
Setelah puas berkeliling Mall dan bersenang-senang, Naina, Dewi dan Tiara pun pulang ke rumah masing-masing. Terlihat mereka membawa beberapa barang belanjaan. Sesuai janjinya kepada Jonas, Naina akan berusaha menjalani hidupnya dengan seimbang. Selalu memprioritaskan kehidupan rumah tangga bersama Jonas tapi tidak lupa juga untuk bersenang-senang.
Hari sudah berganti sore. Jonas sudah menyelesaikan pekerjaannya. Ia sudah sangat rindu pada istrinya karena seharian sibuk bekerja. Ia sudah tidak sabar untuk pulang dan bermanja-manja dengan istrinya dirumah agar lelahnya hilang.
Sementara itu di apartemen, bel berbunyi, Naina mengira Jonas sudah pulang namun ternyata saat dia membuka pintu, yang datang adalah kedua mertuanya.
“Hallo menantu Mami sayang ?” sapa Ivana sambil memeluk menantunya setelah Naina membuka pintu.
“Mami Papi ?” ucap Naina yang langsung mencium punggung tangan kedua mertuanya itu.
“Kalian ini, kalau bukan karena Dimas yang ngasih tau, Mami dan Papi masih mengira kalau kalian masih di Anyer ?” kata Bagas.
“Maaf Mi Pi, maafkan kami, kami lupa ngasih tau, silahkan duduk Mi Pi, kalian mau minum apa ?” tawar Naina.
“Air putih aja sayang, Mami Papi kesini cuma mau ketemu kalian sebentar kok sekaligus mau ngasih kamu sesuatu ?” timpal Ivana lagi.
Ivana dan Bagas duduk di sofa dan Naina menyodorkan minuman untuk mertuanya.
“Ini sayang ?” kata Ivana sambil memberikan botol obat.
“Apa ini Mi ?” tanya Naina.
“Itu obat penyubur kandungan sayang, supaya kalian cepat punya anak,” jawab Ivana bahagia.
“Iya Naina, kami berdua sudah tidak sabar untuk punya cucu, kalian berdua tiap malam harus berusaha ekstra ya, kami akan dukung dengan suplemen-suplemen penyubur, kita saling bantu biar hasilnya cepat,” ujar Bagas lagi kelihatan gembira.
“Terima kasih Mi Pi,” Naina senang kedua mertuanya ini sangat baik. Naina juga tidak sabar untuk mengandung anak Jonas.
“Minum itu sebelum kalian main di ranjang ya, tiap malam minumnya lebih bagus !” saran Ivana dengan tawanya.
Naina hanya tersenyum malu mendengar saran dari ibu mertuanya itu. Tidak berapa lama kemudian, pintu terbuka, Jonas sudah pulang.
“Mami Papi ? kok kalian ada disini ?” ucap Jonas yang baru datang.
__ADS_1
“Memangnya kami gak boleh kesini, kenapa gak ngasih tau kami kalau kalian sudah di Jakarta, untung ada Dimas ngasih tau,” kata Bagas.
“Maaf Mi Pi,” kata Jonas.
“Mas, kalau ketemu dengan orangtua cium tangan nya dong, jangan langsung ngomong aja !” kata Naina yang melihat tingkah suaminya.
Ivana dan Bagas tersenyum melihat putra keras kepalanya itu dinasehati oleh menantu mereka. Terlebih lagi ternyata Jonas menuruti kemauan istrinya. Baru kali ini selama Jonas dewasa, dia mencium punggung orangtuanya. Sungguh Jonas sudah jadi pria baik.
Mereka pun mengobrol selama sejam untuk sekedar cerita-cerita. Karena tidak ingin mengganggu pengantin baru, Ivana dan Bagas pun memutuskan pulang. Mereka hanya ingin berkunjung sebentar saja. Setelah kudua orangtuanya pulang. Jonas dan Naina langsung ke kamar.
“Mas mau aku siapin air hangat dan makanan ?” tanya Naina.
“Iya sayang, mas mau mandi, mas juga lapar, kamu udah mandi ?”
Naina menggeleng.
“Bagus kalau gitu, ayo mandi sama-sama !” ajak Jonas.
Naina sengaja belum mandi sore karena ingin mandi bersama suaminya lagi. Di kamar mandi Jonas sudah melepas semua pakaian nya begitu pula dengan Naina. Keduanya masuk ke bathub yang sudah terisi penuh air hangat.
“Sayang gosok punggung aku dong !” ucap Jonas.
“Iya sayang, sini aku gosokin !” dengan pelan Naina menggosok punggung Jonas. Setiap sentuhan yang Naina berikan saat menggosok punggung Jonas tiba-tiba membuat Jonas terangsang.
“Sayang ?”
“Ada apa mas ?”
“Punya aku pengen nih, kita main disini yuk ?” ajak Jonas yang langsung menghadap ke Naina.
Benar saja, dengan mata kepala Naina sendiri, Naina melihat milik suaminya sudah menegang. Kini Jonas mulai mengecup-ngecup tubuh Naina.
“Mas ?”
__ADS_1
“Apa sayang ?”
“Tadi Mami ngasih aku obat penyubur kandungan,”
“Terus ?”
“Sebelum main kata Mami aku harus minum obat itu, kita main diranjang aja ya mas, kalo aku habis minum obat itu dan langsung main di air, takutnya reaksi obat nya hilang,”
“Hahaha,”
“Kok mas ketawa sih ?”
“Nanti aja minum itu sayang, lain kali aja, mas udah gak tahan !”
Jonas kembali meluncurkan aksi nya. Akhirnya setelah 2 jam bercumbu di bathub baru Jonas puas.
Naina terkulai lemas di pangkuan Jonas, dia kehabisan tenaga.
“Aku gak bisa berdiri mas, badan aku lemas,” kata Naina yang masih berada di pelukan Jonas.
Jonas tersenyum.
“Ya udah, sini mas mandiin, makasih ya sayang, kamu selalu bisa melayani mas sampai puas,” ucap Jonas.
Selesai keduanya mandi, Jonas menggendong Naina keluar dari kamar mandi, Jonas dengan telaten memasangkan pakaian Naina dan menyisir rambutnya yang basah lalu mendudukan Naina ke ranjang. Baru setelah itu Jonas memasang pakaian miliknya.
“Gimana sayang, kakinya udah gak lemas lagi, mau makanannya di antar kesini atau makan di meja makan ?”
“Kaki aku udah gak lemas mas, kita makan di meja makan aja mas ?”
“Ya udah, ayo sayang !” ajak Jonas.
Jonas menggandeng tangan istrinya menuju meja makan.
__ADS_1