Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 109


__ADS_3

Setelah Naina sudah bisa diam akhirnya Jonas menceritakan semuanya pada Naina.


“Dengerin mas ya sayang ! mas sudah merencanakan dengan matang pembangunan pulau ini dari satu setengah tahun yang lalu, masa mas ngasih ke kamu dengan cara biasa ? mas bingung gimana cara yang hebat ngasih pulau ini ke kamu sekaligus bikin pesta ulang tahun kamu jadi paling istimewa di momen ini, jadi Dimas menyarankan bikin prank, prank kami pun sudah dari beberapa bulan yang lalu kami rencanakan,” jelas Jonas.


“Dan orang-orang tersayang kita semua ambil bagian. Yang nembak mobil kamu, yang nyeret kamu ke pesawat adalah Tiara dan Dirga sayang,” lanjut Jonas lagi.


“Apa ?” Naina kaget.


“Cewek yang pakai topeng, yang nyeret kamu kesini bersama Tiara dan Dirga adalah Dewi,” kata Jonas lagi.


“Apa ?” Naina kembali kaget lagi.


“Dewi yang nyuruh perias itu ngerjain kamu dengan mengatakan kalau kamu akan dijual ke musuh mas, sumpah sayang, Dewi bilang ke mas dia hampir gak tega liat kamu di bohongin, tapi demi sukses nya acara ini, Dewi akhir nya mampu juga melihat ekpresi kamu,” kata Jonas.


“Pulau ini gak sepi sayang, para karyawan, rekan bisnis mas, keluarga kita, teman-teman kita, semuanya ada disini sejak kemarin. Waktu kamu datang tadi, Dimas nyuruh mereka langsung kumpul semua di aula hotel ini, aulanya di pojok lantai atas kamar ini sayang,” jelas Jonas lebih lanjut.


“Sekarang mereka lagi nunggu kita keluar buat meresmikan pulau ini dan merayakan ulang tahun kamu, anak kita juga ada disini, dia lagi sama Mami Papi,” Jonas kembali tersenyum.


“Aku tersentuh mas, makasih ya sayang, aku sangat senang,” Naina semakin mengeratkan pelukannya. Ia tidak menyangka akan mendapatkan hadiah istimewa dihidupnya. Selama 20 tahun dia menjalani hidup, hari ini menjadi sejarah baru baginya. Orang yang dia cintai selalu punya cara untuk membuatnya menjadi sangat istimewa.

__ADS_1


“Aku sangat mencintaimu mas,” ucap Naina.


“Akupun juga begitu sayang, kamu masih marah ?” tanya Jonas.


“Mana mungkin aku masih marah, justru aku sangat bahagia sekarang, aku terharu,”


“Mas janji akan bikin kamu setiap hari terharu, ya udah ayo kita turun ! mereka sudah menunggu kita, tapi sebelum itu, kamu pakai itu dulu !” Jonas berdiri mengambil sesuatu di lemari, sebuah blazer elegan yang dia ambil.


“Kamu pakai ini ya sayang ! baju kamu terlalu seksi, Dewi benar-benar deh, untung di sepanjang jalan tadi orang-orang udah kumpul di aula, kalo gak, pasti mereka udah nelan ludah melihat tubuh seksi kamu ?” Gerutu Jonas yang agak protes dengan ide dandanan Dewi tapi ia tidak marah.


“Iya suamiku sayang, hanya kamu yang boleh melihat tubuh seksiku,” Naina langsung mengambil blazer itu dan memakainya, tubuh bagian atas Naina yang tadi terbuka sudah tertutup. Setelah Naina memasang blazer mereka lalu keluar dari kamar itu sambil bergandengan mesra.


Pintu aula besar itupun dibuka. Semua orang ternyata sudah berkumpul disana, Jonas dan Naina di sambut dengan penuh suka cita, kedatangan mereka sangat ditunggu-tunggu, semua tamu undangan bertepuk tangan kala Jonas menggandeng mesra istrinya naik ke panggung aula untuk memberikan pengumuman.


Terlihat Dirga dan Tiara mengacungkan jempol ke Naina sehingga di balas oleh Naina dengan kepalan tangan seolah ingin meninju mereka padahal tidak. Tiara dan Dirga duduk di kursi depan dengan meja bundar. Di meja itu juga ada Dimas dan Dewi.


Dimas dan Dewi tertawa lebar melihat Jonas dan Naina melangkah menuju panggung terlebih lagi saat mereka mengingat ekpresi Naina tadi saat di seret. Tidak jauh dari meja mereka berempat, terlihat Bagas dan Ivana dengan Juna digendongan Ivana. Ivana mengangkat tangan kanan cucunya itu untuk melambai ke Jonas dan Naina, lambaian itu di balas oleh Jonas dan Naina.


"Anak kita mas ?" ucap Naina.

__ADS_1


"Iya sayang, Papi Mami dan Juna tiba di sini sejam sebelum kamu datang, dan tamu-tamu lainnya sudah datang dari kemarin," ucap Jonas.


Kedua orangtua Dimas, orang tua Dewi dan orangtua Tiara juga hadir. Micko dan kedua orangtua nya juga hadir. Sudah lama hubungan Micko dan Jonas membaik.


Kini Jonas dan Naina sudah berada di atas panggung aula, kue ulang tahun besar dikeluarkan dan di bawa ke atas panggung, riuh tepuk tangan semakin meriah saja menggema, terlihat senyum bahagia Naina tidak ada pudarnya dari tadi. Di kue itu sudah ada lilin dengan angka 20, menandakan usia Naina sekarang. Seorang pelayan memberikan mic kepada Jonas.


“Selamat malam semua, saya dan istri saya malam ini sangat bahagia, terima kasih karena kalian sudah memenuhi undangan kami, tanpa kalian pesta hari ini tidak akan berhasil kami laksanakan dengan suka cita dan penuh kebahagiaan, “The Love Island” akan menjadi sebuah pulau rekreasi terbesar di benua Amerika, pembangunan luar biasa ini akan menjadi icon destinasi wisata terbesar didunia dan hanya dimiliki oleh Winner grup saja, dan tentunya pulau ini adalah hadiah ulang tahun untuk istriku tercinta Naina Alexandra, I Love You Sayang, terima kasih kamu sudah menjadi bagian dari hidupku, terima kasih kamu sudah melahirkan anakku, dan terima kasih kamu sangat mencintaiku,” Jonas langsung mencium pipi istrinya sehingga membuat orang-orang kembali bertepuk tangan.


“Dan di momen ini juga, tepat di ulang tahun istri saya tercinta, saya resmikan “The Love Island” akan mulai beroperasi minggu depan,” ucap Jonas yang langsung di sambut dengan tapuk tangan meriah lagi oleh seluruh tamu undangan.


Setelah selesai mengumumkan sesuatu, lagu ulang tahun untuk Naina mulai di nyanyikan di iringi dengan musik piano dan biola. Naina pun meniup kue ulang tahunnya dan memberikan potongan pertama kue ulang tahun kepada suaminya.


Pok... pok... pok... pok...


Tepuk tangan meriah kembali riuh kala Naina menyuapi kue itu langsung ke mulut Jonas.


“Terima kasih sayang, aku sangat beruntung memiliki suami seperti mu, terima kasih sudah terlahir didunia ini untukku,” bisik Naina ketelinga Jonas setelah memberikan suapan kue pertama sehingga membuat Jonas bahagia.


“Terima kasih kembali sayang, aku sangat bersyukur Tuhan mengirimmu untuk menjadi bidadariku,” balas Jonas, ia pun lalu memeluk Naina. Momen ini begitu membahagiakan.

__ADS_1


__ADS_2