
Hollaaa semuaaa...
Lanjut part selanjutnya yaaa...
Hayuukk di like terus setiap part nya yaa...
Biar aku makin semangat ngetik nyaa
happy reading guys...
***
Tidak sampai 30 menit kami sampai disebuah jalan kecil suatu daerah kumuh yang tidak jauh dari sekolah. Dani masih menuntun Pak Min yang mengendarai mobil melewati jalan yang penuh dengan orang-orang yang berlalu-lalang.
Aku sekilas menatap Dani yang masih asik berbicara dengan Pak Min diiringi candaan. Tak terlihat gaya cuek yang biasanya dia tunjukkan kepadaku. Sesekali pula kulihat ke arah luar mobil yang menampakkan daerah tempat tinggalnya yang terlihat kumuh dan kurang layak.
*
Akhirnya mobil berhenti tepat disebuah tanah kosong yang didepannya terdapat rumah-rumah semi permanen karena terlihat hanya terbuat dari kayu dan triplek.
Dani keluar dari mobil. Aku masih melihat sekita lewat kaca mobil yang kubuka turun kebawah. Tak berapa lama Dani berada di depanku sambil membuka pintu mobil.
Aku melihatnya mengulurkan tangannya mempersilakan ku untuk keluar mobil. Aku langsung menggenggam tangannya. sembari membawa laptop dan tasku tadinya berada di sampingku.
Saat sudah keluar mobil. Aku meminta waktu untuk berbicara dengan Pak Min didepan setir mobil.
"Pak Min, tunggu Sisi yaa... Jam 3 udah selesai kok"jawabku menatap Pak Min yang juga melihatku lewat kaca mobil depan.
"Iya non, saya tungguin..."balas Pak Min menggangguk.
Setelah berpamitan dengan Pak Min, aku menghampiri Dani yang sudah menunggu di depan mobil.
**
Kami berdua berjalan sedikit ke arah depan menuju deretan rumah kecil kontrakan. Kutebak salah satunya adalah tempat tinggal Dani.
Rumah kedua dari sebelah kanan ternyata yang Dani tempati. Kulihat di depan rumahnya terlihat bersih dan rapih dibanding rumah-rumah disebelahnya.
Dani membuka pintunya dengan sebuah kunci. Dalam dua putaran pintu sudah bisa terbuka. Dia pun langsung membuka lebar pintunya. Melihatku sejenak sembari mempersilahkanku untuk masuk mengikutinya.
Akupun masuk mengikutinya berjalan masuk ke dalam rumah nya yang terlihat tua tapi bersih. Wangi pandan tercium menyelimuti ruangan.
Dani pun menyuruhku untuk duduk disalah satu sofa lebar yang terdapat di ruangan kecil depan rumahnya. Aku langsung membuka laptop dan menaruhnya diatas meja kecil. Dani yang kembali membawa tumpukan kertas hasil diskusi kemarin, lalu kembali meninggalkanku entah kemana.
Sembari menunggu laptop menyala, aku melihat sekeliling ruang yang tidak ada sekat. Hanya satu kotak ruangan yang fungsinya menjadi satu. Ruang tamu dengan satu sofa dan meja kecil. Didepannya ada tempat tidur sederhana diikuti sebelah kanannya ada ruangan kecil yang kutebak itu pasti kamar mandi. Dapur juga ada tepat dipojok kiri ruangan yang langsung terhubung pintu dan jendela besar.
Dani kembali dari luar rumah dengan membawa 2 botol minuman dan sekotak makanan. sudah kutebak pasti dia mengambilnya dari warung.
__ADS_1
Setelah itu dia kembali meninggalkanku, tapi hanya untuk menaruh tasnya dan sepertinya berganti baju. Saat dia berganti baju, dia berlindung dibalik lemari kecil yang dibuka lebar pintunya untuk menghalangi agar tidak bisa kulihat.
Akhirnya Dani sudah siap dengan kaos rapihnya menghampiri ku yang sejak tadi menunggunya.
"Diminum" suruhnya padaku saat duduk tepat disebelah ku. Aku mengangguk mengiyakan.
Dani pun langsung mengambil alih laptop yang siap digunakan. Dan dia mulai asik membuka word dan langsung mengerjakannya.
Aku yang masih terhipnotis dengan keadaan rumah kecilnya Dani mulai sedikit penasaran.
"Tinggal sendiri kayaknya??? "tanyaku tak kuat menahan penasaran.
Dani mengangguk tanpa melihatku, dia sudah mulai asik mengerjakan tugas.
"Yang rapih'in juga sendirian apa gimana?? kok rapih banget"lanjutku bertanya.
"Jarang juga dirumah, jadi ga berantakan" jawabnya pendek.
"kok jarang??? cuma buat tidur doang???" tanyaku lagi tapi sambil menggeser tubuhku yang semakin penasaran.
Dani yang sadar akan penasaran ku langsung mengangkat kepalanya dan sedikit tersenyum.
Diangkat nya laptop dari pangkuannya lalu dipindahkan nya tepat diatas pangkuanku.
"Lo yang ngetik, gue yang ngomong... gantian"jawabnya memotong pertanyaan ku padanya.
"Iya nanti kalo udah selesai, gue ceritain" Jawab Dani lagi sambil mengambil tumpukan kertas diskusi yang berada diatas meja.
Aku hanya bisa tersenyum malu. Dan mulai mengetik apa yang Dani ucapkan.
*
Sudah 2 jam lebih kami berdua berkutat dengan tugas yang kami kerjakan. Walaupun belum selesai, tapi bila dikerjakan 2-3 hari lagi tugas ini akan selesai sebelum akhir pekan.
Aku yang mengangkat kedua tanganku keatas tanda bahwa badanku yang sudah terasa pegal juga merupakan tanda waktu mengerjakan hari ini telah selesai. Dani yang mulai merapihkan meja karena sudah terlihat tumpukan kertas yang mulai berhamburan sembarang. Aku pun juga langsung men-save datanya dan mulai mematikan laptop.
Kuletakkan Laptop dari atas pangkuanku menuju atas meja. Kuminum pula tegukan terakhir minuman botol yang isinya langsung kuhabiskan.
Setelah meja telah rapih, Dani pun berdiri dan langsung menaruh bekas botol minum kami ke tempat sampah yang berada diujung kamar.
Kulihat jam tangan yang berada di tangan kiriku.
"Masih setengah dua, cepet juga yaaa" jawabku setelah melihat jam.
"besok dan lusa kalo dilanjutin, pasti langsung kelar" lanjutku sambil melihatnya berjalan ke arahku.
"Besok dan lusa kayak gini bisanya... ga bisa lebih dari jam 3. Soalnya gue kerja jam 4" jawabnya kembali duduk disampingku lagi.
__ADS_1
"hmmmmm... kerjanya jam segitu, trus pulangnya malem dong?? ga capek, kan besoknya sekolah lagiii???"tanyaku mulai penasaran.
Dia menggeleng diikuti suara perutku yang berbunyi tanda lapar. Aku yang tak sadar akhirnya menutup perutku. Dani yang melihat ekspresi malu diriku menjadi tertawa kecil.
Dia pun berdiri.
"Gue belum masak, tapi kalo Lo mau nunggu bentar mau gue masakin. Sekalian gue juga mau makan, laper juga sama kayak Lo" ucap Dani sembari menuju dapur kecilnya yang berada dipojok kamar.
Aku hanya bisa terdiam malu melihatnya mulai mengambil bahan masakan yang berada didalam kulkas kecil.
Karena penasaran, aku mulai berdiri dan menghampiri nya yang sedang asik memotong sayuran.
"Lo bisa masak??? masak nasi gitu???" tanyaku mulai penasaran.
Dani mengangguk. sedikit melihatku dan kembali mencuci beras lalu memasukkannya ke dalam magic com kecil yang berada dimeja dekat rak piring.
"enak ga nanti rasanya???"tanyaku lagi
"Gatau juga kalo sekarang enak apa engga... tapi biasanya masih bisa dimakan"jawabnya lagi menganggapi segala pertanyaanku.
Sejenak kulihat Dani memasak, sepertinya dia hanya membuat sayur dan telur goreng. Tapi semakin kuperhatikan aku sedikit kagum.
Tak berapa lama masakan yang dia buat sudah selesai. Tak sabar rasanya mencobanya. Agar lebih cepat, aku pun mulai membantunya merapihkan meja makan kecil yang berada tak jauh dari dapur. Kuletakkan 2 piring dan 2 gelas, beberapa sendok. Tak kulupa kusiapkan air minum yang kuambil dari kulkas kecil.
Dani yang masih asik menaruh makanan untuk disajikan diatas piring. Akupun sudah siap duduk menunggu nya.
Akhirnya dia membawa 2 piring makanan dan 1 wadah nasi. Kulihat makanan yang baru saja disajikan membuatku sedikit menelan ludah karena terlihat enak.
Dani yang sudah duduk didepanku mulai mengambil piring kosong dan mengambil nasi lalu diberikan tepat didepanku. Aku yang kaget langsung menatapnya bingung.
"hayoo dimakan, sorry ga terlalu enak" ucapnya sambil menyuruh ku mengambil sayur. Dia pun meletakkan potongan telur diatas nasiku.
Dia pun melakukan hal yang sama, mengambil makan untuk ikut makan bersamaku.
Aku sejenak berpikir, tentang yang terjadi saat ini. Hal yang tidak pernah kualami seumur hidupku.
Makan berdua dengan seorang laki-laki yang juga memasak untukku. Tak terlihat sifat biasanya dia yang tunjukkan kepadaku. Sifat cuek, tak perduli, ketus.
Sesekali kumelihat kearah wajahnya yang sedang asik makan. Sedikit senyum tersulam dibibirku. Entah mengapa???
Apa aku menyukainya????
*bersambung
Akhirnya part ini selesai juga.
Semoga kalian makin suka yaa.
__ADS_1