
Hari pernikahan Dimas dan Dewi pun tiba. Hari ini seluruh orang-orang terkasih mereka akan menyaksikan kebahagiaan mereka. Tema pernikahan mereka adalah pesta kebun. Seluruh dekorasi begitu indah dengan tema warna hijau dan merah.
Proses ijab qabul akan di adakan pagi ini jam 9 sementara siang sampai sore di lanjutkan dengan resepsi. Satu persatu tamu undangan telah datang. Penghulu sudah datang, tuan Bagas dan nyonya Ivana sudah datang. Orangtua Tiara sudah datang. Teman-teman kedua mempelai sudah datang. Keluarga besar juga sudah datang. Tidak lama setelah itu rombongan mempelai pria datang juga. Di antara rombongan pria terlihat ada Jonas sedang berjalan mengiringi Dimas menuju tempat ijab qabul. Yang menjadi saksi pernikahan Dimas dan Dewi hari ini adalah Jonas dan Bagas.
Sementara itu rombongan mempelai wanita masih di jalan. Mereka ke tempat acara memakai dua buah mobil. Mobil pertama di dalamnya ada kedua orangtua Dewi serta kakek dan nenek Dewi, sementara mobil yang di belakang ada Dewi. Mobil kedua tersebut di kemudikan oleh Dirga dengan Tiara duduk di samping Dirga. Sementara di belakang ada Dewi, Di sebelahnya ada Naina bersama anaknya. Kini Juna sekarang hampir berusia 4 tahun.
Di mobil.
“Nai, Ra gue gugup, tangan gue keringat dingin,” ucap Dewi.
“Lo tenang aja Dew, sesampai di sana gue yakin gugup lo bakal hilang, apalagi waktu lo sah jadi istrinya Dimas, gue yakin rasa gugup lo bakal berubah menjadi rasa semangat,” Naina berusaha menenangkan Dewi.
“Lo dulu juga ngerasain ini Nai?” tanya Tiara.
“Iya Ra, bahkan gue sehari sebelum nikah gak bisa ngapa-ngapain saking geroginya, tapi rasa itu langsung sirna setelah gue sah jadi istri mas Jonas,” jelas Naina lagi.
“Tuh dengerin Tiara sayang! nanti kalau kita nikah kamu jangan gugup!” Dirga ikut nimbrung.
“Apaan sih Ga, masih lama juga, udah fokus aja nyetir sana! nanti kita nabrak loh, kasian kak Dimas kalau gak jadi nikah, hahaha,” oceh Tiara asal.
“Lo nyumpahin gue mati Ra?” ucap Dewi.
“Hehe, ampun bu jaksa, jangan tuntut saya, saya gak sengaja nyumpahin, haha,” Tiara malah semakin tertawa.
“Rese lo Ra, gue sumpahin lo yang gak jadi nikah,” balas Dewi.
__ADS_1
“Apaan sih lo Dew, gue putar balik nih mobil kalo lo nyumpahin kita gitu, mau lo gue antar ke ancol bukan ketempat akad?” protes Dirga.
“Aduh kalian nih masih kaya anak kecil, kita berempat ini udah bukan anak SMA kaya dulu lagi, dewasa sedikit dong ! ingat ! umur kita udah 23! kuping anak gue sakit dengar kalian ngoceh,” Naina berusaha meredam suasana aneh itu.
“Iya iya maaf,” ucap Dirga.
Jika Naina sudah menyuruh mereka diam, maka tidak akan ada yang membantah karena Naina sekarang adalah tipe ibu-ibu yang cerewet. Di antara mereka hanya Naina yang mampu menunjukan kedewasaan setiap kali mereka mulai debat tidak jelas.
Mobil rombongan pengantin pun tiba di lokasi acara. Melihat Dewi keluar dari mobil di iringi Naina dan putranya serta Tiara dan Dirga membuat Dimas tegang. Jonas yang sekarang berada di dekat Dimas mengerti situasi ini.
“Udah jangan tegang, hari ini jangan sampai semangat mu down! nanti nyesel loh gak bisa malam pertama,” celetuk Jonas.
Mendengar kata-kata Jonas membuat Dimas menyipitkan matanya.
“Bos kok bilang gitu?” protes Dimas yang merasa malu atas ucapan Jonas.
Dimas semakin tegang kala Dewi sudah duduk di sampingnya. Proses ijab qabul akan di mulai.
Tiara dan Dirga duduk di kursi kosong yang sudah di sediakan, mereka duduk dekat orangtua Tiara. Sementara Naina dan Juna duduk dekat Ivana ibu mertuanya. Para tamu undangan tengah menantikan di mulainya proses ijab qabul.
Sesaat sebelum ijab qabul, Naina mengirim pesan ke suaminya yang duduk di kursi saksi.
To Papinya Juna Tersayang
Mas, tentang permintaan ku tadi malam, mas izinin kan ? mas gak berubah pikirankan?
__ADS_1
To Maminya Juna Tersayang
Iya sayang, masa mas larang kamu nyanyi di resepsi sahabat kamu sendiri, lagian kan kalian nyanyinya bertiga.
To Papinya Juna Tersayang
Makasih sayang, janji ya jangan marah-marah nanti!
To Maminya Juna Tersayang
Masa mas marah-marah, mas gak akan marah.
To Papinya Juna Tersayang
Love You sayang.
To Maminya Juna Tersayang
Love You Too istriku.
Proses ijab qabul akan di mulai. Dimas menjabat tangan ayahnya Dewi.
“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Dimas Prabowo bin Herlambang dengan putri saya Dewi Maharani binti Winata dengan mas kawin emas seberat 75 gram di bayar tunai”
“Saya terima nikah dan kawinnya Dewi Maharani binti Winata dengan mas kawin tersebut tunai”
__ADS_1
Sah
Resmilah Dimas dan Dewi menyandang status baru mereka sebagai suami istri.