
Pagi ini kutekadkan hatiku untuk berbicara dengan Dani untuk meminta maaf. Kulihat pantulan diriku dikaca meja riasku. Kutarik senyum simpul ku untuk menyemangati diriku sendiri.
"Hayooo Si, pokoknya kamu pasti bisa!!! "
Ucapku berulang-ulang memastikan diriku untuk bisa melakukannya hari ini.
**
Saat turun dari mobil yang dikemudikan Pak Min, kulambaikan tangan tanda perpisahan dengan Pak Min yang mulai menjalankan mobil.
Kulangkahkan kakiku menyusuri koridor kelas. Kulihat sahabat-sahabatku yang melihatku tersenyum. Kulihat pula Dani yang sudah duduk di bangkunya dan sudah membolak-balikkan buku pelajaran. Dan seperti biasa dia hanya asik dengan dunianya saja tanpa memperdulikan suasana kelas yang sangat ramai karena jam pelajaran belum dimulai.
Seperti yang kupikirkan dengan rencanaku kemarin. Hari ini aku harus meminta maaf dengannya dan mulai memperbaiki hubungan kami berdua.
Kegiatan sekolah sudah dimulai, jam demi jam pelajaran mulai berjalan, istirahat juga sudah berlalu 2 jam yang lalu. Dan ini adalah jam pelajaran terakhir. Dan sampai sekarang aku belum menemukan waktu yang tepat untuk berbicara dengan laki-laki dingin yang duduk tepat di sampingku.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Semua murid merapihkan semua buku ke dalam tas masing-masing. Saat Dani sudah selesai dan akan beranjak, kuberanikan diriku memegang lengannya tanda agar dia tidak beranjak dari sini.
Ditatapnya wajahku dengan bingung. aku pun menatap sendu kepadanya. Kupaksakan untuk mulai bersuara.
__ADS_1
"Dan... hmmmm... sebentar mau ngomong" kupaksakan untuk memulai berbicara
Dani masih menatapku heran.
"Gue... minta maaf soal kejadian Mading" ucapan itu akhirnya keluar dari mulutku.
Dani masih terdiam.
"Gue tau, ini telat banget... kejadiannya udah hampir sebulan yang lalu, gue sebenarnya sadar dari awal kalo gue salah... salah banget" jawabku lagi mulai lebih tenang.
"Gue pengen minta maaf dari lama, tapi belum ketemu waktu yang tepat. Maaf kalo terlalu lama, dan gue harap please lo mau maafin gue. Gue janji !!! ini ga bakal terulang lagi" ucapku semakin berani sembari menunjukan tanda V di jari tangan kananku.
Seketika ada keheningan diantara kami. Genggaman tanganku semakin terasa bergetar menunggu jawabannya.
"Ok... gue ga kenapa-kenapa kok"jawabnya pendek dengan senyum yang tersimpul di bibirnya.
"Ahhhh... kok jawabnya gitu doang???" jawabku tak percaya dengan jawabnya diikuti genggaman ku di lengannya yang mulai kugoyang-goyangkan tanda kurang puas.
"iya... beneran gue ga apa-apa"jawabnya lagi sambil tangan kanannya menggenggam tanganku tanda untuk melepaskan genggamanku.
__ADS_1
"Lo bener udah ga marah lagi sama gue?? jadi kalo kita kerja kelompok ngerjain tugas Bu Melani udah bisa???" jawabku masih bertanya penasaran sambil mendekatkan wajahku melihat wajahnya yang sudah berpaling dan melanjutkan kegiatannya untuk mulai beranjak untuk keluar kelas.
Sejenak saat dia berdiri, dia sedikit melihatku sejenak lalu mengangguk tanda setuju tanpa melihatku. Sejenak sebelum dia meninggalkan ku terlihat dia menaikkan sebelah bibirnya tanda sedikit tersenyum.
Aku yang masih duduk di bangku menjadi lega sekali setelah melihat dia tadi tersenyum walaupun tidak melihatku. Karena buatku itu sudah cukup. Setidaknya dia tidak terlihat marah kepadaku.
Aaahhhh ternyata tidak sulit.
Aku mulai merutuki diriku sendiri kenapa tidak sejak lama aku meminta maaf padanya. Kupikir akan sulit, ternyata tidak.
Kubenamkan kepalaku di meja sembari mengoceh kecil atas apa yang telah kualami.
Saat kepalaku kuangkat, kulihat keempat temanku menatapku dengan tanda bingung.
*bersambung
Hai... holaaa....
Part ini agak lama yaa, maaf soalnya ternyata kalo weekend pekerjaan rumah lebih banyak sehingga buat ngetik part baru aja ga kelar-kelar.
__ADS_1
Kalo sempat, jangan lupa klik like yaaa teman-teman...