Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 110


__ADS_3

Malam itu setelah pesta bahagia di gelar, Jonas dan Naina kembali memadu kasih dikamar mereka tadi untuk meluapkan perasaan masing-masing.


Setelah kurang lebih 3 jam Jonas menjamah tubuh istrinya, nyatanya belum membuat Jonas merasa puas.


“Tubuhmu begitu nikmat sayang, aku sulit berhenti…” ucap Jonas.


“Lakukanlah sebanyak yang mas inginkan ! aku milikmu mas...” jawab Naina.


Jonas yang perkasa selalu berhasil membuat Naina mabuk kepayang sehingga Naina tidak pernah protes setiap kali Jonas ajak bercinta dengan durasi lama.


“Kamu yang terbaik sayang…” ucap Jonas lagi.


“Lebih cepat lagi mas...” racau Naina.


“Dengan senang hati sayang, aku mencintaimu…”


“Cintaku padamu lebih besar mas...” sungguh Naina begitu menikmati setiap kali bercinta dengan Jonas.


Ranjang cinta mereka setiap malam menjadi saksi bahwa setiap desahan kenikmatan yang keluar dari mulut mereka setiap kali memadu cinta adalah bukti bahwa selama menjalani pernikahan, keduanya amat sangat bahagia. Bahkan malam ini mereka terasa enggan melepas menyatuan itu.


3 tahun telah berlalu, kini semua keadaan telah damai. Jonas dan Naina masih sama seperti dulu, masih saling mencintai di tambah lagi ada Juna ditengah-tengah mereka. Jonas sekarang masih sibuk menjadi pimpinan di Winner Grup namun tetap menyediakan waktunya untuk bersama keluarga, Naina sudah mulai magang di Rumah Sakit Internasional Prakasa, rumah sakit yang dipimpin Micko. Micko sudah banyak berubah, dia sekarang semakin akrab saja dengan Jonas, hanya bedanya, Micko masih Jomblo padahal usianya sudah 43 tahun. Ia berharap dalam waktu dekat dipertemukan dengan jodohnya.

__ADS_1


Di kantor Jonas


“Terima kasih Ko, aku dengar kamu memperlakukan istriku dengan baik selama dia magang dirumah sakit mu ?” ucap Jonas yang sekarang sedang mengobrol dengan Micko di sofa ruangannya. Ia senang hari ini Micko mengunjunginya di kantor.


“Tentu saja harus ku perlakukan dengan baik, dia kan istri sahabatku. Jonas, sampai sekarang aku masih belum menyangka kalau kamu mampu mencintai seorang wanita dengan teramat sangat dalam ?” kata Micko, mereka mengobrol sambil meminum air soda.


“Kenapa ? karena dulu aku suka meniduri banyak wanita ?” ucap Jonas saat mengingat masa lalu nakalnya.


“Ya, meskipun aku tau alasan kamu melakukan itu, tapi tetap saja aku masih belum percaya kamu bisa berubah,” ucap Micko.


“Karena cinta yang membuatku berubah, jujur saja selama hidupku aku tidak berani jatuh cinta, tapi apa kamu tau ? dengan agresifnya, dia selalu menggodaku untuk menunjukan betapa besar cintanya,” ucap Jonas.


“Sangat membenci malah, tapi entah kenapa aku tidak mampu menolak saat dia menggodaku, rasanya aku ingin menerkamnya terus,”


“Itu pertanda jodoh Jo, karena jodoh selalu ada cara untuk datang ke hati kita meskipun hati kita sudah ditutup rapat-rapat,”


“Mungkin juga seperti itu, karena sekarang kita tengah bicara jodoh, kapan kamu menemukan jodohmu ?” ucap Jonas tapi di tanggapi santai oleh Micko.


“Mungkin suatu saat nanti, aku akan tetap sabar menunggu kapan Tuhan memberikanku jodoh,”


“Sabar sekali ya kamu ternyata Ko ?”

__ADS_1


“Setiap kesabaran selalu membuahkan hasil,” ucap Micko.


“Benar juga, hahaha,” keduanya tertawa lepas sambil mengobrol santai siang itu. Kini persahabatan yang sempat menjadi permusuhan telah menjadikan mereka percaya satu sama lain.


Bagas dan Ivana sangat senang anak dan menantunya sibuk, dengan ini Juna selalu di titipkan kepada mereka, meskipun dengan berat hati saat malam dan akhir pekan, Juna diambil lagi oleh Jonas dan Naina. Mereka tau kalau anak dan menantunya itu selalu berusaha memberikan waktu untuk Juna.


“Pi ? rumah kita sepi lagi nih Pi setelah Jonas dan Naina tadi menjemput Juna,” kata Ivana yang sekarang tengah duduk manyun di sofa ruang tamu.


“Doakan saja Mi, semoga mereka tambah sibuk lagi, mereka itu gak peka sama kita, kita kan mau main terus sama Juna,” Bagas juga merasakan hal yang sama.


“Kalau mengingat Jonas dan Naina selalu memberikan waktu mereka untuk Juna meskipun mereka sangat sibuk membuat Mami ingat masa kecil Jonas deh Pi,” ucap Ivana yang tiba-tiba teringat masa kecil Jonas.


“Iya, Papi juga teringat itu, kadang kala Papi menyesal juga waktu kita muda dulu, kita sibuk terus dengan urusan kantor sehingga masa kecil Jonas terlewati,” sesal Bagas.


“Untunglah putra kita bisa hidup dengan baik sekarang ya Pi, meskipun dulunya dia memiliki masa depan cinta yang gak jelas,”


“Iya Mi, semua terjadi karena menantu kita,”


“Mami bangga sama menantu kita, Mami senang dia bisa mencintai Jonas dengan tulus meskipun tau semua kejelekan Jonas dulu, terlebih lagi usia mereka terpaut jauh, ternyata Jonas beruntung juga ya Pi mampu membuat gadis muda bertekuk lutut, hahaha,” Ivana masih belum percaya sampai sekarang jika anaknya menikah dengan wanita yang terpaut jauh umurnya.


“Hahaha, dapat durian runtuh ya Mi ?” Bagas pun juga merasakan hal yang sama, meskipun demikian, ia sangat senang karena menantunya itu mampu berpikir dewasa dalam membina rumah tangga dengan Jonas. Ternyata umur bukan kendala dalam membina sebuah mahligai cinta.

__ADS_1


__ADS_2