
Setelah beberapa saat,bel pulang pun telah berbunyi, aku dan Safira pun langsung pergi ke parkiran untuk mengambil motor dan setelah itu pulang ke rumah. Tapi ketika kami di parkiran, tiba tiba Andi menghampiri kami berdua dengan membawa bungkusan.
"Safira." panggil Andi.
"Iya Andi. " balas Safira dengan tersenyum.
"Ini ada sedikit makanan buat lo, di makan ya." ucap Andi dengan memberikan
bungkusan itu kepada Safira.
"Makasih Andi." ucap Safira dengan tersenyum.
"Sama ini, hari minggu kamu free gak?. " tanya Andi.
"Pagi sampai siang gua free, kalau sore sampai malam gua kerja." jawab Safira.
"Jalan yuk hari minggu." ajak Andi.
"Kemana?. " tanya Safira.
"Terserah lo." jawab Andi.
"Kalau gak jelas, gua gak mau ya." ucap Safira.
"Ke taman deh. " ucap Andi.
"Jemput gua ya." ucap Safira dengan tersenyum.
"Siap." ucap Andi dengan tersenyum.
"Gua tunggu loh, awas sampai gak datang." ucap Safira.
"Iya deh, yaudah gua balik dulu ya Safira, Arsyan." ucap Andi.
"Hati hati loh Andi." ucap Safira dengan tersenyum.
Kemudian Andi pergi meninggalkan kami berdua yang ada di sana. Lalu kami berdua pun langsung naik ke atas motor.
"Lo yang nyetir ya. " ucapku dengan tersenyum.
"Kok gua sih." ucap Safira.
"Yaudah kalau gak mau, gua jalan aja." ucapku.
"Yaudah deh gua yang nyetir." ucap Safira dengan tersenyum.
Kemudian kami langsung melakukan perjalanan menuju ke rumah, aku duduk di belakang dan Safira yang nyetir.
"Lo udah mulai suka Andi nih." ucapku dengan tersenyum.
"Kalau masalah perasaan sih, gua belum suka sama Andi, tapi mungkin gua lama lama bisa suka sama Andi." ucapnya.
"Andi orangnya baik loh Safira, walaupun dia anak orang kaya, dia tidak sombong." ucapku dengan tersenyum.
"Iya sih. " ucapnya.
"Mungkin lo juga butuh waktu Safira untuk bisa nerima Andi." ucapku.
"Iya Syan. " ucapnya.
"Di pikir pikir lo sama Andi juga cocok." ucapku dengan tersenyum.
"Masa sih Syan." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya Safira." ucapku dengan tersenyum.
"Tapi dari semua cowok yang suka sama gua di sekolah, gua percayanya cuma sama Andi dari pada anak anak yang dari kelas lain." ucapnya.
"Kalau sama pengurus Osis itu?. " tanyaku.
"Gua gak pernah bicara sama dia, nomer gua aja dia gak punya." ucapnya dengan tersenyum.
"Kalau sama gua?. " tanyaku lagi.
"Kalau lo itu beda." jawabnya.
"Beda gimana?. " tanyaku lagi.
"Gua itu sayang banget sama lo, gua sudah anggap lo sebagai kakak gua sendiri." ucapnya dengan tersenyum.
"Masa sih?. " tanyaku lagi.
"Iya Syan." jawabnya.
Kemudian aku memeluk Safira yang menyetir motornya.
"Tumben lo peluk gua kek gini?." tanyanya dengan tersenyum.
"Ya pengen aja sih." jawabku dengan tersenyum.
Tak terasa, ternyata aku dan Safira sudah sampai di rumahku,lalu aku pun turun dari motor Safira.
"Gua balik dulu ya Syan." pamitnya.
"Lo jadi jaga toko gak?. " tanyaku.
"Jadi dong Syan. " jawabnya.
"Oh, yaudah." ucapku.
"Emang lo mau kemana sih habis ini?." tanyanya.
"Ke rumah tante Indri." ucapku.
"Oh yaudah, gua balik dulu ya." pamitnya.
"Hati hati loh Safira." ucapku.
"Iya Arsyan." ucapnya.
Safira pun pulang ke rumahnya, sementara aku perlahan berjalan menuju ke rumah.
"Asalamualaikum." ucap salamku.
Kemudian Ibuku menghampiriku.
"Waalaikumsalam, eh anak ibu udah pulang." ucap Ibu dengan tersenyum.
Aku bersaliman dan mencium tangan ibuku, kemudian ibu mencium kening ku.
"Ayo masuk sayang!. " ajak ibuku.
Kemudian aku dan ibu masuk ke dalam rumah.
"Ngomong ngomong ayah di mana ya bu?. " tanyaku.
__ADS_1
"Ayah keluar sama mas bejo tadi, gak tau kemana?." jawab ibuku.
"Mas Bejo udah balik ke sini ya?." tanyaku dengan penasaran.
"Iya sayang,baru kemarin." jawab ibu.
"Oh, yaudah." ucapku.
"Kamu jadi ke rumah tante Indri?." tanya ibuku.
"Jadi dong ibu, ibu mau ikut?." tanyaku.
"Gak, ibu di rumah aja jagain rumah." jawabnya dengan tersenyum.
"Yaudah ,Arsyan mandi dulu ya ibu." ucapku.
"Iya sayang." ucapnya.
Kemudian aku pun mandi dan persiapan menuju ke rumah tante Indri. Hingga setelah beberapa saat sesudah aku mandi dan yang lain,aku pun menyiapkan motorku di luar, lalu aku naiki motorku.
"Hati hati loh sayang." ucap ibuku.
"Iya ibu." ucapku.
Tapi baru saja aku mau pergi, Prisila memanggilku.
"Mas Arsyan." panggilnya.
Kemudian Prisila menghampiriku.
"Mas mau kemana?. " tanyanya.
"Mas Arsyan, mau ke rumah tante Indri, Prisila." jawabku.
"Oh." ucapnya dengan mengangguk.
"Kamu mau ikut mas Arsyan?." tanyaku.
"Emang boleh mas?. " tanyanya.
"Boleh dong." jawabku dengan tersenyum.
"Yaudah, Prisila ikut ya mas." ucapnya.
"Naik di depan ya." ucapku.
"Iya mas." ucapnya.
Kemudian Prisila naik ke motorku. lalu aku pun langsung menjalankan motorku menuju ke rumah tante Indri yang lumayan jauh dari rumahku, walaupun satu desa.
"Kamu udah bilang mama kan?. " tanyaku.
"Aku lupa mas, aku belum bilang mama." jawabnya.
"Kalau mama nyariin gimana?. " tanyaku.
"Kan ada tante Indah mas, nanti pasti di kasih tau tante Indah." jawabnya dengan tersenyum.
Tak lama setelah itu, kami berdua pun sampai di rumah tante Indri, aku langsung memarkirkan motorku di depan halaman rumah tante Indri, Kemudian kami berdua turun dari motor.
"Ayo masuk Sil!. " ajakku.
"Ayo mas." ucapnya setuju.
"Kamu kenal Sania kan?. " tanyaku.
"Wah bagus dong, ketemu temen." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian kami berdua pun perlahan berjalan menuju rumah tante Indri. Saat tepat di depan rumah aku mengetuk rumah tante Indri dan mengucap salam.
"Asalamualaikum tante Indri." ucap salamku dengan mengetuk pintunya.
Kemudian ada yang membuka pintu dari dalam, yang ternyata adalah Sania anak tante Indri dan teman sekelas Prisila.
"Sania." panggil Prisila dengan tersenyum ke Sania.
"Prisila." ucap Sania dengan tersenyum ke Prisila.
Kemudian mereka berdua berpelukkan, dan tak lama setelah itu tante Indri keluar dari dalam menghampiri ku.
"Eh Arsyan." ucapnya dengan tersenyum.
"Eh tante. " ucapku dengan tersenyum.
"Ayo main ke kamar aku yuk." ajak Sania.
"Ayo." ucap Prisila setuju.
Kemudian menoleh ke arahku.
"Boleh kan mas?. " tanyanya.
"Tanya tante Indri dong. " jawabku.
"Boleh kan tante?. " tanyanya.
"Iya sayang boleh." jawab tante Indri dengan tersenyum.
"Yeah." ucapnya.
Kemudian Sania dan Prisila pergi ke kamar untuk bermain, sementara aku sama tante Indri tetap di tempat.
"Duduk dulu,Syan!. " ajak tante Indri.
"Iya tante." ucapku setuju.
Lalu aku dan tante Indri duduk berhadapan di sofa yang ada di ruang tamu rumahnya.
"Ada apa Arsyan, kok tumben ke rumah tante?. " tanyanya.
"Arsyan udah tau semuanya tante." jawabku.
"Kamu sudah di kasih tau sama ibumu ya?. " tanyanya.
"Iya tante." jawabku dengan mengangguk.
"Kalau kamu sudah tau, jadi jangan kamu ikutin perbuatanya dulu ya Arsyan." ucap tante Indri.
"Iya tante, ibu juga menyuruhku seperti itu." ucapku.
"Yaudah bagus kalau gitu." ucapnya dengan tersenyum.
"Makasih ya tante udah mau maafin ibu." ucapku.
"Iya Arsyan, lagi pula kan udah lama kejadiannya dan tante sama ibumu kan udah berteman seperti dulu lagi." jelasnya.
__ADS_1
"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.
"Ngomong ngomong kamu udah mau lulus tahun ini kan?. " tanyanya.
"Iya tante." jawabku.
"Mau kuliah di mana habis ini?. " tanyanya.
"Kerja aja tante, di Jakarta." jawabku.
"Kenapa gak kuliah Syan?. " tanya tante Indri.
"Arsyan gak mau nyusahin orang tua tante, kalau nanti Arsyan pengen kuliah ya pakai tabungan Arsyan kalau udah kerja nanti." jelasku dengan tersenyum.
"Bagus itu Arsyan, pokoknya belajar aja yang rajin sebentar lagi kan mau ujian." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya tante." ucapku dengan tersenyum.
"Tapi ngomong ngomong, kamu ke sini mau main aja atau ada hal yang penting?. " tanyanya.
"Ada hal penting yang tante harus tau." jawabku.
"Hal penting apa Arsyan?. " tanyanya yang sangat penasaran.
"Ibu hamil tante." jawabku.
"Beneran?. " tanyanya dengan ekpresi kaget campur bahagia.
"Iya tante Indri." jawabku.
"Syukurlah kalau begitu, bentar lagi kamu punya adik." ucapnya dengan tersenyum bahagia.
"Iya tante. " ucapku dengan tersenyum.
"Nanti kalau kamu pulang tante ikut ke rumah kamu bisa kan Arsyan?. " tanyanya.
"Bisa tante." jawabku.
"Yaudah, makan dulu gih Syan,tante udah masak ayam goreng tadi." perintahnya.
"Arsyan udah makan tadi tante di rumah." ucapku.
"Pokoknya kamu harus makan." ucapnya dengan tersenyum.
"Tante maksa." ucapku dengan tersenyum.
"Iya,tante maksa." ucapnya dengan tersenyum.
"Yaudah deh tante, iya." ucapku dengan tersenyum.
"Apa perlu tante suapin?." tanyanya dengan tersenyum.
"Gak usah tante, malu sama Sania dan Prisila." ucapku dengan tersenyum.
"Iya deh, tante juga lapar ini belum makan." ucapnya dengan tersenyum.
Kemudian kami berdua berjalan ke tempat makan rumah tante Indri dan kami duduk berdua di meja makan dengan saling berhadapan. Tapi sebelum itu tante Indri memanggil Sania dan Prisila dari tempatnya duduk.
"Sania, Prisila sini sayang." panggilnya.
Kemudian mereka berdua berjalan lalu menghampiri kami berdua.
"Apa ibu?. " tanya Sania.
"Sini makan dulu sayang, kamu siang tadi belum makan loh." ucap tante Indri.
"Makannya sama Prisila kan bu?. " tanya Sania.
"Iya sayang." jawab tante Indri.
"Asik." ucap Sania dengan bahagia.
"Sania duduk di samping ibu, Prisila duduk di samping mas Arsyan ya." perintah tante Indri.
"Iya tante." ucap Prisila.
"Iya ibu." ucap Sania.
Kemudian mereka berdua duduk.
"Ibu yang ambilin ya." ucap tante Indri.
Setelah itu tante Indri mengambilkan nasi untuk kita makan.
"Segini cukup kan sayang?."tanya tante Indri.
"Cukup bu." ucap Sania.
"Prisila cukup kan sayang?. " tanya tante Indri.
"Cukup tante Indri." jawab Prisila.
"Aku ambil sendiri aja tante." ucapku.
"Gak, tante ambilin pokoknya." ucap tante Indri.
"Tante Indri, jadi ngerepotin aja." ucapku dengan tersenyum.
"Anggap aja rumah sendiri Syan." ucap tante Indri dengan tersenyum.
Kemudian tante Indri mengambilkan nasi untukku.
"Segini cukup kan sayang." ucap tante Indri.
"Iya tante. " ucapku dengan tersenyum.
Setelah itu kami semua pun makan makanan kami.
"Masakan tante Indri enak kan Syan?." tanya tante Indri.
"Iya tante enak banget." jawabku dengan mengunyah makanan di mulutku.
"Enak mana sama masakan ibu kamu?." tanya tante Indri dengan tersenyum.
"Sama sih tante." ucapku dengan tersenyum.
"Ibu sama mas Arsyan, ngak boleh makan sambil bicara." ucap Sania.
"Ibu minta maaf sayang." ucap tante Indri dengan tersenyum.
"Tante Indri sih ngajak Arsyan bicara terus." ucapku dengan tersenyum.
"Yaudah sekarang kita makan gak boleh ada yang bicara." ucap tante Indri.
"Siap." ucap kami bertiga serentak.
__ADS_1
........................BERSAMBUNG........................