
Pelajaran Bu Melani akan dimulai sebentar lagi, aku yang sejak pagi tadi sudah merasa tidak enak semakin resah. Karena kupastikan hari ini aku akan tamat di tangan Bu Melani.
Kulihat ke arah sekeliling kelasku yang sedang sibuk dengan teman sebangkunya untuk saling mempersiapkan diskusi. Aku hanya bisa membolak-balik kan buku pelajaran.
Tak berapa lama, Bu Melani masuk dengan tumpukan buku sekilas sambil tersenyum ke arah kami. Ketua kelas langsung membantu Bu Melani yang menyiapkan OHP sebagai fasilitas diskusi kami.
"baiklah anak-anak, seperti yang ibu katakan di Minggu kemarin hari ini kita akan memulai diskusinya. Mohon untuk kalian mempersiapkan diskusi yang sudah kalian kerjakan dengan teman sebangku kalian"ucapnya sembari mengambil kertas lembaran catatan kelompok.
Satu persatu kelompok diskusi dipanggil secara random. Suasana kelas terlihat aktif dan seru diiringi canda tawa murid untuk memecahkan ketegangan diskusi.
Sedangkan aku hanya bisa menggenggam ujung buku pelajaran menunggu waktu saat aku akan diomelin oleh Bu Melani nanti.
Tak berapa lama pikiranku yang semakin pusing memikirkan nya.
"Selanjutnya Dani dan Siera, hayuuk maju" ujar Bu Melani menatap kami berdua. Aku yang ditatap Bu Melani hanya bisa menunduk lesu.
Tapi tiba-tiba Selembar kertas diletakkan tepat di atas tanganku. Sebuah lembaran kertas dengan tulisan rapih dengan beberapa blok post note dibeberapa bagian.
Kupalingkan wajahku ke arah datangnya kertas itu. Kulihat Dani masih sibuk merapihkan clear paper yang akan digunakan dalam diskusi. sejenak dia melihat ke arahku walaupun tangannya masih sibuk menyusun kertas-kertas tersebut.
"Saat nanti gue lagi jelasin bahan diskusi, Lo sambil baca aja itu kertasnya"ucapnya sembari menatap kertas pemberian nya.
"Biar gue yang jelasin, Lo yang ngurusin presentasi clear paper nya aja"jawabnya lagi berbisik lalu berjalan ke depan mengajakku.
Awalnya aku menolak menggeleng tapi Dani menyerahkan tumpukan kertas presentasi yang sudah disusun per halaman kepadaku.
__ADS_1
Sehingga mau tidak mau aku mengikutinya ke arah depan.
Seketika aku mengikuti arahan Dani saat diskusi kami sudah dimulai. Sembari Dani menjelaskan, akupun membaca kertas yang diberikannya kepadaku tadi. Selembar kertas rangkuman diskusi yang sengaja dibuatnya agar aku bisa sedikit mengerti sedikit pembahasan nya. Sesekali Dani memberikanku kode untuk mengganti clear paper untuk dia lanjutkan presentasi nya.
Sejenak kumelupakan kejadian beberapa Minggu yang lalu. Disaat ini ku hanya fokus mengikuti diskusi yang kuharap berjalan dengan baik.
Diskusi kami berdua akhirnya selesai kurang dari 10 menit. Bu Melani menatap kami dengan senyuman. Setelah itu kami berdua kembali duduk di meja kami. Kukembalikan tumpukan presentasi setelah sampai di meja.
Dani kembali terlihat biasa. Dia tidak menatapku, dia kembali sibuk dengan catatannya. Sejenak kumenatapnya yang juga melihat buku catatannya. Disudut hatiku terasa mencelos atas kejadian tadi.
Sebenarnya rasa bersalah selalu mengganggu pikiranku selama ini. Tapi karena Dani yang hanya berdiam saja membuatku gengsi untuk berbicara meminta maaf padanya.
Akhirnya diskusi kelas kami selesai diakhiri oleh Bobby dan Diva yang menjadi pasangan diskusi terakhir. Bu Melani terlihat senang dengan suasana diskusi kelas yang aktif.
"Kalian luar biasa anak-anak... ibu senang diskusi hari ini terasa hidup. Dan ibu merasa kalian sangat bersungguh-sungguh mempersiapkan diskusi hari ini dengan baik" ucap Bu Melani sembari menatap kami semua.
"Hasil makalah kalian kumpulkan Minggu depan, ibu harap makalah yang kalian buat dengan baik karena itu menjadi tugas akhir semester kalian"akhir ucapnya sembari tersenyum lalu meninggalkan kelas kami.
Aku yang mendengar tugas lanjutan Bu Melani menjadi tambah putus asa. Tugas ini yang menjadi tugas akhir juga menjadi tugas yang paling berat, bahkan lebih berat dari ulangan matematika.
Kembali kujatuhkan kepala ku kemeja sembari meringis sedih. Rasanya cobaan hidup ku ini semakin membuatku menjadi stress. Bagaimana aku berbicara dengan Dani, meminta maaf saja aku belum melakukan nya sama sekali.
Kuangkat kepalaku, dan mulai melihat ke arah Dani yang berada tepat di samping ku. Kulihat dia sedang merapihkan buku ke dalam tas mulai berdiri. Seolah mulutku terkunci rapat, tapi hatiku ingin menarik lengannya untuk sementara mencegah nya pergi dan berkata maaf.
Tapi apa daya, tubuh Dani beranjak pergi tapi aku tak bisa berkata dan berbuat apa-apa, seperti dikunci.
__ADS_1
Seketika tubuh Dani berubah menjadi Arga yang menatap ku tersenyum.
"Ga nyangka, lu udah baikan??? pantes dari minggu kemarin diajak main nolak terus, ternyata lagi diskusi berdua aja" goda Arga yang membuat ku semakin menyesakkan dada ini.
"iya nih, pasti Minggu ini juga Ga, nih anak bakalan absen dulu nongkrong ma kita"ditambah godaan Bobby yang menatapku dengan jahil.
Seketika kutatap mereka berdua dengan kesal. Manda yang melingkar kan tangannya di pundakku menepuknya beberapa kali tanda menyuruh ku untuk sabar.
"gua percaya kok Si, sekeras apa hati lo... pasti akal sehat lo jalan. Ga mau kan Lo punya nilai jelek buat hasil ujian kita nanti" ucap Manda yang seolah buat mereka benar padahal salah.
"Iya Si, inget... Lo mau kuliah ke luar jadi butuh nilai yang lumayan" ucap Diva menyakinkan ku.
Sekilas kutatap mereka, ucapan mereka ada benarnya. Aku harus menyingkirkan egoku. Bukan untuk apa-apa tapi ada hal yang harus aku lakukan untuk masa depanku. Untuk Ayah yang sudah mempersiapkan segalanya, jadi aku tidak boleh mengecewakan nya.
Dan selanjutnya, aku harus memaksa diriku untuk berbaikan dengan Dani bagaimana pun caranya. Kuharap tidak sulit untuk meminta maaf padanya dan memperbaiki keadaan. Bagaimana pun juga tugas akhir Bu Melani harus selesai dan bisa membantu nilai tugas akhir ku.
*bersambung
Yessss, akhirnya setelah 2 hari ini kelar juga part ini. Di part ini hati Sisi mulai melunak. Dan kita bakal lihat di part-part selanjutnya bagaimana cara Sisi memperbaiki hubungannya dengan Dani. Apakah Sisi siap meladeni sikap dingin Dani yang paling tidak disukai olehnya.
Gimana guys, udah masuk part 11, apakah kalian menyukai ceritanya??? Cuma mau ngingetin sekali lagi. Ini cerita bakalan panjanggg banget. Jadi kalian siap-siap buat baca terus. please jangan bosen, karena cerita akan semakin seru.
Untuk like nya makasih yaaa...
kalo kalian suka banget, boleh sedikit bagi point' nya...
__ADS_1
Makasih yaaa...