Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 107


__ADS_3

6 Bulan Kemudian


Hari itu Naina pulang kuliah seperti biasanya, ia mengendarai mobil merah miliknya. Ia sudah tidak sabar untuk pulang melihat Juna bayinya. Saat berbelok di jalan yang sepi tiba-tiba....


Duar duar duar duar…..


Suara pistol menghantam empat ban mobilnya, Naina mulai banting stir.


Aaaaa…..


Brukk…..


Mobilnya menabrak pohon besar disekitar itu….


“Apa yang terjadi ?” Naina panik, untunglah dia tidak terluka


“Siapa yang melakukan tembakan ? ada apa ini ?” Naina melihat sebuah mobil hitam datang, dari mobil itu keluar dua orang yang memakai penutup wajah yang hanya kelihatan matanya saja.


Mereka menyeret Naina keluar dari mobilnya.


“Siapa kalian, lepaskan aku, kalian tidak tau aku siapa, jika suamiku tau maka dia bisa membunuh kalian,” Naina meronta kala dirinya diseret oleh dua orang itu.


“Lepaskan, aku bilang lepaskan !” teriak Naina. Mulut Naina langsung dibekap. Naina langsung tidak sadarkan diri.


Beberapa jam kemudian, Naina sadar dari pingsannya. Ia tidak tau berada dimana, tangannya diikat begitu juga dengan kakinya, dia diikat diatas kursi, kursi meja rias, bajunya sudah berganti dengan pakaian yang sangat seksi. Rok yang ia pakai 10 cm diatas lutut, bahunya terbuka, ia tengah dirias.

__ADS_1


“Wah nona sangat cantik ya ?” kata perias itu


“Kalian siapa, aku ada dimana ?” Naina kaget luar biasa melihat disekelilingnya.


“Kami perias nona, kami mendapat perintah untuk membawa nona bertemu dengan seseorang yang akan nona layani, kita ada dipesawat sekarang, kita akan ke Amerika ?” kata perias itu santai.


“Apa ? siapa yang menyuruh kalian ? kalian tidak tau aku siapa ?” Naina mulai cemas. Ada apa ini sebenarnya pikirnya Naina.


“Kami sangat tau nona itu siapa, bos kami yang cantik jelita itu menyuruh kami mendandani nona seseksi mungkin agar tidak mengecewakan atasannya, atasannya pasti senang bisa tidur dengan istri konglomerat kaya,” perias itu tersenyum devil.


“Jika suamiku tau kalian menjualku pada orang lain, mereka akan membunuh kalian, lepaskan aku !” Naina berusaha melepas ikatannya, tapi tidak bisa.


“Siapa yang menyuruh kalian ?” Naina bertanya itu berkali-kali.


“Mungkin orang yang dendam ke suami nona, aku yakin akan ada video nona bercumbu panas nanti yang akan dikirim ke suami nona, hahaha,” perias itu tertawa terbahak-bahak.


“Kalau begitu setelah nona melayaninya saja nona mati ! aku yakin setelah ini nona pasti tidak akan mau mati, hahaha,” para perias itu masih tertawa, tawa mereka begitu ngeri menurut Naina.


“Mas Jonas…hiks…hiks…Juna...hiks…hiks…Tiara...Dewi…apa kalian tau aku diculik…hiks…aku lebih baik mati dari pada dijual ke pria lain…hiks...mas…siapa yang dendam sama mas…hiks...” Naina tidak henti-hentinya menangis.


Para perias itu terdiam melihat Naina menangis, sepertinya mereka kasihan dan tidak tega. Hati Naina benar-benar kacau, pikirannya benar-benar buntu. Berselang beberapa jam sepertinya pesawat mereka sudah sampai di Amerika. Para perias itu pergi meninggalkan Naina.


“Kalian mau kemana ? lepaskan aku ?” pinta Naina memelas.


Cklek….

__ADS_1


Pintu terbuka.


Ada 3 orang yang masuk. Dua orang yang memakai penutup wajah, mereka yang menembak mobil Naina waktu itu, dan satu orang lagi seorang wanita yang memakai topeng, sepertinya dia seorang wanita.


“Bos, dia sudah kami rias, kami pergi dulu?” para perias itu pamit, mereka bertiga yang didepan pintu hanya memberikan isyarat tangan tanda boleh pergi, mereka bertiga tidak berkata sepatah katapun.


Mereka bertiga mulai mendekati Naina. Salah satu dari mereka melepaskan ikatan Naina. Naina yang ikatannya sudah dilepas meresa memiliki peluang untuk kabur dari tempat mengerikan itu.


Naina mulai berdiri ingin mendorong wanita bertopeng itu, tapi tiba-tiba dua orang yang memakai penutup wajah itu langsung mencekam tangan Naina. Mereka menyeret Naina keluar secara paksa.


“Lepaskan aku, kalian tidak tau aku siapa ?” Naina di seret sepanjang jalan oleh mereka. Naina masih diseret paksa sampai keluar dari pintu pesawat. Naina sangat kaget melihat situasi di luar, begitu sepi, dan seperti sebuah pulau saja tapi bangunan disana begitu lengkap. Keindahan tempat itu tidak membuat Naina melupakan situasinya sekarang.


“Lepaskan aku ! kalian mau bawa aku kemana ? bunuh saja aku daripada kalian membawaku ke pria yang ingin meniduriku !” Naina masih berteriak, kini ketiga orang itu sudah menyeret Naina masuk kemobil.


“Siapa kalian, kenapa dari tadi tidak bicara ?” Naina berteriak lagi, di sepanjang jalan ketiga orang itu tidak berbicara. Kini mereka sudah sampai di sebuah hotel mewah. Hotelnya begitu sepi. Naina diseret keluar menuju sebuah kamar.


“Jangan lakukan itu padaku, aku akan melakukan apa saja agar bos kalian memaafkan suamiku, asal jangan menyuruhku melayaninya, aku mohon, biarkan aku pergi !” Naina menangis keras.


Mereka sudah tiba di pintu lift, mereka masuk ke lift, ketiga orang misterius itu masih tidak bergeming. Mereka menekan tombol lift ke lantai paling atas, sepanjang jalan Naina menangis agar mereka mau melepaskan Naina namun tangisan keras itu tidak di hiraukan mereka.


Mereka sudah sampai di lantai paling atas, mereka menyeret Naina masuk. Agar Naina tidak meronta lagi, mereka mengikat kaki dan tangan Naina di ranjang. Mata Naina mereka tutup, untunglah mulut Naina tidak di bekap. Setelah mengikat Naina dengan posisi terlentang di ranjang, mereka langsung pergi.


“Lepaskan aku ! kalian mau kemana ? aku tidak main-main dengan ucapanku, jika bos kalian berani menyentuhku, kalian akan melihatku mati setelah ini !” Naina menangis keras, ia bingung harus berbuat apa, membayangkan akan ada laki-laki lain yang menyentuhnya selain Jonas sudah membuat Naina sangat terhina.


“Mas Jonas, hiks...mas…” dari tadi Naina selalu menyebut nama Jonas.

__ADS_1


Cklek...


Pintu kamar terbuka, Naina tidak tau siapa yang datang karena matanya ditutup. Langkah kaki itu mendekat ke Naina, dia sudah naik diatas ranjang, Naina semakin frustasi.


__ADS_2