
Setelah memarkirkan motor, kami berdua pun masuk ke dalam mall,Mallnya terlihat begitu megah dan besar. Sandra tiba tiba memegang tanganku,lalu dia menoleh ke arahku dengan raut wajah yang begitu bahagia.
Kami berdua pun berjalan menelusuri isi mall dengan bergandengan tangan, layaknya seorang pasangan kekasih.Begitu banyak sekali orang yang ada di mall itu, kami berdua begitu sangat bahagia.
"Lo bawa uang berapa sih San?." tanyaku.
"Tenang aja gak usah di pikirin, kan gua anak orang kaya." jawabnya.
Kemudian Sandra mengajakku pergi menuju ke tempat jualan pakaian yang ada di dalam mall itu, kami berdua melihat lihat pakaian yang ada di sana.
"Lo mau beli yang mana?." tanyanya.
"Terserah lo aja deh." jawabku.
Kemudian Sandra mengambil kaos hitam yang bergambar beruang lucu.
"Ini bagus gak Syan?." tanyanya.
"Bagus kok." jawabku dengan tersenyum.
"Tapi jangan deh kurang cocok buat lo." ucapnya.
Kemudian Sandra mengembalikan kaos itu ke tempatnya, lalu Sandra mengambil kaos hitam bergambar Laki laki membawa pedang.
"Ini cocok gak sih Syan?." tanyanya.
"Tapi itu kan gambarnya laki laki Sandra gak cocok sama lo." jawabku.
"Yaudah pilih yang lain aja." ucapnya.
Setelah itu Sandra mengembalikan kembali kaos itu ke tempatnya, setelah itu Sandra mengambil kaos hitam bergambar love.
"Ini aja kali ya Syan." ucapnya dengan menunjukan kaos itu kepadaku.
"Nah sip." ucapku dengan mengacungkan jempolku.
Setelah itu Sandra mengambil kaos bergambar yang sama, namun lengan panjang.
"Lo tunggu sini ya, biar gua bayar dulu." ucapnya.
"Iya Sandra." ucapnya.
Setelah itu Sandra pun pergi membayar kaos yang dia beli untuknya dan juga untukku. Beberapa saat kemudian akhirnya Sandra pun datang ke arahku dengan membawa tas kemasan yang berisi kaos yang dia beli tadi.
"Sudah Sandra bayarnya?." tanyaku.
"Sudah dong Arsyan." jawabnya dengan tersenyum.
"Kita udah dapat kaos kapelan nih, terus habis ini kita kemana?." tanyaku.
"Main main aja Syan, berkeliling mall." jawabnya dengan tersenyum.
"Yaudah ayo lanjut." ucapku dengan tersenyum.
Kami berdua pun berkeliling mall dengan begitu bahagia.
"Main game yuk Syan!." ajaknya.
"Yuk Sandra." ucapku setuju.
Setelah itu main game yang ada di mall itu, Sandra begitu bahagia pada hari ini.Wajah jutek yang ku temukan pada waktu itu sudah benar benar hilang dari wajah Sandra, bahkan aku sendiri tidak menyangka bisa seakrab ini sama Sandra.
"Sudah mainnya Sandra?." tanyaku.
"Sudah Syan." jawabnya.
"Kita kemana lagi nih habis ini?." tanyaku.
Kemudian Sandra menunjuk ke arah capit boneka.
"Kita capit boneka yuk Syan!." ajaknya.
Kami berdua pun pergi menghampiri capit boneka itu, terlebih dahulu Sandra membeli koin di penjaga capit boneka.
"Ini tiga koin buat lo, tiga koin buat gua." ucapnya.
"Siapa dulu nih?." tanyaku.
"Gua dulu ya." jawabnya.
Kemudian Sandra memasukkan koin ke dalam mesin capit itu, memencet tombol mesin capit boneka itu,lalu Sandra mencoba meraih boneka beruang warna ungu,namun percobaan pertamanya gagal.
"Yah gagal Syan." ucapnya.
__ADS_1
"Coba lagi Sandra." ucapku.
Sandra memasukan koin ke mesin capit itu, kemudian memencet tombolnya, dan menggerakan capitanya, mencoba untuk mendapatkan boneka beruang warna ungu, namun usahanya gagal lagi.
"Yah, kok jatuh mulu sih." ucap Sandra dengan kesal.
"Coba lagi dong, kan masih ada satu." ucapku.
Kemudian Sandra memasukkan koin terakhirnya dan dia berharap untuk mendapatkan boneka beruang warna ungu itu, namun bukan beruang warna ungu yang di dapat, melainkan boneka lebah yang lucu warna kuning dan hitam.
"Yah, malah dapat ini." ucapnya.
Kemudian Sandra mengambil boneka yang di dapat itu.
"Sekarang gua yang coba Sandra." ucapku.
"Arsyan boneka beruang warna ungu ya Syan." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya Sandra akan gua coba." ucapku.
Kemudian aku memasukkan kedalam mesin capit,lalu aku menggerakkan mesin capitnya mengarah ke boneka beruang warna ungu, namun baru saja hendak aku keluarkan boneka itu pun jatuh.
"Yah kok bisa jatuh sih." ucapku dengan menyesal.
"Coba lagi Arsyan." ucapnya..
Kemudian aku memasukkan kembali koin ke dalam mesin capit, kemudian aku menggerakkan mesin capitnya ke boneka beruang warna ungu, namun hasilnya tak jauh berbeda dengan yang pertama.
"Coba lagi Syan!." perintah Sandra.
Kemudian aku masukkan koin terakhirku ke dalam mesin capit itu, aku mencoba mengarahkan mesin capitnya ke boneka beruang warna ungu yang diinginkan oleh Sandra. Setelah itu aku pun berhasil menangkap boneka beruang warna ungu itu, lalu aku belajar dari kesalahan kesalahan yang sebelumnya, aku berhati hati dan akhirnya berhasil mendapatkan boneka beruang warna ungu, yang di inginkan Sandra.
"Yeah, Arsyan berhasil." ucap Sandra dengan raut wajah yang begitu bahagia.
Kemudian dengan bahagia, Sandra langsung menggambil boneka beruang warna ungu itu.
"Makasih Arsyan." ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian Sandra memberikan boneka lebah itu kepadaku.
"Ini untuk lo." ucapnya dengan memberikan boneka lebah itu.
"Makasih Sandra." ucapku dengan tersenyum.
"Ngomong ngomong, kita kemana lagi habis ini Sandra?." tanyaku.
"Gak tau sih Syan, kita jalan jalan aja yuk." ucapnya.
"Yuk." ucapku setuju.
Kemudian kami berdua berjalan dengan bergandengan tangan, mengelilingi mall yang begitu besar dan megah.
"Btw lo sering kesini ya?." tanyaku.
"Jarang sih." jawabnya.
"Masa sih jarang." ucapku dengan ragu.
"Iya Arsyan jarang banget." ucapnya dengan tersenyum.
"Suka gak, kalau jalan gini sama gua?." tanyaku dengan tersenyum.
"Ya suka aja sih." ucapnya dengan tersenyum ke arahku.
Kemudian Sandra mengajakku pergi ke salah satu restoran yang ada di mall.
"Syan makan yuk!." ajaknya.
"Ayo." ucapku setuju.
Kami berdua berjalan menghampiri restoran itu dan duduk berhadapan di tempat duduk yang di sediakan.
"Arsyan." panggilnya.
"Iya." balasku.
"Kita makan spageti ya." ucapnya.
"Spageti enak gak?." tanyaku.
"Lo gak pernah makan spageti Arsyan?." tanyanya.
"Gak pernah Sandra." jawabku.
__ADS_1
"Padahal enak loh." ucapnya dengan tersenyum.
Setelah itu waitress restoran pun datang menghampiri kami.
"Mau pesan apa kakak?." tanya waitress itu sembari memberikan daftar menunya kepada Sandra.
"Spageti dua porsi, sama minumnya jus jeruk aja." jawabnya dengan tersenyum.
"Oh iya kak, ditunggu ya pesanannya." ucap waitress itu dengan tersenyum.
Kemudian Sandra mengembalikan daftar makanan ke waitress itu lagi, lalu waitress itu pergi meninggalkan kami berdua yang sedang duduk.
"Sandra." panggilku.
"Apa Arsyan?." tanyanya dengan tersenyum.
"Maafin gua saat lomba dulu ya." ucapku.
"Gak apa apa kali Syan, santai aja sama gua." ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian dia memegang tanganku.
"Kita sekarang udah berteman Syan." ucapnya dengan tersenyum.
"Pasti lo malu banget ya waktu itu." ucapku dengan tersenyum.
"Iya, tapi lupain aja kali Syan." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya Sandra." ucapku dengan tersenyum.
"Btw, cewek yang lo cari, udah ada titik terangnya?." tanyanya.
"Belum terang sih, tapi semalam dia memberiku makanan dengan surat yang ada di bawah makanan itu." jawabku dengan tersenyum.
"Lo senang gak?." tanyanya.
"Senang banget dong Sandra." jawabku dengan tersenyum.
"Siapa namanya Syan?." tanyanya.
"Sisi." jawabku dengan tersenyum.
Beberapa saat kemudian pesanan kami pun sudah jadi, dan waitress itu mengantarkan pesanan kami berdua.
"Ini pesanannya kakak." ucap waitress itu sembari menaruh pesanan kami di atas meja.
"Makasih kakak." ucapnya dengan tersenyum ke arah waitress itu.
"Iya kakak." ucap waitress itu dengan tersenyum.
Kemudian waitress itu meninggalkan kami berdua, sementara aku dan Sandra langsung memakan spageti itu.
"Enak gak Syan?." tanyanya.
"Enak dong Sandra." jawabku.
Setelah itu Sandra menyuapi ku spageti itu ke dalam mulutku.
"Kalau di suapin enak gak Syan?." tanyanya dengan tersenyum.
"Enak dong, di tambah yang nyuapin cewek cantik gini." jawabku dengan tersenyum.
"Ih, gombak jijik deh,kek buaya." ucapnya dengan tersenyum.
"Memang gua buaya." ucapku dengan tersenyum.
"Buaya palsu." ucapnya dengan tersenyum.
" Asli dong, masa sih palsu." ucapku dengan tersenyum.
"Kalau asli mana bisa jalan sama gua, bisanya ya cuma merangkak." ucapnya dengan tersenyum.
"Bisa aja deh lo." ucapku dengan tersenyum.
"Ngomong ngomong, lo juga ganteng loh." ucapnya dengan tersenyum.
"Gombal ih buaya wanita." ucapku dengan tersenyum.
"Kita sama sama jadi buaya mau gak?." tanyanya dengan tersenyum.
"Ya gak lah, ngapain juga mau jadi buaya." jawabku dengan tersenyum.
"Gua juga gak mau, cantik cantik gini masa jadi buaya." ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
........................... BERSAMBUNG...........................