
Merasakan hawa dingin, Naina mulai mengeryapkan matanya, matanya perlahan-lahan terbuka. Begitu kaget dia mendapati dirinya sudah berada diperahu yang kecil. Ditambah lagi dia sudah berada di laut. Tangannya terikat. Sunyi senyap tanpa seseorang. Sepertinya dia berada di tengah laut pikirnya. Naina menangis ketakutan apalagi sekarang sudah tengah malam. Gelap gulita ditambah angin yang begitu dingin menusuk sampai ketulang.
Naina menangis sekencang kencangnya dan sangat ketakutan.
“Mas Jonas... hiks… hiks... hiks… aku takut mas... aku dimana ? mas dimana... hiks... hiks… hiks...” tangis Naina.
Tiba-tiba suara helikopter terdengar, baling-baling helikopter yang membuat angin semakin kencang bertiup membuat rambut Naina berantakan. Di lihat oleh Naina pintu helikopter itu terbuka, seutas tali diturunkan kebawah, Oh Tuhan malaikat pelindung Naina sudah datang ujar Naina dalam hatinya penuh dengan kebahagiaan.
Tepat di atas perahu itu helikopter berada, Jonas turun ke perahu menggunakan seutas tali itu. Langkah- demi langkah dengan hati-hati Jonas akhirnya berhasil turun.
“Naina , kamu gak papa kan sayang ?” ucap Jonas yang sangat kwatir. Ia lalu melepaskan ikatan tangan Naina.
“Aku takut mas… hiks... hiks… aku takut…” setelah ikatan Naina terlepas, secara spontan Naina langsung memeluk Jonas. Berada dipelukan Jonas adalah hal teraman yang Naina lakukan.
“ Syukurlah aku menemukanmu, aku hampir putus asa,” keduanya saling berpelukan diatas perahu kecil itu.
“Bagaimana mas menemukan aku, sementara HP aku sepertinya sudah mereka buang ?" tanya Naina sambil menangis.
“Aku melacakmu tadi, lacakan kami berakhir di pantai Anyer, setelah itu HP kamu gak bisa di lacak lagi, kami sudah berkeliling mencari, ternyata kamu dihanyutkan hampir di tengah laut, aku takut terjadi apa-apa sama kamu sayang, aku gak ingin kehilanganmu,”
“ Aku juga gak ingin jauh dari mas. ”
Adegan peluk haru yang mereka lakukan tiba-tiba berubah menjadi riuh.
Duar… duar…duar…
__ADS_1
Bertubi-tubi terdengar suara tembakan, helikopter yang berada diatas ternyata yang ditembak. Helikopter itu kehilangan kendali sampai akhirnya perlahan helikopter itu meledak karena bagian mesinnya tertembak lalu beberapa saat kemudian helikopter itu terjatuh, dan parahnya lagi, helikopter itu jatuh menimpa perahu kecil itu.
Aaaa...
Byurr…
Helikopter sekaligus perahu mereka tenggelam.
“Naina…” teriak Jonas.
Naina dan Jonas yang sempat tenggelam beberapa saat, berhasil muncul di permukaan air. Jonas meraih tubuh Naina, Jonas tau Naina tidak terlalu pandai berenang, untung saja Jonas sangat ahli dalam urusan berenang. Satu lagi peristiwa tragis di dalam air yang menghampiri mereka seperti 8 tahun yang lalu. Apakah kali ini mereka akan selamat seperti dulu ?
“Nai bertahanlah !” sambil tangan sebelahnya memeluk Naina, tangan sebelahnya lagi berusaha meraih puing-puing helikopter yang sedikit pecah akibat tembakan bertubi-tubi tadi.
Tembakan kembali di luncurkan mengarah ke Jonas dan Naina, Jonas sekuat tenaga menghindari tembakan itu. Tembakan itu sejenak berhenti, sepertinya mereka kehabisan peluru. Jonas sudah berhasil meraih puing helikopter itu
“Jangan lepaskan tanganmu Nai, kita pasti selamat, kita pernah melalui ini dulu !” ucap Jonas agar Naina tenang di pelukannya dalam keadaan ektrim itu.
“Iya mas, aku percaya kita akan selamat, itu kapal yang dari tadi menembak kita mas !” tunjuk Naina.
Jonas menoleh kearah itu.
“Pasti di dalam situ ada Imelda dan Micko ?”
“Mereka berencana membunuh kita mas, ”
__ADS_1
“Kita gak akan mati semudah itu, mereka yang akan mati,”
Tiba-tiba tembakan kembali di luncurkan ke arah mereka bertubi-tubi
Duar duar duar duar duar duar....
Kini Jonas hampir tidak mampu menghindari tembakan itu, dalam batinnya, asalkan Naina tidak terkena tembakan, itu pun sudah cukup baginya. Dan beberapa tembakan terakhirpun kembali di luncurkan.
Duar… duar…
Aaaa...
Jonas memeluk Naina untuk menghindari tembakan, alhasil bagian belakang Jonas tertembus beberapa peluru.
Darah segar mengalir dari belakang Jonas.
“Mas Jonas... mas Jonas… hiks… hiks...” tangis Naina pecah melihat Jonas tertembak, berdarah dan perlahan kehilangan kesadarannya.
Pikiran Naina sekarang buntu, satu-satunya yang terlintas di pikirannya sekarang adalah mati bersama Jonas. Setelah Jonas kehilangan kesadarannya, Naina langsung membalikkan tubuh mereka, sekarang Naina yang mengarahkan bagian belakangnya bersiap jika tembakan kembali di luncurkan.
Dan
Duar… duar… duar… duar… duar…
Tembakan kembali di luncurkan. Tadinya Naina menutup matanya bersiap menerima tembakan, namun Naina tersadar ada yang aneh, tembakan itu tidak mengenainya.
__ADS_1