Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 38


__ADS_3

Setelah Jonas keluar dari kamar mandi, ia sudah melihat kalau Naina sudah bangun.


“Kamu sudah bangun sayang ?” tanya Jonas yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya.


“Hmm, kamu sudah mandi mas ?”


“Sudah dong, kamu gak mau mandi ?”


Naina hanya menggeleng.


“Kenapa ?” tanya Jonas heran.


“Karena aku gak mau tanda ini hilang dari tubuhku, coba liat, ini ini dan ini !” tunjuk Naina satu persatu dengan antusias ke bekas tanda merah yang dibuat oleh Jonas tadi malam.


“Hahaha, nanti aku buat lebih banyak lagi, tapi kamu sekarang mandi dulu biar segar !”


Naina langsung memeluk Jonas.


“Terima kasih mas !” ucap Naina lirih.


“Gak usah mengucapkan terima kasih, aku justru senang, tiap hari juga aku senang bikin tanda itu !”


“Bukan itu ? terima kasih karena kamu melindungiku dari semua hujatan,”

__ADS_1


Jonas lalu kaget mencerna kata-kata Naina.


“Apa maksud kamu sayang ?”


“Aku udah tau tentang artikel itu, mas pasti sangat lelah tadi malam mengurus artikel itu kan ?”


“Dari mana kamu tau sayang ?”


“Waktu mas pergi aku bangun, lagian mas pikir aku akan tidur pulas apa dengan obat tidur kaya gitu, gak mempan kali mas,”


“Aku takut kamu terluka makanya aku ngelakuin hal itu,”


“Aku gak akan terluka mas, aku kuat kok, selama ada kamu, aku selalu mampu untuk mengatasi semua masalah, mas gak perlu membawa aku pergi dari Indonesia, nanti kalau ada yang macam-macam sama aku, kan aku bisa ngadu ke mas, biar mereka tau rasa waktu mas bikin perhitungan ke mereka,”


“Sejak kapan Naina yang sangat kucintai ini begitu kuat dan dewasa ?” ucap Jonas dengan lembut yang tidak percaya akan kesabaran hati Naina.


“Sudah bisa gombal ternyata ?”


“Biarin, gombalnya sama mas aja.”


Cup


Jonas mencium singkat bibir Naina

__ADS_1


“Kok singkat mas, gak dilamain aja mas ? lanjut yang tadi malam juga boleh !” ucap Naina tanpa malu-malu.


“Agresif banget sih, nanti kita lanjutkan diwaktu yang tepat, sekarang kamu mandi, hari ini aku akan mengenalkan kamu ke orangtuaku, mereka ingin membicarakan pernikahan kita !”


“Bener mas ?”


“Iya sayang, kamu gak usah sekolah dulu ya, nanti aku minta izin lagi untukmu, kamu turun sekolah waktu ada ujian penting aja !”


“Emang boleh kaya gitu mas ?”


“Bisa diatur sayang !”


Dengan ekspresi bahagia Naina lalu pergi kekamar mandi. Hari ini mereka akan pergi ke rumah orangtua Jonas. Di sana, mereka sudah di sambut dengan sangat antusias oleh tuan Bagas dan Nyonya Ivana. Mereka senang akhirnya calon menantu mereka tiba.


Bagas begitu kagum melihat selera anaknya ternyata sangat tinggi. Wanita muda yang sangat cantik dan memiliki sopan santun yang tinggi terhadap orangtua. Bagas hanya bisa berharap kalau calon menantunya ini bahagia dan tidak menyesal bersuamikan anaknya nanti. Naina juga bahagia di sambut hangat oleh kedua calon mertuanya.


Di sana Jonas menceritakan semuanya kepada orangtunya tentang bagaimana dia mengenal Naina. Sungguh orangtua Jonas terkejut ternyata Naina sudah lama hidup bersama Jonas. Kini mereka yakin bahwa anaknya sangat serius kali ini untuk membina rumah tangga sehingga anaknya bisa menjanjikan akan segera memberi cucu. Janji anaknya itu yang baru keluar pertama kalinya selama ini.


“Kami senang kamu hadir di hidup Jonas nak, mulai sekarang kami akan menjadi orangtuamu, dan mulai sekarang panggil kami dengan sebutan Mami dan Papi ya, jangan om dan tante lagi !” kata Ivana kepada calon menantunya itu.


“Iya Mi.” Ucap Naina


“Lalu kapan kalian menikah ?” tanya Bagas.

__ADS_1


“Setelah Naina selesai ujian Nasional Mi Pi, kira-kira 2 bulan lagi.” Jawab Jonas


“Bagus kalau begitu, lebih cepat lebih bagus !” sambung Bagas lagi.


__ADS_2