
Jonas senang istrinya sudah tidak marah lagi.
“Mas ?”
“Ada apa sayang ?”
“Aku mau bertanggung jawab,”
“Tanggung jawab apa ?”
“Tanggung jawab karena sudah bikin mas panas dingin lagi,” ucap Naina girang, ia pun dengan agresifnya menindih tubuh suaminya.
“Sudah mulai ahli ternyata istri mas ya ?”
“Iya dong, aku kan udah beberapa bulan ini belajar dari mas, asal mas tau, otak aku sangat cerdas mas jadi aku akan cepat belajar sesuatu,”
“Oh ya ?”
“Iya dong suamiku sayang, besok kan aku berangkat ke Bali, jadi malam ini aku akan puasin mas sebagai tanda terima kasih ku,” ucap Naina.
“Jangan bikin mas hilaf dong sayang, kamu kan lagi hamil, kasian calon anak kita !”
“Tapi calon anak kita akan bahagia karena Maminya sangat mencintai Papinya !” Naina masih tersenyum manis diatas tubuh Jonas.
“Aku sangat mencintai kamu sayang,” Jonas mulai melingkarkan tangannya di pinggang Naina bahkan sudah mengecup-ngecup pipi Naina.
“Benarkah ? kalau aku suatu saat meninggal, apa mas akan menikah lagi ?” Kata Naina asal.
Tiba-tiba Jonas kaget atas ucapan Naina.
__ADS_1
“Jangan pernah kamu mengatakan itu sayang ! mas gak suka ! kita akan hidup sampai kita menua, kita akan melihat secara langsung anak-anak kita dewasa, kita akan selamanya bersama, dan asal kamu tau, kamu adalah cinta ku yang pertama dan terakhir, jika kamu gak ada disisiku, sama artinya kamu membunuhku,” kata Jonas.
“Apapun yang terjadi pada kita kedepannya, aku akan selalu mencintai mas, meskipun aku melupakan diriku sendiri, tapi mas gak akan pernah ku lupakan,”
“Mas gak akan kuat jauh dari kamu sayang, mas akan memaksa takdir agar selalu mempersatukan kita,”
“Ingat ucapanku ini mas, aku akan selalu menjadi milikmu, sejauh apapun kakiku melangkah, cintaku akan selalu sampai padamu, sekuat apapun takdir memisahkan kita, kita akan selalu menemukan jalan untuk kembali bersama,”
“Istri mas ini sangat pandai mengeluarkan kata-kata manis rupanya,” ucap Jonas merasa senang dengan kata-kata istrinya.
“Dan istri mas ini paling gak bisa nolak kalau disentuh mas,” Naina tersenyum nakal.
Mendengar ucapan istrinya, Jonas langsung membalikan posisi mereka, kini Jonas lah yang berada di atas Naina. Jonas perlahan mencium bibir Naina, dilumatnya bibir itu penuh cinta, sentuhan Jonas begitu lembut membuat Naina terbuai. Handuk mereka pun perlahan berserakan di lantai. Ritual cinta kembali berlangsung. Gairah malam ini tersalur penuh keindahan. Desahan penuh kenikmatan mewarnai ritual malam ini.
“Lebih cepat lagi mas…” Naina sudah hampir mencapai puncaknya.
Akhirnya kenikmatan itu sampai puncaknya juga.
“Mas menyayangimu sayang, demi janin dalam kandungan kamu, kita jangan terlalu lama ya ?” ucap Jonas.
“Iya mas, kita lanjutkan setelah mas sampai di Bali nanti,” Naina tersenyum manis kearah Naina.
“Iya sayangku.”
Selesai melakukan hubungan badan, mereka kembali mandi. Malam ini Naina seperti biasa makan di hadapan Jonas meskipun terpaksa. Naina masih sama seperti kemaren, ia masih tidak berselera makan.
Malam itu keduanya tidur dengan damai sambil berpelukan di atas ranjang hingga pagi menjelang. Pagi telah tiba, setelah joging, mandi dan sarapan, Jonas membantu Naina memasukan pakaiannya ke koper. Jonas hari ini akan langsung membawa Naina menuju bandara. Jonas mengendarai mobil sport merah Naina sendiri. Ia ingin pagi ini berduaan terus dengan istrinya karena beberapa hari kedepan ia akan ditinggal Naina ke Bali.
Di Bandara.
__ADS_1
“Naina sayang, kamu jaga diri baik-baik ya, mas mau ke kantor dulu !”
“Mas jaga kesehatan ya, aku sangat mencintai mas,”
“Iya sayang, mas juga sangat mencintai kamu, itu rombongan kampus sudah ada di sana !” tunjuk Jonas.
“Mereka sudah sampai lebih dulu ternyata mas, tapi kok aku gak ngeliat Dewi ya ?”
“Mungkin Dewi telat sedikit kali sayang pagi ini, penerbangan kalian kan masih setengah jam lagi,”
“Iya kali ya mas, mas Jonas ?”
“Ada apa sayang ?” Jonas melihat Naina melepaskan kalung emas berliontin Love nya.
“Ini mas pakai aja, nanti kalau aku pulang baru mas berikan lagi padaku !” Naina memasang kalung itu ke leher Jonas.
“Mas laki-laki sayang, malu sampai ketahuan pakai kalung emas !”
“Kan bisa disembunyikan di balik baju sayang !” kata Naina.
“Benar juga,” Jonas akhirnya mau memakai kalung itu.
“Aku akan kembali mas,” ucap Naina sambil tersenyum.
“Mas akan menunggumu sayang,” Jonas lalu memeluk dan mencium seluruh wajah Naina dengan penuh cinta.
Setelah Naina berpamitan dengan suaminya, Naina lalu berkumpul dengan rombongan lain. Jonas masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor.
"Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak seperti akan berpisah dengannya untuk selamanya ?" kata Jonas yang sedang menyetir mobilnya menuju kantor.
__ADS_1