Sisi

Sisi
NGANTERIN MBAK CINDY


__ADS_3

Malamnya ketika jam telah menunjukkan pukul sembilan malam, kami berempat pun bersih bersih rumah makan, aku dan mbak Syifa membersihkan pusat rumah makan, sementara mbak Tya dan mbak Cindy membersihkan bagian dapur.


Sementara para tukang masak sudah pulang sejak tadi jam delapan malam ketika rumah makan telah tutup. Aku menyapu lantai rumah makan itu, sementara mbak Syifa mengelap meja, jendela dan pintu rumah makan yang terbuat dari kaca.


"Syan kamu gak apa apa kan, kerja di sini gak ada teman laki lakinya?." tanya mbak Syifa.


"Gak apa apa mbak, lagi pula kan juga masih ada temanya gak sendiri." jawabku.


"Yaudah kalau begitu Syan." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


Aku dan mbak Syifa tetap melakukan pekerjaan kami, hingga akhirnya kami berdua telah selesai membersihkannya, membuat rumah makan itu sudah dalam keadaan bersih. Setelah itu kami berdua pun duduk di salah satu meja makan yang ada di restoran.


"Capek gak Syan?." tanya mbak Syifa.


"Biasa aja mbak." jawaabku.


"Dari kemarin kemarin sepi terus rumah makan ini." ucap mbak Syifa.


"Masa sih mbak?." tanyaku.


"Iya Syan, hanya ada sekitar lima pelanggan di setiap harinya." jawab mbak Syifa.


"Bisa bisa tutup gak sih mbak, kalau begini terus." ucapku.


"Iya Syan, itu yang mbak takutkan,mau kerja ke mana lagi coba kalau rumah makan ini sudah di tutup." ucap mbak Syifa.


"Tapi faktor sepinya rumah makan ini apa sih mbak?." tanyaku.


"Gak tau juga Syan, kalau mbak lihat sih makanannya gak mahal mahal juga." jawab mbak Syifa.


"Iya juga sih mbak." ucapku.


"Mungkin kalah saing dengan rumah makan lain kali ya." ucap mbak Syifa.


"Iya mungkin mbak." ucapku.


Kemudian tak lama setelah itu mbak Tya dan mbak Cindy pun sudah selesai melakukan pekerjaannya,lalu mereka pun menghampiri kami berdua yang sedang duduk .


"Boleh ikut duduk gak mbak?. " tanya mbak Tya dengan tersenyum.


"Tinggal duduk aja kok pakai nanya nanya segala sih, kek baru kenal aku aja kamu." ucap mbak Syifa dengan tersenyum.


"Kan biar lebih sopan aja sama yang lebih tua, iya kan Arsyan." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya mbak." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian mbak Tya duduk di samping mbak Syifa, sementara mbak Cindy duduk di sampingku.


"Ngomong ngomong lo pulang ngojek lagi Cin?." tanya mbak Tya.


"Iya mbak." jawab mbak Cindy.


"Bareng sama Arsyan aja kan bisa Cin." ucap mbak syifa dengan tersenyum.


"Iya mbak, tapi ngomong ngomong rumahnya mbak Cindy di mana sih?." tanyaku.


"Dari sini ke kanan." jawab mbak Syifa.


"Pas dong satu jalur sama aku." ucapku.


"Masa sih?." tanya mbak Syifa.


"Iya mbak." jawabku dengan tersenyum.


"Gak usah mbak, aku ngojek aja takutnya nanti ngerepotin Arsyan lagi." ucap mbak Cindy.


"Gak apa apa mbak, aku gak kerepotan kok." ucapku.


"Iya Cin, ikut Arsyan aja kan enak." ucap mbak Tya.


"Yaudah deh kalau memang Arsyan gak kerepotan." ucap mbak Cindy dengan tersenyum.

__ADS_1


"Gitu kan enak Cin." ucap mbak Syifa.


Kemudian tak lama setelah itu tiba tiba terdengar suara motor dari luar.


"Suami tercinta udah jemput tuh, mbak balik dulu ya." pamit mbak Syifa.


"Hati hati loh mbak." ucapku.


"Awas ada begal mbak." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Iya." ucap mbak Syifa.


Mbak Syifa pun meninggalkan kami bertiga, karena sudah di jemput oleh suaminya, dan langsung melakukan perjalanan pulang ke rumahnya.Tak lama setelah itu suara motor suami mbak Syifa pun mulai terdengar semakin menjauh dan akhirnya menghilang karena sudah terlalu jauh.


"Kalau mbak Tya pulangnya gimana?." tanyaku.


"Mbak jalan kaki juga bisa sih Syan aslinya, tapi biasanya minta di jemput sama suami mbak, kan mbak manja." jawab mbak Tya dengan tersenyum.


"Bisa aja deh mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Kalau kamu nanti udah punya istri, pasti istri kamu nanti sama seperti mbak." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Gak semua gitu juga kali mbak." ucap mbak Cindy dengan tersenyum.


"Tapi kan kebanyakan gitu Cin." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Tapi mbak Cindy tipenya gak kek gitu deh keknya." ucapku dengan tersenyum.


"Memang, tapi gak tau lagi nanti kalau udah punya suami Syan." ucap mbak Cindy dengan tersenyum.


"Rencana mau nikah kapan Cin?." tanya mbak Tya dengan tersenyum.


"Calon aja belum punya mbak." ucap mbak Cindy dengan tersenyum.


"Tapi kalau kamu nikah nanti, jangan lupa ngundang aku ya." ucap mbak Tya dengan tersenyum.


"Jangan lupa aku juga mbak." ucapku dengan tersenyum.


"Iya deh, pokoknya do'ain aja agar bisa cepat cepat punya calon." ucap mbak Cindy.


"Iya aku juga ikut doain." ucapku dengan tersenyum.


Tak lama setelah itu terdengar suara motor dari luar rumah makan.


"Itu suami mbak udah datang, kita pulang bareng bareng yuk." ajak mbak Tya.


"Iya mbak." ucapku.


"Kalian berdua keluar dulu ya, biar nanti mbak kunci." ucap mbak Tya.


Lalu aku dan mbak Cindy pun keluar rumah makan itu terlebih dahulu. Setelah sampai di luar sudah ada suami mbak Tya yang menunggu sambil duduk di motornya.


"Kamu karyawan baru ya?." tanya suami mbak Tya.


"Iya mas, baru kerja tadi." jawabku dengan tersenyum. .


"Oh." ucap suami mbak Tya dengan mengangguk.


Tak lama setelah itu mbak Tya pun keluar dari rumah makan dengan membawa kaos milikku.


"Ini kaos kamu tadi kan Syan?." tanya mbak Tya.


"Iya mbak, aku lupa tadi." ucapku dengan mengelus dahiku.


Kemudian mbak Tya memberikan kaos itu kepadaku.


"Makasih mbak." ucapku.


"Iya Syan." ucap mbak Tya.


Lalu setelah itu aku pun langsung naik ke motorku, dan menyalakannya.

__ADS_1


"Mau langsung pulang Syan?. " tanya mbak Tya.


"Iya mbak takutnya kemaleman nanti." jawabku dengan tersenyum.


Kemudian mbak Cindy naik ke motorku dan duduk di belakangku.


"Pulang dulu mbak, mas." pamitku.


"Iya hati hati." ucap suami mbak Tya.


"Hati hati loh Syan, jangan ngebut ngebut." ucap mbak Tya.


"Iya mbak." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku pun menjalankan motorku untuk pulang ke rumah.


"Rumah mbak jauh gak?." tanyaku.


"Manggilnya gak usah mbak gitu dong Syan, panggil Cindy aja." ucapnya.


"Oh iya, jauh gak rumah kamu?." tanyaku.


"Lumayan sih, pokoknya nanti ada gang kecil gitu nanti belok." jawabnya.


"Oke, siap siap." ucapku.


"Kalau rumah kamu jauh gak?." tanyanya.


"Rumah aku jauh, di luar kota." jawabku.


"Gak gitu, maksudnya rumah yang kamu tinggali saat di Jakarta." ucapnya.


"Oh, lumayan sih Cin." ucapku dengan tersenyum.


"Btw, makasih ya udah mau nganterin aku." ucapnya.


"Santai aja kali Cin." ucapku dengan tersenyum.


"Kamu kok bisa kenal Sandra sih?." tanyanya.


"Iya kenal pas aku lomba lari di sekolahnya." jawabku.


"Oh." ucapnya.


"Tapi kamu dulu akrab gak sih sama Sandra?." tanyaku.


"Gak sih sekedar kenal aja, soalnya dulu aku juga gak pernah main sama adik kelas." ucapnya.


"Oh, kalau Fariska?." tanyaku lagi.


"Sama aja Syan gak akrab juga." jawabnya.


Kemudian tak lama setelah itu kami berdua sampai di gang kecil, lalu aku pun membelokkan motorku menuju gang itu.


"Nanti kalau ada rumah warna hijau, itu rumah aku Syan." ucapku.


"Oh siap." ucapku.


Dan akhirnya aku pun sampai di rumah warna hijau seperti yang di katakan Cindy. Setelah itu Cindy langsung turun dari motorku.


"Mampir dulu Syan." ucapnya.


"Gak usah Cin, takut nanti kemaleman lagi." ucapku.


"Oh yaudah Syan, makasih ya udah mau nganterin sampai rumah." ucapnya dengan tersenyum.


"Iya, yaudah aku pergi dulu ya." pamitku.


"Hati hati loh Syan." ucapnya.


"Iya Cin." ucapku.

__ADS_1


Setelah itu aku langsung putar balik motorku dan langsung menjalankan motorku menuju ke rumah dengan kecepatan yang agak tinggi karena aku sudah kecapekan. Hingga akhirnya aku pun sampai di rumah, lalu aku pun langsung turun dari motor, dan memasukkan motorku ke dalam rumah. Setelah aku dan motorku sudah berada di dalam rumah, aku langsung mengunci pintu rumah dari dalam. Setelah itu perlahan aku berjalan menuju ke kamarku untuk langsung tidur dan beristirahat karena sudah sangat kecapekan. Sesampainya di kamarku aku pun langsung berbaring di kasur, dan tak lupa aku mengambil boneka pangeran yang ada di meja di samping kasurku, lalu setelah itu aku memeluk boneka itu dan langsung memejamkan mataku untuk tidur.


......................... BERSAMBUNG.............................


__ADS_2