
Kulihat Pak Min yang mengarahkan mobil memasuki parkiran sekolah. Kurasakan semangat hari ini untuk segera sampai sekolah, rasanya ingin segera bertemu Dani. Saat mesin mobil berhenti, akupun menarik gagang pintu mobil dan menarik tubuhku keluar. Setelah itu, Pak Min membuka kaca mobil depan dan berbicara kecil kepadaku.
"Non... Nanti saya jemput lagi yaa... Kalo ada apa-apa hubungi saya cepat yaa..." Ucap Pak Min sembari tersenyum dan langsung kubalas dengan anggukan kepala dan mulai berjalan melewati lapangan sekolah dan menuju kelasku.
Saat diriku tiba tepat di depan kelas, kuarahkan langsung pandanganku menuju tempat dudukku yang langsung terlihat Dani dan teman-temanku sedang mengobrol satu sama lain diiringi tawa kecil mereka. Kupercepat langkahku agar segera bisa menyapa mereka.
"Sisiiiii.... " teriak Manda saat kuletakkan tas ranselku diatas meja. Lalu terlihat yang lain juga langsung mengarahkan pandangan mereka kepadaku termasuk Dani yang tersenyum juga kepadaku. Akupun membalas senyumannya sembari menatap dalam kearahnya.
Terdengar suara bel masuk yg langsung membuat anak-anak kelas duduk rapih di bangku masing-masing.
"Mmaaf semalem ga sempat balas chatnya... aku ketiduran" bisik Dani kecil sembari mengambil buku di dalam tasnya, lalu tak berapa lama menatap senyum kepadaku.
Akupun mengangguk sembari tersenyum. "Ngga apa-apa... aku juga langsung tidur semalam" jawabku lembut.
**
Waktu selama jam belajar terasa begitu cepat, Waktu di jam tanganku menunjukkan pukul 12 Siang yang menandakan bel pulang sekolah telah tiba. Suasana kelas pun langsung terlihat gaduh setelah Pak Rusdi yang baru saja mengajar pelajaran matematika beranjak keluar kelas menuju Ruang guru.
"Si... rencana hari ini mau kemana??? Nonton yuukkk... kan minggu depan kita udah mulai Ujian akhir" ujar Manda sembari menempel duduk disampingku.
"uuppppss sorry... hari ini gue ada rencana lain..." ucapku sembari memutar badanku hingga memeluk tubuh Manda dengan tujuan dia tidak marah padaku yang sudah menolak ajakannya.
"mau kemana sih??? " Tanya Diva yang sudah berdiri tepat didepanku dan Manda sembari menatap tajam penuh tanya.
"Kalo lo mau pergi sama anak-anak, pergi aja, rencana kita diundur kapan-kapan juga bisa" tetiba Dani langsung berdiri sembari menghadapku.
"iihhh apaan sih??? ga kok... rencana kita tetap jadi... kalo sama mereka bisa kapan-kapan. Iyakannn???"ucapku cepat sembari berbalik badan menghadap Manda, Diva, Bobby dan Arga yang sudah menunggu di hadapanku dan disertai tatapan penuh kode agar mereka semua mengamini ucapanku.
__ADS_1
"Iii...iiyyaa.... iya bisa nanti-nanti kok, habis ujian juga bisa kok"jawab cepat Arga yang juga diikuti anggukan Bobby dan yang lain.
Tak berapa lama mereka pun langsung beranjak meninggalkanku dan Dani yang masih merapihkan isi tas nya.
Kutatap segala gerak tubuh Dani yang masih menyusun buku-buku di dalam tasnya. Sudah mulai kubayangkan akan apa yg kami rencanakan setelah Tugas kelompok sejarah yang sukses kami presentasikan beberapa waktu lalu. Dani berjanji tidak akan menolak untuk merayakan disebuah Restoran cepat saji yang tidak jauh dari tempat kerjanya. Kupilih didaerah situ agar Dani bisa langsung bekerja dan otomatis waktu kami lebih lama untuk bersama nanti.
****
Dani akhirnya sepakat untuk membawa mobilku. Pak Min awalnya tak setuju dengan alasan bersedia mengantar kami, tapi dengan paksaan dengan sedikit memohon, akhirnya Pak Min setuju untuk meninggalkan mobil dan pulang dengan Ojek online yang langsung kupesan. Akupun berjanji yang akan membawa pulang mobil setelah mengantar Dani nanti bekerja.
Aku pun duduk disamping Dani yang mulai mengendarai mobil dengan kecepatan sedang mulai meninggalkan gerbang sekolah menuju jalan besar. Aku sesekali menatap wajah dan tubuhnya yang terlihat sibuk bergerak saat mengendarai mobilku. Aku sejenak terhipnotis melihat pesonanya, tanpa sadar akupun tersenyum manis tanda bahagia.
Tanpa sadar setengah jam berlalu dan mobil sudah memasuki Restoran cepat saji yang parkirannya terlihat penuh oleh mobil lainnya. Dani masih sibuk berputar hanya untuk mencari tempat parkir yang kosong untuk kami. Rasanya tak masalah walau hanya berputar seperti ini, karena aku merasa puas melihatnya yang terlihat keren.
Saat terdengar bunyi niit niit berkali-kali dari mobil, pertanda akhirnya kami mendapatkan tempat parkir yang kosong. Akupun mulai melepas seltbelt dengan cepat sembari memasukkan handphone ke dalam tas.
***
Saat kami diantarkan ke meja pilihan kami, Dani pun menarik salah satu bangku tanda mempersilahkan diriku untuk duduk di bangku pilihannya. Aku semakin tersipu malu tanda menyukai hal yang baru saja dia lakukan.
Tak berapa lama Dani beranjak berdiri untuk memesan beberapa makanan seperti Burger , Frenchfries dan minuman soda. Kulihat tubuhnya yang berdiri kurang lebih 10 meter dari meja kami. Kutangkup daguku dengan tatapan senyum manis pertanda rasa senang yang kurasa. Apalagi saat Dani berjalan dengan membawa nampan yang berisi pesanan makanan kami.
"Mayo nya di extras kan ya Si??" tanyanya diikuti anggukan setuju dariku.
Hampir satu jam kami makan diikuti obrolan-obrolan kecil dan juga tawa canda berbicara panjang lebar dari cerita tentang Arga & Manda yang tiba-tiba jadian karena tanpa sengaja berciuman saat jatuh saat jam pelajaran olahraga. Dan juga Diva & Bobby yang awalnya hanya ikut-ikutan berpacaran karena Bobby kutolak saat menyatakan perasaannya kepadaku selang 7 hari setelah Arga & Manda pacaran.
***
__ADS_1
Dan akhirnya kamipun sudah berada di jalan menuju tempat Dani bekerja yang jaraknya tidak begitu jauh dari Restoran tempat kamu makan bebrapa waktu yang lalu. Aku memaksa untuk mengantarnya dengan berjalan kaki dengan alasan perutku merasa penuh dan butuh angin segar dibanding didalam mobil. Setelah kuyakinkan bahwa jarak 500 meter bukanlah masalah untuk berjalan, akhirnya Dani pun setuju kuantarkan dengan berjalan kaki.
Tanpa terasa jarak 500 meter telah kami lalui, dan terlihat Bar tempat Dani bekerja sudah terlihat jelas. Dani memperlambat langkahnya dan seketika berhenti tanda cukup sampai disini diriku mengantarnya. Tepat dibawah pohon rindang yang berada tepat diujung jalan blok di salah satu gedung.
"Disini aja Si" ucapnya sambil badannya bergeser tepat ke arahku.
"Yaahhh... padahal udaranya seger banget yaa... " jawabku sembari melempar senyum ke arahnya.
**
"Sering-sering jalan begini, masih mau?? " ucapnya lagi dibalas senyum setujuku.
"Gimana kalau kita PACARAN??" sesumbarnya sembari melepas jaketnya dan langsung meletakkannya ke bagian belakang tubuhku yang tetiba terasa dingin kaku yang tidak hanya disebabkan tiupan angin melainkan sebaris kata yang baru saja keluar dari mulut Dani.
Kaku dan mematung menelaah setiap kata yang baru saja kudengar sembari kusilangkan tanganku seolah terasa dingin, kueratkan kedua tangannya menggenggam JAKET jeans Dani begitu menelusup wangi tubuhnya yang membuatku candu.
***
Bersambung
***
Waaahhhh... ga nunggu lama yaa Dani langsung ngajak Sisi pacaran ^0^ ... malah dikira Sisi yang duluan nembak Dani, ternyata Dani yang duluan ngajak... Jadi bikin Sisi ngerasa tersanjung kan yaa... hehehee
Kira-kira Sisi langsung jawab iya? apa malah minta waktu buat jawab... atau malah Dani ditolak karena suatu alasan...
Kita tunggu jawaban Sisi di episode selanjutnya ya teman2 pembacaku.
__ADS_1
Doain aku moodnya bagus terusss...