Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 79


__ADS_3

Dewi dan Naina mulai melangkahkan kakinya menuju aula utama kampus, disana para mahasiswa baru dan beberapa dosen sudah berkumpul, tidak lupa para senior yang tergabung dalam BEM juga sudah ada disana untuk mengatur posisi duduk para mahasiswa.


Melihat Naina yang menggandeng tangan Dewi dari kejauhan membuat para dosen dan orang-orang yang mengenal Naina mengarahkan pendangannya ke mereka. Mereka menyambut Naina dengan ramah namun dengan porsi sedang agar Naina tidak merasa diistimewakan.


Naina dan Dewi yang duduk di tengah-tengah mahasiswa lain melihat bahwa beberapa orang berbisik-bisik, mereka yang ada disana tentu sudah mengenal Naina. Mulai dari berita miring Naina dulu yang dikira simpanan om-om konglomerat sampai berita pernikahan mewahnya tahun ini beberapa bulan yang lalu.


“Nai, kita dilihatin terus tuh !” kata Dewi.


“Iya lah, semua orang tau gue, gue risih Dew, jangan-jangan selama kuliah, cuma lo yang berteman sama gue ?”


“Gak papa Nai, satu yang tulus lebih baik daripada banyak tapi penjilat,”


“Hahaha, bener kata lo Dew.”


Sementara di kantor, Jonas dan Dimas bersiap-siap karena akan berangkat ke Las Vegas. Dimas yang tengah menyiapkan berkas-berkas dimejanya yang akan ia bawa ke Las Vegas nanti konsentrasinya buyar seketika saat mendapatkan telpon dari salah satu anak buahnya yang menjaga Micko.


Drutt…

__ADS_1


“Astaga ?” Dimas kaget. “Nih HP bunyinya nyaring banget ? jantungku hampir copot,” Dimas dengan kesal mengangkat HPnya.


“Hallo pak Dimas ?” ucap suara dari seberang telpon.


“Ada apa ?”


“Pak Micko sudah sadar pak, dari tadi dia mengamuk, untung dia segera disuntikan obat tidur, apa yang harus kami lakukan pak selanjutnya ?”


“Ikat Micko di tempat tidurnya, jangan biarkan lolos, jaga dia dengan ketat, setelah mendapatkan perintah selanjutnya dari bos, baru kita bertindak !” perintah Dimas kepada anak buahnya disana yang sedang menjaga Micko.


“Baik pak Dimas.”


“Micko sudah sadar bos,” ucap Dimas.


“Apa ? ” Jonas kaget.


“Apa yang harus kita lakukan selanjutnya bos ?” tanya Dimas.

__ADS_1


“Untuk sekarang, kurung saja dulu dia, jangan sampai dia lolos, sepulang dari Las Vegas nanti baru aku bertindak !” perintah Jonas.


“Baik bos,” Dimas lalu keluar dari ruangan Jonas.


Micko yang tadinya terlelap setelah di suntikan obat tidur akhirnya mulai membuka matanya lagi. Ia mendapati dirinya sudah diikat dan tidak bisa bergerak. Beberapa kali ia berusaha melepaskan diri namun tidak berhasil.


“Kurang ajar kamu Jonas, aku membencimu karena sudah membuat Wilhelmina bunuh diri, sekarang kebencianku padamu semakin mendarah daging Karena kamu memperlakukanku begini, tujuan hidupku sekarang adalah membunuhmu, aku juga akan membunuh istrimu itu, kalian berdua harus mati, aku bersumpah dengan semua kata-kataku, kalian hanya bisa menghentikanku jika aku mati,” kata Micko mengamuk dalam hatinya. Tangan Micko yang di borgor dikanan dan kirinya, mulut Micko yang di lakban serta kakinya yang juga di borgol membuat Micko tidak bisa bergerak sedikitpun.


Pagi sudah berganti siang, kini Jonas sudah berada di jet pribadinya bersama Dimas, sebelum berangkat ia memberitahukan Naina mengenai kepergiannya lewat pesan.


To Naina Istriku


Sayang, aku mau berangkat, jaga diri baik-baik ya, I Love You


To Suamiku


Iya mas, mas jaga kesehatan ya, Love You Too

__ADS_1


Setelah mendapat pesan balasan dari Naina, jet itu mulai lepas landas.


Di tinggal oleh Jonas selama dua hari ke Las Vegas membuat Naina tidak semangat menjalani hari-harinya, baginya melihat wajah suaminya bangun tidur di sampingnya adalah vitamin yang akan membuatnya ceria menjalani hari-hari, seperti hari ini, baru hari ini ia ditinggal, dia sudah mulai uring-uringan. Bahkan ia tidak tertarik mengikuti kegiatan perkenalan lingkungan kampus yang sedang berlangsung itu.


__ADS_2