
Hai... hai....
aku lanjut lagi bikin part terbaru yaaa...
***
Kali ini aku mau cerita kehidupan Sisi di dalam keluarganya...
Diawal cerita aku pernah bilang kalo Sisi sudah ga punya ibu yang dipanggilnya Bunda, alias ibu kandung nya meninggal saat Sisi usia 5 tahun. Lalu setelah berjalannya waktu, 10 tahun setelah kepergian Bunda ternyata Ayah mengutarakan keinginannya untuk menikah lagi dengan wanita yang ternyata juga telah memiliki anak yang lebih muda 2 tahun dari Sisi. Dengan wajah berseri-seri Ayah bercerita tentang keinginannya untuk menikahi seorang wanita yang diungkapkan Ayah bahwa dia adalah cinta pertama ayah disaat masih sekolah dulu. Sisi yang mendengarkannya menjadi tidak suka, apalagi saat bertemu dengan 2 wanita yang akan menjadi bagian dari keluarga mereka.
Apalagi yang Sisi dengar dari sepupu-sepupu nya bahwa ternyata asal usul mereka tidak jelas.
Tapi apalah daya Sisi, bila itu menyangkut kebahagiaan Ayah, Sisi tidak bisa menolak. Untung saja Ayah tidak pernah berubah sikap walaupun sudah menikah lagi. Sisi tetaplah menjadi prioritas utama bagi Ayah. Rasa sayangnya Ayah malah semakin bertambah seiring waktu, segala keinginan Sisi tetap Ayah turuti.
Seperti siang ini, setelah mobil yang dikendarai Pak Min sudah meninggalkan sekolah, Sisi langsung menelpon Ayah nya meminta untuk bisa makan siang bersama, padahal yang Sisi belum ketahui bahwa sebenarnya Ayah ada meeting penting. Tapi karena Sisi mendadak melakukan permintaan, akhirnya meeting penting itu dialihkan ke Dimas, keponakan sekaligus sepupu Sisi yang usianya lebih tua 10 tahun dari Sisi.
*
Mobil sudah memasuki Perusahaan Ayah Sisi yang dikenal sebagai Adts Coorps, sebuah perusahaan di bidang property ternama di Indonesia.
Mobil pun berhenti tepat di lobby yang langsung dibukakan oleh Security kantor yang pasti sudah mengetahui bahwa itu adalah mobil dari kepunyaan pemilik perusahaan ini.
Sisi keluar dari pintu, sedikit berjalan menuju jendela depan mobilnya, seketika Pak Min membuka turun kacanya, seolah tau kalau Sisi ingin berbicara dengan Pak Min.
"Pak, pulang duluan aja... Sisi kayaknya lama di kantor Ayah"jawabku tersenyum ke arah Pak Min.
Pak Min pun mengangguk tanda setuju sembari tersenyum dan mengucapkan kalau dia siap sedia bila harus menjemput ku kembali. Aku tersenyum menyetujui nya...
__ADS_1
Setelah itu akupun berjalan melewati lobby menuju lift. Saat berjalan, banyak yang menegur sambil menunduk tanda mereka menyapaku.
Lift yang sekarang kunaiki menuju lantai teratas gedung ini tempat dimana ruangan ayahku berada. Sembari memainkan layar hp mengetik beberapa pesan balasan dari teman-teman ku yang sedari tadi menanyaiku sedang dimana.
Tanpa sadar pintu lift pun terbuka, akupun berjalan menyusuri koridor ruangan kantor yang terlihat mewah. kulihat diujung koridor berada ruangan ayahku yang tepat didepannya ada seorang wanita muda sudah berdiri menyapaku yang tak lain adalah sekretaris ayah beberapa tahun ini. Akupun akrab dengannya, makanya aku balas senyumannya ke arahku.
Dengan sigap dia pun membukakan pintu untukku. Aku mengangguk tanda ucapan terimakasih.
Kulihat Ayahku masih berkutat dengan tumpukan map hitam yang bertumpuk di meja. Terlihat rupa wajah Ayah yang sudah menua. yaa, memang ayah sudah berumur. Ayah dan bunda menikah dengan umur yang terlambat dalam usia pernikahan. Di umur 34 mereka menikah, di masa ayah mendulang kesukses'annya sebagai salah satu pebisnis di Indonesia. Dan pada waktu itupun bunda hanya putri dari salah satu konglomerat yang tidak tertarik untuk menjadi penerus perusahaan kakek. Mereka berdua bertemu di salah satu jamuan peresmian salah satu property ayah. Dan disaat itu juga mereka saling dikenalkan. Awalnya ayah menganggap ini sebagai perkenalan biasa yang diikuti obrolan santai. Tapi tidak dengan Bunda, bunda yang pertama kali melihat ayah menjadi senang sekali. Pertemuan-pertemuan selanjutnya menjadi awal kedekatan mereka berdua. Bunda yang sudah mulai menyukai ayah, mulai mengutarakan keinginannya dahulu. Ayah yang melihat ketulusan Bunda untuk menjadi istri yang baik membuat ayah tak berpikir panjang untuk meminang bunda.
Pernikahan besar nan mewah kala itu menjadi kenangan mereka berdua. Bunda benar-benar melakukan keinginannya menjadi istri yang terbaik untuk ayah. Kemanapun ayah bertugas, bunda selalu ikut dengan alasan tak ingin berpisah lama dengan ayah.
Dan itu juga yang membuat kami menjadi keluarga kecil yang sangat bahagia kala itu.
Hingga saat 5 tahun umurku, bunda harus dipanggil yang maha kuasa karena sakit kronis. Aku yang masih kecil tidak terlalu peka akan keadaan saat itu. Tapi yang pasti, ayah sangat kehilangan. sehingga rasa sedihnya dia luapkan dengan membahagiakan ku dengan sepenuh hati hingga sekarang.
**
Aku langsung berhambur memeluk sambil duduk di pangkuan ayah. Ayah pun langsung mengusap-usap bagian belakang kepalaku.
"Tumben anak ayah minta makan siang bareng ini??? pasti laper banget yaaa???"ujar ayah sembari mengangkat kepalaku agar bertatap muka dengannya.
"iyaaa... Sisi laper, biar nafsu makannya mau sambil lihat ayah makan juga"jawabku merayu yang langsung membuat ayah tertawa kecil.
Akupun berdiri diikuti ayah yang langsung mengambil jas luar'an yang tergantung di rak belakang mejanya. aku pun langsung berinisiatif membantu ayah memakainya.
Setelah ayah sudah rapi, kami berjalan keluar kantor sembari mengobrol apa saja yang telah kami lakukan hari ini.
__ADS_1
Ayah memilih restoran yang tidak terlalu jauh dari kantor. Restoran yang biasa kami datangi karena ada pasta kesukaan aku.
Setelah sampai restoran nya kami berdua berjalan masuk menuju meja makan yang sudah terlebih dahulu ayah pesan dari kantor. Ayah terus merangkulku sembari berjalan menuju meja.
setelah kami duduk, pelayan langsung menghampiri kami memberikan buku menu, kami pun melihat untuk pesan.
Tak berapa lama terlihat ayah melambaikan tangan ke arah belakang punggungku seolah memanggil. Kupalingkan badanku melihat kebelakang. Dan ternyata yang datang adalah orang-orang yang paling tidak kuharapkan. Dua wanita yang sudah 2 tahun ini memaksa masuk kedalam kebahagiaan yang sudah aku punya selama ini.
Terlihat Tante Mona yang tak lain istri kedua ayah beserta Keke datang ke arah kami. Ayah berdiri menghampiri mereka yang sudah berada tepat di meja kami. Tante Mona menggenggam tangan ayah diikuti sumringah yang tersirat di wajahnya.
"Ya ampun, udah lama juga kita ga makan bareng kyak gini. Pas banget aku habis jemput Keke pulang sekolah jadi cepet sampe nya ya pih"ucapnya senang diikuti senyum Ayah yang juga terlihat lebar.
Dan sama sepertiku, kulihat Keke hanya terdiam sambil duduk menatap mereka berdua yang sedang dikadung rasa cinta.
Kondisi seperti ini yang paling membuat ku tidak nyaman. Dimana aku harus ikut berpura bahagia agar kebahagiaan Ayah tidak berkurang. Rasa sayangku yang besar terhadap Ayah membuatku mewajarkan perasaan tak nyamanku menjadi seolah ikut bahagia.
Sebenarnya Tante Mona dan Keke tidak pernah berbuat jahat padaku, akan tetapi kehadiran mereka dalam hidupku menjadi berbeda, walaupun seperti yang pernah aku katakan rasa cinta dan sayang ayah tidak sedikitpun berkurang terhadapku. Tetapi rasa tak nyaman akan hadirnya orang asing dalam kehidupanku membuatku merasa tak bisa menerima mereka sepenuhnya.
*bersambung
Tuhkan, aku update lagii dalam 1 hari
Habis ini aku mau update lagi, supaya ceritanya makin greget.
Oh iya... kalo ada yg udah baca cerita aku, minta tolong rekomendasi kan ke yang lain yaaa.
makasih yaaa...
__ADS_1