
Dimas hari ini sudah mengurus semua masalah yang ada. Siang ini Dimas sesuai perkataannya datang menemui Jonas untuk melapor.
Tok tok tok
“Masuk !” ucap Jonas dari dalam kamar rawat Naina.
Cklek…
“Bos ?”
“Sstt, Naina baru tidur, ada apa ?”
“Ada banyak hal yang ingin saya laporkan bos,”
“Ayo kita bicara diluar !”
Dimas mengikuti langkah Jonas keluar, mereka bicara di lorong ujung rumah sakit tersebut.
“Apa yang kamu temukan selama penyelidikanmu ?” tanya Jonas.
“Mayat pria yang menculik nona Naina sudah ditemukan bos, mayatnya sudah membusuk di dekat jurang, sepertinya malam itu nona Naina terpaksa membunuhnya ?”
“Rahasiakan semua ini dari orang lain, aku tidak ingin orang-orang menilai istriku sebagai wanita tidak baik !”
“Baik bos, kami pun tadi malam diam-diam mengubur mayat laki-laki itu, semua urusan di desa itu juga sudah beres, mengenai orangtua Micko…”
“Papi sudah mengatakannya tadi padaku, untuk terakhir kalinya aku akan mengampuni mereka, tapi tidak untuk lain kali,”
“Baiklah bos, apa bos akan segera ke Jakarta sekarang, saya sudah memberitahukan Dewi tentang nona Naina yang sudah ditemukan beserta keadaan nona Naina.”
“Kerja bagus Dimas, setelah Naina bangun dari tidurnya kita langsung pergi ke Jakarta !”
“Baik bos, kalau begitu saya menunggu diatas gedung rumah sakit ini,”
__ADS_1
“Pergilah !” Dimas pun bergegas pergi.
Setelah Dimas pergi keatap gedung, Jonas pun kembali keruang rawat Naina. Dia sudah melihat Naina bangun dari tidurnya.
“Sayang kamu sudah bangun ?” Jonas menghampiri istrinya.
“Mas dari mana saja ?” tanya Naina.
“Tadi Dimas datang melaporkan sesuatu jadi mas keluar sebentar,”
“Dimas ?”
“Dia orang kepercayaan mas, jika ingatanmu pulih kamu akan mengingatnya juga, dia juga mengatakan bahwa Dewi dan Tiara sangat senang kamu ditemukan,”
“Dewi dan Tiara ?”
“Mereka sahabat baik kamu sayang, nanti mas akan mempertemukan kamu dengan mereka saat kita sudah sampai di Jakarta,”
“Aku juga sangat ingin bertemu dengan Mami dan Papi,”
“Mas ?”
“Iya sayang ?”
“Aku mimpi tadi,”
“Mimpi apa sayang ?”
“Aku ingin pergi ke jembatan itu, tempat dimana kita hampir mati !”
“Kamu mengingat itu ?” Jonas tidak percaya Naina mengingat peristiwa tragis yang pernah mereka lalui dulu di bawah jembatan.
“Aku memimpikan itu tadi, aku rasa itu ingatan ku yang hilang,”
__ADS_1
“Tapi itu bukan ingatan yang baik sayang, kamu yakin mau ke sana ?” tanya Jonas memastikan.
“Sangat yakin mas, boleh ya ?”
“Baiklah sayang, tapi mas harus menemani kamu !”
“Makasih mas.”
“Apapun akan mas lakukan untuk kamu sayang.”
Jonas memeluk dan mencium kening istrinya. Mereka berharap setelah ini semua akan menjadi damai kembali. Siang itu mereka memutuskan untuk pulang ke Jakarta dengan helikopter. Sesampai di Jakarta mereka memutuskan akan pergi ke jembatan itu dulu, jembatan yang menjadi awal mula Naina menyerahkan hidupnya dulu pada Jonas setelah Jonas berhasil menyelamatkannya.
Kini Jonas dan Naina sudah berdiri di atas jembatan, mereka melihat kebawah sungai yang mengalir di bawah jembatan itu, sangat deras. Naina memusatkan pandangannya ke bawah kaki jembatan itu, air mata Naina seketika menentes. Jonas melihat istrinya lagi-lagi menangis.
“Sayang, aku gak suka kamu nangis, udah dong sayang !” pinta Jonas dengan lembut, ia pun memeluk istrinya dari belakang sambil mengelus kepala istrinya.
Naina memejamkan matanya berusaha menemukan ingatan tentang Jonas. Perlahan-lahan ingatan gelap itu menerang, Naina ingat saat om dan tantenya dulu memperlakukan dia bagai binatang setelah orangtuanya meninggal, ia ingat om dan tantenya menjual dirinya kepada ibu-ibu penjual organ tubuh sehingga membuatnya sampai ke Jakarta, ia ingat saat mencoba kabur dari ibu-ibu penjual organ tubuh itu pertama kali sehingga membuat Naina berakhir ditembak dibagian kakinya, Naina ingat usaha kabur keduanya setelah mata kanannya diambil, ia ingat bertemu Jonas dan Micko pertama kali di depan pintu ruang jenazah, ia ingat Jonas berusaha menyelamatkannya dari anak buah si penjual organ padahal saat itu Jonas tidak mengenalnya, ia ingat Jonas kembali menyelamatkannya saat mereka hampir mati di bawah kaki jembatan itu, ia ingat saat pertama kali membuka matanya di apartemen Jonas, ia ingat saat pertama kali baru menyadari bahwa dirinya sudah sangat jatuh cinta pada Jonas sehingga membuat dirinya rela mendorong tubuhnya duluan pada Jonas.
Air mata Naina mengalir semakin deras meskipun saat itu matanya masih terpejam. Ia kembali mengingat masa lalunya. Ia ingat saat Jonas menyelamatkannya dari semua hujatan dulu, ia ingat peristiwa di Anyer, ia ingat saat Jonas melamarnya dengan sangat romantis di pulau nelayan dulu, ia ingat pernikahan membahagiakan nya bersama Jonas beberapa bulan lalu, ia juga kembali ingat saat dirinya hamil. Air matanya kian menetes deras, Jonas sangat cemas melihat istrinya semakin tidak bisa mengendalikan air matanya.
Ingatan terakhir Naina terpusat pada kejadian satu bulan lalu saat dia diculik dan hampir dibunuh di hutan itu, ia sangat menyesal tidak bisa melindungi janinnya sehingga membuatnya keguguran, ia menyesal tidak mendengarkan kata-kata Jonas untuk tidak ikut studi tour dulu. Ia merasa semua ini adalah salahnya. Ia juga ingat tidak sengaja membunuh pria yang menculiknya itu. Naina tidak bisa membendung air matanya. Ia langsung membalikan tubuhnya menghadap Jonas, ia langsung membalas pelukan Jonas dengan begitu erat.
“Mas ? aku bersalah, aku bodoh mas, maafkan aku mas Jonas ?” kata Naina.
“Kamu ingat namaku sayang ?” Jonas tidak percaya atas apa yang ia dengar.
Naina mengangguk.
“Maafkan aku mas, aku benar-benar gak berguna, aku benar-benar bodoh,”
“Apa kamu sudah bisa mengingat semuanya sayang ? padahal kata dokter kamu akan sulit memulihkan ingatanmu ?”
“Aku ingat mas, entah kenapa aku bisa ingat, maafkan aku mas maafkan aku,” Naina masih menangis.
__ADS_1
“Sudah sayang, berhentilah minta maaf, ini bukan salahmu, jangan menangis lagi, ya sayang ?” Jonas bahagia Naina berhasil mengingatnya.