidak betah di dalam jet.
"Mana mas tau sayang, masih untung dia mau menikah, hahaha, padahal usianya sudah 47 tahun, sudah ketuaan, hahaha," Jonas tertawa mengingat akhirnya Micko mau menikah juga itupun harus di paksa orangtuanya dulu.
Sudah 9 tahun usia pernikahan Jonas dan Naina dan mereka semakin hari semakin bahagia. Menjalani hari-hari dengan baik, sungguh ending yang bagus. Semoga selalu seperti ini.
#Tamat#
__ADS_1