Simpanan Om-om

Simpanan Om-om
Episode 75


__ADS_3

Saat Dimas mengusir para utusan itu, Naina ternyata sudah datang dan naik ke lantai paling atas, lantai ruangan pimpinan Winner Grup. Dia melihat Dimas mengusir orang-orang itu. Sambil menenteng bekal makanan, Naina memperhatikan apa yang dilakukan Dimas itu.


“Dimas, kamu kenapa ? kenapa mereka kamu usir begitu?” tanya Naina.


“Nona Naina, tidak apa-apa, mereka melakukan kesalahan yang membuat bos marah jadi mereka saya usir,” jawab Dimas.


“Apa mas Jonas sekarang sedang marah-marah di dalam, padahal aku sudah membawakan bekal, aku takut dia makin marah jika mengganggu pekerjaannya,” ucap Naina.


“Tidak nona Naina, jika melihat nona, kemarahan bos langsung hilang,” ucap Dimas sambil tersenyum ramah.


“Benarkah ?”


“Silahkan nona masuk, dia pasti senang melihat nona !”


“Baiklah, aku masuk dulu.”


Naina membuka pintu, di lihatnya Jonas masih duduk di sofa. Melihat istrinya datang, wajah Jonas yang tadinya horor berubah jinak seperti anak kecil yang baru saja di belikan es krim enak oleh orangtuanya.


“Sayang ?” Jonas langsung berdiri memeluk istrinya dengan menampakan senyum yang paling manis.

__ADS_1


“Aku bawakan bekal untuk mas, ini !” Naina menunjukan bekal itu.


“Makasih ya sayang, duduk dulu sayang !” Naina meletakkan bekal itu diatas meja dan langsung duduk di sebelah Jonas.


“Kok disitu sih sayang duduknya, duduknya disini dong ! ” Jonas menepuk pahanya dan Naina mengerti maksud Jonas. Naina lalu duduk di pangkuan Jonas.


“Kata Dimas mas lagi marah-marah, ada apa sayang ?” tanya Naina yang sudah melingkarkan tangannya di leher Jonas.


“Biasa urusan pekerjaan,” Jonas tidak mau memberitahukan kelakuan para utusan itu tadi karena dia takut Naina akan marah. Jonas melingkarkan tangannya di pinggang Naina.


“Mas ayo kita makan, ini sudah tengah hari,” tawar Naina.


“Hah ? ini kantor loh mas ?”


“Ini kantor ku juga,”


“Nanti kalau ada yang masuk gimana ?”


“Aku kunci dari dalam dong sayang," Jonas langsung meraih remot kontrol di atas meja itu lalu menekannya pelan, Jonas berhasil mengunci pintu ruangan dari dalam. Pintu ruangan Jonas memang bisa di kunci otomatis ataupun di kunci manual.

__ADS_1


"Nanti kelihatan CCTV mas !"


"Ya udah aku matikan aja CCTV nya, CCTV ruanganku kan terhubung dengan HP ku aja, gak terhubung dengan ruang kontrol keamanan," benar saja, di hadapan Naina, Jonas lalu me non aktifkan CCTV selama mereka melakukan ritual cinta di situ.


“Tapi pekerjaan mas ?”


“Aku kan sudah bilang sayang, kamu yang paling penting,” ucap Jonas yang tangannya mulai nakal turun ke bokong Naina.


“Ya udah deh,” kata Naina pasrah.


Cup…


Jonas langsung melahap bibir istrinya itu dan seperti biasa gairahnya langsung memuncak sehingga membuat milik nya menegang.


“Mainnya di sofa aja ya sayang sambil duduk !” kata Jonas.


Naina pun menuruti keinginan suaminya. Tangan Jonas sudah tak terkontrol, ia mengerayangi tubuh istrinya. Naina yang setiap keluar rumah selalu memakai syal untuk menutupi lehernya, membuat Naina merasa syal itu berguna, seperti sekarang, suaminya tengah membuat tanda-tanda merah hasil kecupan di sana dan pulang nanti tanda itu akan ditutupi Naina dengan memakai syal.


Baju mereka sudah berserakan di lantai. Kini permainan akan di mulai oleh Jonas. Entah kenapa setiap kali melihat Naina, hasrat Jonas langsung muncul.

__ADS_1


__ADS_2