Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 95


__ADS_3

Sesampai dirumah sakit Medika, Dirga memarkirkan mobilnya. Dia mengikuti Tiara keluar.


“Ngapain lo keluar ?” tanya Tiara masih dengan nada bicara jutek.


“Jangan geer ya lo, gue juga mau jenguk Dewi, gimanapun juga kita teman satu SMA !” kata Dirga berusaha memberikan alasan, padahal tujuannya mengantarkan Tiara supaya bisa menghabiskan sepanjang hari bersama Tiara bukan ingin pulang kerumah orangtuanya.


“Kita emang satu SMA tapi gak akrab, udah sana pulang !” usir Tiara.


“Terserah gue dong mau pulang atau gak, yang penting kan gue gak kesini karena lo tapi juga mau jenguk Dewi, gue juga masih punya hati kali,”


“Terserah lo, gue malas debat sama lo,” Tiara akhirnya membiarkan Dirga mengikutinya ke ruang rawat Dewi.


Sesampai disana, Tiara langsung memeluk Dewi penuh haru sampai-sampai keberadaan Dirga tidak di anggap ada.


“Ra, Naina hilang Ra ? sudah sebulan dia hilang,” Dewi menangis di pelukan Tiara. Tiara mengelus-elus kepada Dewi dengan posisi Tiara duduk di ranjang rawat Dewi.


“Gue yakin Naina pasti baik-baik saja, om Jonas dan kak Dimas sekarang pasti sedang berusaha melacak keberadaan Naina,” Tiara berusaha menenangkan Dewi.

__ADS_1


“Gue bersalah Ra,” Dewi masih menangis.


“Lo gak salah Dewi, ini musibah, lo sekarang harus fokus atas kesembuhan lo, ya !”


Dewi hanya mengangguk. Pandangan Dewi pun mengarah ke Dirga.


“Gue kesini juga mau jenguk lo, gue juga masuk kepolisian bareng Tiara, kita gak sengaja ketemu disana,” jelas Dirga ke Dewi.


“Oh ya,” Dewi bersikap ketus juga, ia masih dongkol dengan sikap Dirga dulu yang mempermainkan Tiara dan menyebarkan gosip murahan tentang Naina di sekolah.


“Maaf Dew, gue gak punya niat bawa dia kesini, dia maksa,” kata Tiara.


“Tuh, temen lo aja gak ngelarang gue jenguk dia, masa lo mau ngelarang ?” Dirga tersenyum kecil kearah Tiara namun Tiara masih membuang pandangannya.


“Apa gue salah liat ya ? kok tatapan Dirga berbeda ke Tiara, apa Dirga suka sama Tiara ? secara mereka kan sudah 2 bulan pelatihan, pasti mereka sudah mulai akrab disana ?” batin Dewi.


Kedatangan Tiara dan Dirga untuk menjenguk Dewi membuat Dewi agak terhibur dan melupakan sejenak kesedihannya atas hilangnya Naina. Sementara itu di desa Blambangan, Naina kini tinggal bersama nenek Salma dan Susi putri tunggal nenek Salma yang sudah menjanda. Susi adalah ibu-ibu galak dan mata duitan, diusia Susi yang hampir 50 tahun ia tidak memiliki anak, sehari-hari tinggal di desa itu Naina membantu nenek Salma menanam sayur dan menjual sayur hasil perkebunan keliling kampung.

__ADS_1


1 bulan yang lalu ketika Naina siuman, Naina mengalami amnesia, dia lupa segala tentang dirinya, karena nenek Salma kasihan padanya nenek Salma membiarkan Naina tinggal dirumahnya. Nenek Salma juga merahasiakan dari Naina bahwa Naina baru saja keguguran, ia takut Naina akan syok jika mengetahui ini semua.


Kehadiran Naina membuat Susi tidak suka karena beban biaya hidup keluarga miskin mereka otomatis bertambah, apalagi Susi sangat malas bekerja. Selama ini hanya nenek Salma yang sudah tua yang mencari nafkah sementara Susi hanya berleha-leha ngobrol santai dengan para tetangga. Setelah kehadiran Naina, nenek Salma senang ada yang membantunya bekerja di kebun dan sawah. Nenek Salma menamai Naina dengan nama Siti. Nama itu hanya sementara menunggu Naina menemukan kembali ingatannya. Naina senang di terima dengan baik oleh nenek Salma meskipun saat malam ia juga sering menangis karena tidak bisa mengingat masa lalunya bahkan tidak tau dirinya siapa.


Awalnya Naina tidak bisa bekerja di kebun dan sawah, karena dia sebenarnya tidak pernah bekerja begitu, tapi karena tidak enak menumpang hidup ke nenek Salma, setiap hari ia belajar dengan tekun, dan akhirnya ketekunannya membuahkan hasil, sekarang ia sudah ahli menanam sayur dan memupuk semua sayur yang ia tanam. Naina sangat senang menjalani hari-harinya di desa terpencil itu, desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, desa yang masih original, dimana semua teknologi sangat jarang ada.


Meskipun Naina sudah tidak berpenampilan layaknya istri konglomerat kaya lagi tapi keanggunannya sebagai gadis ala desa masih memancarkan pesona yang berhasil membuat para lelaki menyukainya. Kecantikan Naina membuat para pemuda disana banyak menyukainya, bahkan ada yang ingin melamarnya, tapi Naina berusaha selalu menolak secara halus karena dirinya sama sekali tidak punya perasaan ke pemuda-pemuda desa yang menyukainya itu. Ia juga berjanji pada dirinya tidak akan berdekatan dengan lelaki manapun sebelum menemukan ingatannya. Ia pun juga tidak tau kenapa ia bertekat begitu.


Di siang hari yang cerah ini Naina baru pulang setelah menjajakan sayur hasil kebun nenek Salma keliling kampung. Kedatangannya langsung di serbu seribu pertanyaan oleh Susi.


“Hasil jualan kamu banyak tidak hari ini ?” tanya Susi yang baru saja melihat Naina duduk di pelataran rumah.


“Lumayan banyak bu, nanti aku kasih ke nenek duitnya,” kata Naina.


“Bagus, banyak-banyak saja kamu menghasilkan duit buat kami, kamu harus tau diri, kalau bukan karena ibuku, kamu akan jadi gembel di desa ini, jadi kamu harus kerja yang rajin, bila perlu kamu jadi buruh sawit saja di sana !”


“Nanti kalau kebun sayur kita sudah tidak menghasilkan keuntungan lagi, baru aku kerja disana,” ucap Naina.

__ADS_1


Naina sadar akan posisinya di rumah itu, karena itu ia selalu menurut meskipun kadang ucapan Susi sangat menyakitinya.


__ADS_2