Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 84


__ADS_3

Selama sebulan rutinitas olahraga ranjang dipagi hari mereka, Jonas sudah tidak menyentuh Naina lagi di malam hari agar tidak membahayakan kandungan Naina. Kehamilan Naina begitu aneh baginya karena Naina tidak mengidam. Meskipun dipagi hari tingkah Naina selalu aneh karena merengek minta di tiduri.


Di ruang CEO


“Apa kamu sudah menjadwalkan rapat penting itu ?” tanya Jonas ke Dimas.


“Sudah bos,” Dimas ingin bertanya tapi ia ragu.


“Ada apa ? ”


“Kenapa sebulan ini bos tidak pernah mau jika saya menjadwalkan sebuah pertemuan dipagi hari ? bos juga sering telat ke kantor selama sebulan ini ?” tanya Dimas karena memang penasaran.


“Kamu lupa Naina sedang hamil ?”


“Apa nona Naina mengidam dipagi hari sehingga bos selalu telat ke kantor ?”


“Tidak juga, Naina tidak mengidam, buktinya dia tidak pernah memintaku mencari makanan atau hal yang aneh-aneh,”


“Kok bisa ya bos, biasanya ibu hamil selalu mengidam ?”


“Mana ku tau, ya sudah kembali saja ke mejamu, bekerjalah dengan baik hari ini !”


“Baik bos.”


Dimas pun keluar menuju mejanya.


Siang harinya saat Jonas memimpin sebuah rapat, dia mendapat telpon mendadak dari pihak kampus. Jonas terkaget setelah mendapat telpon itu.


“Dimas kamu jadwalkan ulang meeting ini, Naina pingsan dikampus,” tanpa menunggu jawaban dari Dimas, Jonas langsung pergi dari ruangan itu.


Sesampai di kampus, ia buru-buru pergi ke klinik kampus, di sana sudah ada Dewi yang merawat Naina.


“Apa yang terjadi sama Naina ?” tanya Jonas kepada Dewi.

__ADS_1


“Tadi di kantin Naina pingsan om, mungkin gara-gara hampir sebulan ini dia gak nafsu makan,” kata Dewi.


“Apa ? gak nafsu makan ?” Jonas kaget, selama sebulan ini Naina selalu berangkat ke kampus tanpa sarapan dan ia mengatakan pada Jonas akan sarapan di kampus. Saat makan malam, dia hanya makan sedikit, itupun terpaksa, dia berbohong pada Jonas bahwa dirinya sore sebelum pulang sudah makan sampai kenyang dengan Dewi. Terlihat Jonas sangat frustasi.


“Jadi dia bohong sama aku, dia selalu mengatakan kalau dia sudah makan sampai kenyang sama kamu ?”


“Justru Naina bilang sudah kenyang sarapan dirumah, waktu pulang kampus dia bilang akan makan malam dirumah aja sama om.”


“Ya sudah Dewi, terima kasih kamu sudah menjaganya disini, kamu bisa pergi, lanjutkan kuliahmu !” kata Jonas.


“Iya om, aku tinggal dulu ya, semoga Naina cepat sembuh !”


Jonas menyesali perbuatannya yang selalu bercumbu dengan Naina di pagi hari tanpa tau istrinya sudah hampir kehabisan tenaga. Tapi Jonas juga aneh saat Naina bercinta dengannya, Naina malah seperti punya banyak tenaga, apakah Naina sangat pandai menyembunyikan sesuatu pikir Jonas.


Jonas pun menelpon dokter ahli kandungan untuk datang ke klinik kampus, tentu saja dokter itu tidak bisa menolak karena dia tau siapa Jonas.


Sesampai dokter ahli kandungan itu disana, Naina masih terlelap dengan tidurnya karena tadi dia baru saja di infus dan diberi obat tidur oleh dokter klinik kampus.


Setelah dokter ahli kandungan itu memeriksa Naina, Jonas menjelaskan kepada dokter kandungan itu mengenai sikap Naina selama sebulan ini. Dokter itu hanya tersenyum sehingga Jonas mengeryitkan dahinya.


Sontak saja Jonas kaget. Sungguh aneh pikir Jonas.


“Bapak tenang saja, justru itu sangat bagus, anda gertak saja istri anda sedikit agar dia mau makan, itu akan menjadi senjata ampuh untuk anda,” ucap dokter itu membuat Jonas senang.


“Baik dokter, saya akan menuruti saran dokter, saya akan pastikan dia makan banyak langsung dihadapan saya, saya tidak bisa melihatnya seperti ini Selama 3 bulan kehamilannya, bisa gila saya melihat tubuh kurusnya,” kata Jonas.


Setelah dokter itu pulang, Naina sudah mulai membuka matanya. Naina kaget melihat dirinya sudah berada di klinik kampus terlebih ada Jonas di sana, Jonas kali ini memasang wajah horor nya yang sangat membuat Naina takut. Naina tau apa yang membuat Jonas kali ini marah. Tentu saja karena kebohongan Naina selama sebulan ini.


“Mas baru tau kalau istri mas ini yang katanya selalu jujur tapi ternyata sudah membohongi mas selama sebulan,” kata Jonas begitu tajam, Naina hanya bisa menunduk, dia tau dia salah.


“Maaf mas, gak tau kenapa aku gak selera makan, mas jangan marahin aku dong, aku kan lagi sakit,” kata Naina dengan nada bicara memelas.


Hampir saja pertahanan Jonas runtuh, Jonas menguatkan hatinya untuk bersikap keras kali ini ke Naina demi kebaikan Naina.

__ADS_1


“Naina ?”


“Ya mas ?”


“Pokoknya selama kamu hamil, mas ingin 3 kali sehari kamu makan banyak, mas ingin kamu makan langsung dihadapan mas, kalau gak…”


“Kalau gak apa mas ?”


“Kalau kamu gak mau menuruti keinginan mas, mas gak akan mau dekat-dekat kamu lagi, bila perlu mas akan tidur setiap hari di kamar kamu dulu,”


Deg


Ancaman Jonas ini benar-benar sangat ampuh, air mata Naina mulai keluar membasahi pipinya.


“Mas udah gak cinta lagi ya sama aku ?” Naina menangis.


“Ini mas lakukan justru karena mas sangat mencintaimu, tindakan kamu itu bisa membuat kamu dan calon anak kita menjadi rentan sakit,”


“Aku gak selera makan mas, aku pengen muntah liat makanan,”


“Mas tadi sudah minta dokter meresepkan obat agar kamu gak muntah, pokoknya kamu harus turutin keinginan mas, kalau gak kamu tau sendiri kan mas gak pernah main-main dengan ucapan mas ?”


Dalam tangisnya, Naina hanya mengangguk. Terlihat wajah Jonas tidak tega melihat istrinya menangis. Ia pun langsung memeluk istrinya.


“Mas cuma gak mau kamu sakit sayang, apalagi tadi mas baru tau kamu sudah bohong sama mas sebulan ini,”


“Maaf mas,”


“Iya sayang, mas sudah maafin kamu, jangan nangis, nanti anak kita nangis juga liat Mami nya nangis,”


“Mas aneh deh, kandungan aku kan baru dua bulan, mana bisa nangis janinnya, kok Papi anak aku gini banget ?” Naina menangis sambil menahan tawanya, ia lega Jonas sudah tidak galak seperti tadi.


“Mas gini cuma sama kamu sayang, orang diluar sana gak tau mas gini,” ucap Jonas lagi.

__ADS_1


Semenjak itu Jonas sangat protektif kepada Naina. Ia membuktikan ucapannya. Pagi hari setelah aktivitas menyenangkan mereka, Jonas duduk tepat di samping Naina, ia tidak akan beranjak sampai Naina menghabiskan makanannya, siang hari Jonas pergi ke kampus Naina untuk melakukan hal yang sama begitu pula saat malam hari. Naina sungguh di perlakukan seperti anak kecil yang jika Jonas sedikit saja lengah pasti akan membuatnya sangat frustasi.


__ADS_2