
Sore itu tepat pukul 4 sore WIB, jet pribadi Jonas mendarat di bandara. Dimas sudah menunggu di sana untuk menjemput sang bos. Jonas dan Naina yang sudah bangun dari tadi langsung keluar dari jet. Dimas begitu kaget melihat senyum mengembang dari bibir bosnya, bosnya keluar dari jet sambil merangkul bahu Naina dengan mesra. Apakah terjadi sesuatu yang hot di London ? pikir Dimas. Terlihat beberapa pramugari memasukkan barang-barang Jonas dan Naina ke bagasi mobil yang sudah Dimas siapkan dari tadi.
“Kamu Dimas kan ?” tanya Naina sambil tersenyum.
“Iya nona saya Dimas ?”
“Mas Jonas sudah memberitahu saya semuanya, saya sangat berterima kasih kepada ayah mu Dimas,” kata Naina lagi.
Hah ? Mas ? beberapa hari yang lalu Dimas jelas mendengar Naina memanggil Jonas dengan sebutan om, sekarang sebutan itu sudah berubah menjadi “mas”. Fix, sudah terjadi sesuatu di London ternyata pikir Dimas. Dan ? jasa apa yang sudah ayah Dimas lakukan untuk Naina sehingga Naina mengucapkan terima kasih. Muncul berbagai macam pertanyaan di pikiran Dimas.
“Kamu jangan kaget, ayahmu berhak mendapatkan rasa terima kasih itu,” ucap Jonas
“Untuk apa bos ?”
“Untuk kejadian 8 tahun yang lalu,” jawab Jonas.
“Kejadian apa ?”
“Aku malas menjelaskannya, nanti kamu juga tau, apa pekerjaan disini baik-baik saja ?” tanya Jonas.
“Semuanya aman terkendali bos”
“Bagus, aku ingin pulang bersama Naina, kamu naik taksi saja, biar supir ini mengantar kami !”
__ADS_1
“Baik bos.”
Jonas dan Naina masuk ke dalam mobil dan supir itu menyalakan mobilnya meninggalkan bandara. Dimas tiba-tiba mendapatkan sebuah telpon. Begitu kagetnya dia mendengar suara dari seberang telepon, anak buah Dimas yang menelpon Dimas tadi mengabarkan bahwa ada skandal baru yang terjadi dengan bos mereka. Dimas lalu membuka internet, berita itu berhasil membuat Dimas kaget luar biasa.
Berita hangat itu sedang mengudara di penjuru arah.
“Konglomerat Kaya dan Kebiasaan Gilanya yang Masih Sama Seperti Dulu”
“Wanita Simpanan Konglomerat Kaya”
“Wanita Bayaran Pengusaha Terkenal”
Dan masih banyak lagi judul artikel yang berkaitan dengan berita itu. Di artikel itu terpampang nyata wajah Jonas dan Naina saling merangkul mesra bak suami istri. Pasti bosnya belum tau tentang berita itu tebak Dimas karena Jonas tadi menampilkan ekpresi yang biasa saja.
Masih di bandara, Dimas berupaya menghubungi bos nya tapi HP Jonas tidak aktif. Dimas pun berinisiatif menyusul Jonas ke Apartemennya.
“Aduh Pi, kepala Mami sakit, berita macam apa lagi ini ? cukup sudah berita miring yang kita kendalikan selama ini, datang lagi berita baru !” Ivana memegang kepalanya, ia masih syok.
“Semua orang juga tau kalau anak kita itu pria hidung belang Mi, tapi ini benar-benar diluar kendali lagi, dia bahkan bersenang-senang di London membawa gadis muda,”
“Papi hubungi saja dulu orang kepercayaan Papi, cari siapa yang menyebarkan berita ini, Mami pusing, bila perlu hancurkan perusahaan yang menciptakan berita itu !” ucap Ivana kesal.
“Mami tenang saja, Papi akan atasi ini, Papi kira dia di London untuk mengurus bisnis, ternyata dia sambil jajan,” ucap Bagas kesal juga.
__ADS_1
Tidak kalah kaget dengan orangtua Jonas, Dewi yang membaca artikel itu di internet pun sangat kaget. Ia sekarang tengah memegang HP nya di sofa kamarnya sambil menampakan wajah kesalnya.
“What ? wanita simpanan ? wanita bayaran ? berita macam apa ini ? ” ucap Dewi kesal.
Dewi membaca setiap komentar yang para netizen lontarkan di halaman artikel.
“Apa mereka pikir menulis hal negatif di internet adalah hal yang membanggakan, seenaknya saja menghujat orang tanpa tau fakta sebenarnya, pengen rasanya gue patahain jari mereka satu-satu, enak aja ngata-ngatain sahabat gue,” gerutu Dewi yang bertambah kesal.
Di baca Dewi satu-persatu komentar di sana.
“Jonas si pengusaha itu udah dari dulu suka ganti-ganti cewek, sekarang sukanya daun muda”
“Udah 2 kali cerai ganti lagi dengan yang lebih muda”
“Ceweknya gatel, mau ditidurin om-om kaya”
“Enak banget jadi simpanan om-om, tiap hari mandi duit”
“Gue kenal cewek itu, dia mirip salah satu teman SMA gue, gak nyangka gue dia ternyata simpanan om-om”
“Itu cewek yang pernah satu SMP sama gue, dia orang nya emang kegatelan”
“Ceweknya jual diri ke om-om kaya”
__ADS_1
Dan masih banyak lagi komentar-komentar bar-bar yang di lontarkan oleh netizen jahat yang kalau di baca sampai habis bisa-bisa membuat Dewi terkena tekanan darah tinggi.
“Apa Naina udah tau berita ini ? gue hubungin aja deh dia !” dan beberapa kali Dewi hubungi, HP Naina tidak aktif. Padahal seharusnya sore ini Naina sudah ada di Jakarta. Dewi ingin sekali ke apartemen Naina tapi Dewi takut jika Naina memang belum pulang dari London.