
Naina masih menunggu Jonas siuman. Naina sungguh senang saat mata Jonas perlahan terbuka. Air mata Naina mengalir dengan derasnya saking bahagianya.
“Mas ? mas sudah sadar ? aku Naina mas ? mas baik-baik saja kan ?”
“Sayang ?” lirih Jonas.
“Iya mas, aku ada disini ? aku panggil dokter dulu !” Naina lalu keluar memanggil dokter.
Dokter memeriksa Jonas yang baru siuman.
“Keadaannya sudah membaik tapi dia perlu beberapa hari untuk dirawat disini dulu karena kami masih memantau bekas lukanya, jangan lupa minum obatnya secara teratur dan istirahat yang cukup !” kata dokter.
“Baik dok, saya akan menjaganya,” kata Naina.
Setelah dokter keluar dari ruang rawat Jonas, Naina langsung melihat Jonas berusaha duduk di ranjang nya.
“Mas lagi sakit, jangan bangun dulu !”
“Aku baik-baik saja sayang, kayanya yang harus mas kwatirkan itu kamu ?”
“Gak kebalik mas ?”
“Duduk dulu dekat mas !” kata Jonas sambil menepuk kasurnya. Naina lalu mendudukan dirinya di sebelah Jonas duduk.
__ADS_1
“Mas istirahat saja, kata dokter mas harus ektra di jaga beberapa hari ini !”
“Kamu tu yang harus di rawat, penampilan kamu kenapa kaya gini ? rambut kamu berantakan, lihat baju kamu kotor, muka kamu kusam, penampilan kamu masih seperti semalam, kamu bisa sakit sayang, mana baju kamu kering ditubuh kamu lagi.”
“Aku baik-baik saja mas.”
“Kalau kamu beberapa hari seperti ini, kamu pasti sakit, pasti kamu kwatir sekali kan sama mas ?”
Naina hanya mengangguk. Jonas lalu memeluk Naina dengan lembut.
“Mas gak papa sayang, mas laki-laki, mas sangat kuat, jangan bikin pengorbanan mas sia-sia ya ?”
“Maksud mas ?”
Naina hanya diam dan Jonas mengerti apa yang dipikirkan Naina.
“Bagaimana kita selamat tadi malam sayang ?” tanya Jonas
“Dimas dan anak buah nya datang tepat waktu mas.”
“Syukurlah, sekarang karna mas sudah baik-baik saja, mas ingin kamu istirahat, ganti pakaian kamu, lalu makan !”
“Aku gak bisa makan mas kalau kondisi mas masih begini ?”
__ADS_1
“Apa dengan kamu kelaparan mas akan sembuh, gak kan sayang, kalau kamu gak nurut dengan mas, pernikahan kita yang akan dilaksanakan seminggu lagi akan mas batalkan,” ancam Jonas padahal ia sekarang hanya menggertak agar Naina tidak sakit.
“Mas jahat, ya udah deh, Naina nurut aja sama mas, Naina panggil anak buah mas dulu yang ada di luar buat jagain mas di sini sementara Naina keluar !”
“Gitu dong sayang, mas sangat mencintaimu sayang,”
“Aku juga sangat mencintaimu mas.”
Setelah adegan romantis tadi, Naina keluar untuk membersihkan dirinya dan makan. Naina meminta anak buah Jonas untuk membeli baju untuknya dan mencari makan untuknya. Bukannya Naina tidak bisa melakukannya sendiri, tapi Naina sekarang tidak punya uang. Satu anak buah Jonas sedang melaksanakan perintah Naina dan satunya lagi sedang di dalam untuk menjaga Jonas sekaligus melaporkan kelanjutan peristiwa tadi malam.
“Pak Dimas akan kemari sore nanti bos karena sekarang ia mengantar nona Tiara dan nona Dewi pulang, orang-orang kita sudah berhasil menemukan mayat pilot helikopter bos, mayat beberapa anak buah Micko dan mayat nona Imelda bos, hanya mayat tuan Micko yang belum ditemukan.” Jelasnya pada Jonas.
“Cari Micko sampai dapat, hidup ataupun mati, jika Micko masih hidup, aku sendiri yang akan membunuhnya, berani sekali dia bermain-main denganku hanya untuk membalaskan dendam bodohnya itu,” ucap Jonas.
“Baik bos.”
“Apa orangtuaku tau mengenai ini ?”
“Pak Dimas mengatakan tidak usah memberitahu orangtua bos dulu, karena masalah ini juga sudah bisa kita atasi,”
“Kerja bagus, jika orangtuaku tau hal ini, mereka akan sangat kwatir. Kamu boleh keluar, berjagalah di luar !”
“Baik bos,” anak buah Jonas lalu keluar.
__ADS_1