Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 89


__ADS_3

Flashback On


Setelah Jonas tadi melajukan mobilnya meninggalkan bandara, Naina lalu bergabung dengan mahasiswa lain. Naina merasa canggung mengobrol dengan mereka karena selama ini Naina jarang berinteraksi dengan mereka, hanya Dewi temannya di kampus. Naina duduk di salah satu kursi tunggu sambil menunggu kedatangan Dewi.


“Dewi mana sih kok belum datang juga ? aduh, pengen BAB lagi, sakit perut,” Naina pun terpaksa pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai BAB Naina lalu memperbaiki penampilannya di depan cermin besar toilet itu. Naina melihat seorang pria berjaket hitam dan bertopi masuk ke toilet wanita padahal saat itu hanya Naina sendiri di dalam toilet sebesar itu.


“Sepertinya anda salah masuk ? ini toilet perempuan, silahkan anda keluar !” ucap Naina.


“Aku tidak akan keluar sebelum melaksanakan perintah,” tiba-tiba pria itu langsung membekap mulut Naina, Naina sempat meronta, namun karena sapu tangan yang di pakai untuk membekap mulutnya di lumuri obat bius, perlahan kesadaran Naina pun mulai hilang. Naina diam-diam di bawa keluar oleh orang itu tanpa ada kecurigaan sedikitpun.


Di mobil


“Bos, pekerjaan beres,”


“Bawa sekarang dia ke Sumatra Utara, bunuh dia di tempat terpencil agar mayatnya tidak bisa ditemukan selamanya !” perintah Adam.

__ADS_1


“Baik bos, saya laksanakan,” telpon pun ditutup.


“Orang suruhan kita berhasil menculik istri Jonas Mah, Jonas akan merasakan apa yang akan kita rasakan,” kata Adam lagi kepada Sandra.


“Iya Pah, aku tidak sabar melihat wajah Jonas menderita,” Sandra mulai mengepalkan tangannya.


30 menit setelah penculikan Naina, Adam dan Sandra mendengar berita kecelakaan pesawat itu. Mereka sangat senang dengan berita itu.


“Hahaha,” tawa Adam.


“Ternyata orang-orang kita sangat cerdas ya Pah, dia berhasil menyelinapkan bom ke mesin pesawat itu diam-diam, aku yakin Jonas akan terkecoh, dia hanya fokus mencari istrinya dikecelakaan pesawat itu, padahal istrinya kita bunuh di pedalaman Sumatra Utara sana, di padang kebun kelapa sawit milik perusahaannya yang penuh ular berbisa itu,” Sandra begitu senang.


“Tentu dong Pah,” sungguh Adam dan Sandra bahagia atas kelicikan yang mereka lakukan.


Flashback Off


Jonas yang sudah sampai di bandara langsung mengamuk.

__ADS_1


“Awas kalau kalian tidak bisa menemukan istriku, kalian itu bisa kerja tidak sih, bukankah kalian selalu di gaji setiap bulan, seharusnya kalian memeriksa dengan teliti pesawat yang akan di pakai sebelum lepas landas, apa kalian tau kalau istriku menjadi salah satu korban kecelakaan itu ?” Jonas tidak bisa mengendalikan emosinya. Ia meluapkan emosinya kepada petinggi-petinggi di bandara itu. Orang-orang tidak punya nyali untuk membalas kata-katanya. Jonas sudah mengepal tangannya ingin meninju mereka satu-satu tapi Dimas selalu mengingatkan bosnya agar mengontrol emosinya.


“Bos harus tenang, pasti mereka berhasil ditemukan, tadi saya juga sudah menyuruh orang-orang kita di Winner grup untuk mencari nona Naina,” Dimas berusaha menenangkan Jonas.


“Aku akan menutup bandara ini Dim jika mereka tidak bisa menemukan istriku, akan ku bakar bandara ini, dan apa kalian tau, aku memiliki banyak saham di bandara ini,” Jonas masih meninggikan suaranya.


“Saya akan menuruti keinginan bos, tapi untuk sekarang bos harus tenang !” sebenarnya Dimas juga sangat cemas karena Dewi belum ditemukan juga. Tapi ia berusaha mengontrol emosinya. Di saat seperti ini yang sangat di perlukan adalah ketenangan.


“Bagaimana aku bisa tenang, Naina itu sedang hamil Dim, ada dua orang yang aku sayangi yang menjadi korban pesawat ini,”


“Saya mengerti bos, tapi kita harus tetap fokus !”


Jonas menarik nafasnya dalam-dalam agar bisa tenang karena perkataan Dimas ada benarnya juga.


“Siapkan helikopter sekarang juga, aku akan ikut melakukan pencarian di perairan selat Madura, aku tidak bisa diam begitu saja, aku bisa gila kalau tidak melakukan apa -apa,” ucap Jonas.


“Baik bos, saya juga akan ikut melakukan pencarian, biarkan pekerjaan disini di hendle oleh orang-orang kita,” Dimas kali ini sangat setuju akan ide Jonas. Ia juga ingin mencari Dewi secara langsung.

__ADS_1


“Cepatlah !” perintah Jonas.


“Baik bos,” Dimas segera menelpon seseorang untuk mempersiapkan helikopter yang akan mereka pakai untuk berangkat ke pulau Madura.


__ADS_2