Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 77


__ADS_3

Hari keberangkatan Tiara pun tiba. Tiara sudah packing-packing barangnya, dia akan pergi ke daerah Jakarta Selatan untuk memulai pelatihan kepolisiannya. Selama 6 bulan kedepan ia akan tinggal di sana, belajar menjadi wanita tangguh. Rambutnya yang dulunya panjang kini sudah dipotong pendek. Tiara berangkat akan diantar oleh kedua orangtuanya. Sebelum berangkat, Tiara foto selfi dahulu di dalam mobil lalu menshare fotonya di grup “3 Bersaudara Somplak”


Tiara


Gue berangkat guys pelatihan, jangan kangen ya, hehehe


Dewi


Bu Polwan rambutnya pendek amat, hahaha


Tiara


Lo mau bilang gue mirip cowok ?


Dewi


Ampun bu Polwan jangan tangkap saya, hahaha


Naina


Eh Ra, lo masuk kepolisian apa ? Polantas ? Densus 88 Anti Terror ? Penyidik ? Brimob atau Pamong Praja ?


Tiara


Ayo tebak apa ?


Dewi


Jadi Polantas aja lo, biar kalo di jalan, kalo lagi razia, cuma gue yang diloloskan, hahaha


Tiara


Tu namanya nepotisme, gue aparat negara yang jujur tau.


Naina

__ADS_1


Cie, so jujur, padahal aslinya korup, hahaha


Tiara


Bangke lo berdua, gue seorang Penyidik di Kepolisian.


Naina


Wah, teman kita detektif ternyata Dew.


Dewi


Yoi, hebat, nanti kalau gue jadi jaksa, gue pakai lo aja Ra buat bantu gue ngurus terdakwah, hahaha


Tiara


Beres, udah dulu ya, nih gue mau berangkat, sampai jumpa 6 bulan lagi, hehehe


Naina


Dewi


Iya nih, dasar Tiara….


Tiara


Dasar apa ?


Dewi


Sewot amat, Tiara cantik maksudnya


Tiara


Lebay, udahan ya, bye !

__ADS_1


Tiara langsung memasukkan HP nya di tas, ayah Tiara sudah menghidupkan mesin mobil lalu melajukan mobilnya.


Kini Tiara sudah sampai di basecamp tempat pelatihan, disini mereka akan di ajarkan aturan-aturan yang harus dipatuhi menjadi anggota kepolisian, belajar menggunakan peralatan-peralatan yang akan dibutuhkan nanti dalam bertugas, serta belajar banyak hal lainnya seperti latihan fisik.


Asrama polisi wanita dan polisi laki-laki yang sedang pelatihan ruangannya bersebelahan. Latihan akan dimulai besok, jadi hari ini mereka bisa istirahat.


Setelah Tiara berpamitan dengan kedua orantuanya, Tiara lalu melangkahkan kakinya menuju asrama wanita. Tiara menarik kopernya.


Bruk…


“Au,” pekik Tiara yang tidak sengaja ditabrak oleh seseorang yang terburu-buru masuk.


"Lo gak papa, maaf gue gak sengaja ?” orang itu mengulurkan tangannya ke Tiara untuk membantu Tiara berdiri.


“Gue gak papa,” Tiara lalu mendongakkan kepalanya. “Elo ?” Tiara kaget ternyata orang yang menabraknya tadi adalah Dirga.


“Tiara ?” Dirga tidak kalah kagetnya.


Tiara tidak bisa mendustai perasaannya, dia memang masih memiliki rasa terhadap Dirga, namun Tiara langsung menepis rasa itu mengingat masa lalu mereka tidak terlalu baik.


“Apes banget sih gue ketemu lo disini,” ucap Tiara.


“Gue juga apes ketemu lo, kalo gue tau yang gue tabrak tadi elo, gak mungkin gue minta maaf, bediri aja sendiri, gue buru-buru mau masuk,” ketus Dirga yang langsung masuk asrama polisi laki-laki.


“Kurang ajar, dasar playboy cap bebek,” Tiara begitu marah.


Dirga berjalan menjauh dari Tiara, sesungguhnya Dirga ingin menolong Tiara, ia juga sangat merindukan sosok ini, tapi gengsinya terlalu tinggi. Terbukti saat ia masuk ke ruang asrama, Dirga langsung berdiri diam-diam di belakang pintu, ia masih melihat Tiara yang belum juga beranjak dari tempatnya tadi.


“Kenapa lo disini sih Ra ? setau gue lo bakal masuk ke Fakultas Hukum bareng Dewi, sia-sia gue ngehindar dari lo,” Dirga hampir tidak bisa mengendalikan perasaannya.


Di lihat oleh Dirga Tiara berdiri dari tempatnya, mulai menyeret kopernya masuk asrama wanita. Setelah Tiara masuk, Dirga pun beranjak dari belakang pintu tadi.


Dirga dan Tiara masuk ke kamar mereka masing-masing, satu kamar di tempati oleh 3 orang sekaligus. Mereka lalu menyusun barang bawaan mereka ditempat yang sudah disediakan. Tangan Tiara terhenti saat memasukkan barangnya dilemari, dia mulai meneteskan air mata.


“Ga, kok lo disini, gimana kalo gue gagal move on ? udah 3 tahun gue suka sama lo, tapi nyatanya lo malah ngehina perasaan gue ? apa yang harus gue lakuin sekarang, kabur juga gak mungkin, apa ini yang namanya takdir ?” Tiara menangis dalam diamnya dengan air mata yang masih mengalir.

__ADS_1


__ADS_2