
Malam ini Naina kembali tidur sendirian di apartemen yang mewah itu. Saat Naina ingin menutup matanya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya.
Tok tok tok
“Nona Naina, ada yang jemput nona Naina ?” kata pembantu itu sambil mengetuk.
Naina pun membuka pintu kamarnya.
“Siapa yang jemput ?”
“Orang suruhan tuan Jonas, dia sudah ada di depan, katanya dia di perintahkan tuan Jonas untuk mengantar nona kesuatu tempat,”
“Kamu yakin ?”
“Yakin nona”
“Kalau gitu aku hubungin mas Jonas dulu buat memastikan,”
Naina lalu mengambil HP nya untuk menghubungi Jonas, untunglah telponnya kali ini diangkat oleh Jonas.
“Mas nyuruh orang jemput aku ?” tanya Naina.
__ADS_1
“Iya sayang, mas mau kasih liat kamu sesuatu, kamu dandan yang cantik ya sayang !” ucap Jonas dengan nada lembutnya.
“Iya mas, aku siap-siap dulu !” ucap Naina antuasias. Hatinya berubah menjadi bahagia kala nada bicara Jonas kembali hangat dan tidak cuek lagi. Sungguh ia benar-benar merindukan Jonas.
“Iya sayang, aku tunggu ya ?”
“Iya mas, oh ya mas, mas sudah ada di Jakarta ?”
“Sudah sayang, maaf ya mas gak ngabarin, mas sibuk akhir-akhir ini, mas udah berusaha menyelesaikan pekerjaan mas dengan cepat, biar nanti habis nikah, kita ada waktu buat bulan madu,”
“Gak papa mas, aku tutup dulu telponnya ya ?”
“I Love You Too My Hubby”
Setelah telpon di tutup, Naina lalu bergegas berganti pakaian. Kali ini ia akan berdandan super cantik. Dia menggunakan dres hijau selutut dengan bahu terbuka yang akan memperlihatkan leher indahnya. Rambutnya di gerai indah. Tidak lupa juga Naina memakai parfum dan sepatu hils 7 cm. Setelah memastikan semuanya sempurna, Naina lalu keluar menemui orang suruhan Jonas itu. mereka berangkat ke tempat yang Jonas minta.
Jonas sekarang sedang menunggu di atap sebuah gedung hotelnya dengan helikopter yang sudah terparkir di sana, dari tadi senyum Jonas begitu merekah karena ia akan melakukan acara lamaran secara langsung kepada Naina. Ia ingin Naina mendapatkan perlakuan istimewa selama menjadi wanitanya. Malam ini ia akan mengajak Naina untuk ke Raja Ampat, di sana sudah ia siapkan dengan bagus untuk acara lamarannya secara pribadi, meskipun lamaran romantis ini hanya berdua ia lakukan dengan Naina.
Sudah lama Jonas menunggu, namun orang suruhannya itu tidak datang juga, bukankah jarak apartemen dan gedung hanya sekitar 30 menit saja. Tapi sekarang sudah 1 jam berlalu. Hati Jonas semakin tidak karuan. Ia pun menelpon orang suruhannya, namun nomor itu tidak aktif. Sial. Jonas lalu menghubungi Dimas.
“Hallo bos ?” ucap Dimas.
__ADS_1
“Aku sudah menunggu Naina selama 1 jam tapi dia belum datang juga. Cari tau dimana keberadaan Naina sekarang !”
“Baik bos.”
Sambil menunggu informasi dari Dimas, Jonas mondar-mandir kesana kemari dengan perasaan cemasnya. Tidak lama kemudian, panggilan Dimas masuk.
“Anak buah kita yang di suruh bos menjemput nona Naina ditemukan telah mati bos,”
“Apa ?”
“Mayatnya di temukan di dalam mobil, mobilnya berada di jalan menuju hotel bos, jalanan di sini sepi,”
“Shitt, kurang ajar, bagaimana dengan Naina ?”
“Naina tidak ada di dalam mobil bos, kami sedang melacaknya,”
“Sialan, pasti ini ulah Micko dan Imelda lagi, akan ku bunuh mereka dengan tanganku sendiri kalau mereka ku temukan, cepat temukan Naina !”
“Baik bos.”
Jonas begitu frustasi. Dia lalu turun ke bawah untuk pergi ketempat kejadian.
__ADS_1