Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 54


__ADS_3

Kini mereka sudah berada di atas ranjang, dengan posisi Naina berada di bawah dekapan Jonas. Naina masih memeluk leher Jonas dari tadi dan tidak punya niat untuk melepaskannya. Jonas pun begitu, ia masih memandang lekat wajah cantik istri tercintanya dengan tangannya sambil merapikan rambut istrinya yang agak berantakan.


“Mas tadi kemana ?” tanya Naina dengan nada suara lembut.


“Mas tadi keluar sebentar sayang nemuin Dimas, Dimas mau melaporkan ke mas kalau pencarian Micko masih belum membuahkan hasil,” jawab Jonas dengan nada suara lembut juga.


“Jadi Micko belum ketemu mas ?”


“Iya sayang, tapi kamu tenang saja, kami akan mencarinya sampai ketemu,” kata Jonas lagi sambil membelai kepala istrinya.


“Bagaimana dengan Imelda mas ?” tanya Naina lagi.


“Imelda meninggal sayang karena tembakan itu, tapi mas rasa dia pantas mendapatkannya,”


“Apa yang akan mas lakukan jika mas menemukan Micko ?” Tanya Naina kembali.


“Mas belum memikirkannya sayang,”

__ADS_1


“Begitu ya mas,”


“Sayang ?”


“Ada apa mas ?”


“Kalau mas malam ini meminta hak mas, apa kamu gak keberatan ? mas sudah gak bisa menahannya lagi,”


“Aku sudah menjadi milik mas, bahkan sebelum menikah pun jika mas meminta aku melayani mas, aku akan dengan senang hati melakukannya, tapi mas mengatakan tidak ingin merusakku,” ucap Naina.


“Aku memang gak ingin merusakmu sayang, aku dari dulu berusaha menahan nafsuku, karena aku ingin menyentuhmu di saat yang tepat, dan sekarang aku ingin melakukannya,”


“Makasih sayang,” Jonas lalu mengecup kening Naina.


Jonas memulai aksinya, ia mencium bibir Naina, bahkan sampai ke leher Naina. Leher Naina ia buat beberapa tanda kepemilikan disana. Tubuh Naina tidak luput dari sentuhannya. Tangan Jonas pun sudah mulai nakal mengerayangi lekuk tubuh indah Naina.


“Ayo duduk sebentar sayang, mas mau lepas baju kamu !” kata Jonas dan dituruti oleh Naina.

__ADS_1


Naina bangun dari posisi berbaringnya lalu ia duduk di atas tempat tidur tepat di sebelah Jonas. Sungguh saat ini jantung Naina semakin berdetak kencang. Malam ini ia akan menyerahkan mahkota berharganya untuk pria yang dicintainya ini.


Jonas mulai melepaskan tiara di atas kepala Naina. Lalu tangannya beralih kebelakang gaun Naina untuk menarik releting gaun itu kebawah. Setelah resletingnya berhasil ditarik, Jonas lalu sedikit demi sedikit menurunkan gaun Naina ke bawah. Perlahan tapi pasti Jonas berhasil melepas semua pakaian Naina. Pakaian itu berserakan di lantai.


Jonas memperhatikan tubuh Naina dengan tatapan takjup sementara Naina yang merasa di perhatikan merasa sedikit malu.


“Apa tubuhku gak menarik mas ?” tanya Naina.


“Tubuhmu sangat indah sayang, mas sangat menikmatinya, tubuhmu begitu menggoda,” jawab Jonas.


“Aku takut mengecewakanmu mas, aku takut gak bisa memberikan kepuasan untuk mas,”


“Jangan takut sayang, kamu selalu bisa bikin mas puas, bahkan mas ingin setiap malam menikmati tubuh indahmu,” kata Jonas yang kembali membuat pipi Naina merona.


“Aku mencintaimu mas,” ucap Naina.


“Cintaku lebih besar dari yang kamu bayangkan sayang,” balas Jonas.

__ADS_1


Suasana kamar itu malam ini di baluti oleh berbagai rasa. Ada rasa berdebar-debar, ada rasa tidak sabaran, ada rasa bahagia, bahkan ada rasa haru. Momen ini sangat di nanti oleh Jonas dan Naina sejak dulu. Dulu mereka pernah hampir melakukannya tapi selalu gagal karena situasi tidak mendukung, malam ini apa yang harus terjadi tidak boleh gagal lagi.


__ADS_2