Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 44


__ADS_3

Terlihat Micko dengan susah payah dengan tubuhnya yang terluka parah menuju daratan. Micko berenang tanpa arah sehingga berhasil sampai di sebuah pulau terdekat. Pulau itu sepertinya perkampungan nelayan. Seorang pria tua yang merupakan nelayan di pulau itu kaget melihat kondisi Micko yang mengenaskan, dia yang berniat ingin mengangkat jaringnya akhirnya memutuskan untuk menolong Micko.


Flashback On


Beberapa bulan yang lalu setelah berita heboh yang mereka ciptakan lenyap, Micko dan Imelda kembali menyusun rencana untuk menjatuhkan bom kedua ke wajah Jonas. Kali ini mereka harus berhasil. Dengan pertimbangan matang setelah melihat situasi sudah tenang dan aman, rencana itu mulai mereka laksanakan.


Dari informasi yang mereka dapat, Jonas sekarang tengah melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Dengan kata lain Naina sekarang sendirian. Jonas berpikir semua sudah aman sehingga Naina tidak di kawal jika kemana-mana.


Pada malam itu, mereka mendapatkan informasi baru bahwa Jonas sudah tiba di Jakarta. Orang suruhan Micko memata-matai Naina dan Jonas. Akhirnya kesempatan yang di tunggu datang juga ujar mereka.


Mobil Micko yang didalamnya juga ada Imelda tengah mengikuti mobil Naina yang sedang melaju ketempat yang diminta Jonas. Dengan menambah kecepatan, Micko berhasil menghadang mobil itu. Keduanya lalu keluar dari mobil, tanpa basa-basi, Micko menusuk supir itu berkali-kali sampai supir itu meninggal kehabisan darah. Naina berteriak ketakutan saat Imelda dengan kasar menariknya keluar dari mobil. Untung jalanan tersebut sepi, jika tidak semuanya bisa kacau.


Micko yang mulai kesal dengan teriakan Naina akhirnya membungkam mulut Naina sampai Naina kehilangan kesadarannya. Mereka membawa Naina menuju tempat yang akan menjadi saksi kematian Naina dan Jonas nantinya.


Saat mobil mereka sampai di pantai, Micko baru menyadari kalau Naina membawa HP nya, di ambil oleh Micko HP Naina di belakang baju Naina. HP nya masih hidup, bahkan masih dalam panggilan telpon dengan nama yang tertera di layar ”Dewi”.


“Sial, ternyata gadis ini cerdik juga,” ucap Micko kesal, HP itu langsung di lemparnya ke laut.


“Bagaimana ini Ko ?” tanya Imelda.


“Apanya yang bagaimana ? justru itu bagus dong, kita gak perlu mengabari Jonas kalau wanitanya ada di tengah laut, dia akan datang dengan sendirinya, kita harus cepat bergerak sebelum terlambat,” ucap Micko.


“Oke Ko.”


Disana sudah ada kapal yang menunggu mereka. Micko mengangkat tubuh Naina menuju kapal. Di kapal itu sudah menunggu 3 anak buahnya. Di kapal itu juga sudah mereka sediakan beberapa pistol beserta pelurunya tak lupa juga perahu kecil.


Setelah kapal itu sudah dirasa cukup ketengah laut, anak buah Micko menurunkan perahu kecil itu, lalu diletakkan mereka Naina di sana dengan tangannya yang diikat kencang, perahu itu di dorong mereka sampai terapung-apung oleh gelombang laut. Lalu kapal mereka beralih ketempat yang cukup jauh dari perahu tersebut dengan jarak yang masih bisa diperhitungkan kalau melakukan tembakan.

__ADS_1


Setelah kapal itu sudah berada cukup jauh dari perahu, 3 anak buah Micko, Micko beserta Imelda mengambil posisi. Mereka tinggal menunggu kapan Jonas datang. Tidak berapa lama kemudian yang di tunggu pun datang menggunakan helikopter.


“Mereka datang bos,” ucap salah satu anak buahnya


“Jonas Tirta Alvino, laut itu akan menjadi kuburanmu, kamu harusnya berterima kasih padaku karena kamu tidak mati sendiri malam ini, kamu akan pergi bersama wanita tersayangmu itu !” ucap Micko dengan seringai liciknya.


“Kapan tembakan itu kita arahkan? tanganku sudah gatal,” ucap Imelda.


“Sabar Mel, biarkan mereka mengucapkan kata perpisahan dulu, ini akan menjadi sebuah film tragis yang pernah ku tonton, hahaha,” kata Micko.


“Baiklah, karena kamu sudah membantuku membalas dendam, aku akan bersabar sebentar, sekarang saat yang aku tunggu-tunggu tiba juga, selama 1 tahun dia mengabaikan ku sebagai istrinya, seenaknya saja dia menendangku keluar dari hidupnya dulu, sekarang rasakanlah siksaan ini,” ucap Imelda.


Setelah Micko merasa sudah cukup memberi Jonas dan Naina waktu, Micko pun memulai tembakannya.


“Tembak helikopternya sampai hancur !” perintah Micko yang langsung dilaksanakan.


Duar duar duar duar duar


“Apa mereka sudah mati Ko ?” tanya Imelda.


“Kita liat dulu !” jawab Micko.


Sialnya Jonas dan Naina belum mati, mereka masih hidup. Mereka melihat Jonas dan Naina tengah berusaha meraih puing helikopter itu untuk bertahan agar tidak tenggelam.


“Tembak lagi !” perintah Micko


Duar duar duar duar duar

__ADS_1


Tembakan bertubi-tubi kembali diluncurkan, Jonas dan Naina yang berhasil menghindar dari tembakan mereka membuat Micko semakin menggila. Kini emosi Micko sudah sampai ke ubun-ubun. Tanpa rasa takut ia masih meluncurkan tembakannya. Alhasil beberapa tembakan terakhirnya berhasil mengenai Jonas.


“Hahaha” tawa Micko berhasil menembak Jonas.


“Matilah kalian !” ucap Imelda.


“Pelurunya habis bos,” ucap anak buahnya.


“Gak masalah, sebentar lagi mereka akan mati dengan sendirinya.” Kata Micko.


Namun tiba-tiba.


Duar duar duar duar duar duar


Seketika kapal mereka di hujam dengan tembakan bertubi-tubi entah dari mana, anak buah Micko sumuanya terkapar bersimpah darah, mereka tewas seketika.


Sial. Peluru pistol Micko dan Imelda sudah habis, apa yang harus mereka lakukan sekarang ? pikir Micko. Tembakan kembali di luncurkan


Duar duar duar duar duar duar


Bertubi-tubi tembakan itu di arahkan untuk menghancurkan kapal mereka. Micko berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dengan langsung melompat ke air sementara Imelda masih berada diatas kapal. Micko berusaha menghindar dengar cara berenang, namun seketika dia menyaksikan sendiri kalau tembakan yang masih berlangsung menghujam tubuh Imelda berkali-kali. Imelda tumbang seketika dengan darah segar bercucuran keluar dari tubuhnya


Dan


Bboomm…….


Kapal mereka meledak. Ledakan kapal itu menghasilkan gelombang besar yang menghempaskan tubuh Micko bagaikan Tsunami menyapu daratan hingga bangunan-bangunan roboh.

__ADS_1


Sepertinya sudah beberapa jam Micko mengapung di atas air dengan kondisi pingsan, setelah sadar dari pingsannya, Micko melihat sebuah pulau kecil dan berusaha sekuat tenaga menuju pulau itu. Setelah sampai di pinggir pantai, Micko langsung tidak sadarkan diri kembali.


Flashback Off


__ADS_2