
Setelah beberapa saat akhirnya kami berdua pun sampai di rumahku, lalu aku parkirkan motor Safira di depan rumah, kemudian kami berdua masuk ke dalam rumah. Aku melihat ibu sedang menunggu dengan duduk di meja makan serta semua makanan pun sudah matang, di meja makan itu.
"Bu, tante Rani udah pulang?. " tanyaku.
"Sudah dari tadi sayang, mau masak katanya." jawab ibuku.
"Ohh." ucapku dengan mengangguk faham.
"Kok lama banget sih kalian,ngapain aja di sana?. " tanya ibu.
"Safira ini bu mandinya lama, sama pakai make upnya juga lama." ucapku dengan tersenyum.
"Biasalah kan cewek,semuanya itu harus lama, iya kan tante." ucap Safira dengan tersenyum ke arah ibuku.
"Ada ada aja deh kalian, yaudah silahkan duduk kalian berdua, kita makan bersama sama." ucap ibu dengan tersenyum.
Kami berdua pun duduk, di depan ibu.
"Ambil sendiri sendiri ya. " ucap ibu dengan tersenyum.
"Iya ibu." ucapku.
Kemudian setelah itu,sebelum kami makan, tiba tiba terdengar suara motor ayah dari luar, seketika ibu berdiri dan langsung menghampiri ayah di luar.
"Enak banget masakannya tante Indah,Syan." ucap Safira dengan mengunyah makanan di mulutnya.
"Baru tau lo." ucapku dengan tersenyum.
"Iya baru tau dong, kan gua baru ini makan di rumah lo." ucap Safira.
"Makanya sering sering makan di sini." ucapku dengan tersenyum.
"Ye, malu lah Arsyan." ucap Safira dengan tersenyum.
"Yaudah di makan aja makanannya." ucapku.
"Iya Arsyan." ucapku.
Kemudian ayah dan ibu pun datang menghampiri kami yang sedang makan, kemudian mereka berdua di depan kami yang ada di meja makan.
"Safira ya ini." ucap ayahku.
"Iya om." ucap Safira dengan tersenyum.
"Kok tambah gede tambah cantik aja sih." ucap ayahku dengan tersenyum.
Safira membalasnya dengan tersenyum.
"Kok tambah gede tambah cantik ya Safira."ledek ku dengan tersenyum.
"Apaan sih Arsyan." ucap Safira dengan tersenyum.
"Oh iya yah, ada kejutan spesial loh buat ayah." ucap ibu dengan tersenyum ke arahku.
"Iya ayah ada kejutan." sautku.
"Kejutan apa?. " tanya ayahku dengan penasaran.
"Pokoknya ada deh yah." ucap ibu dengan tersenyum.
"Kalian ini, ayah baru pulang malah di suruh mikir." ucap ayahku dengan tersenyum.
"Pokoknya kejutannya nanti, bisa bikin kamu makin semangat bekerja." ucap ibu dengan tersenyum.
"Kejutannya apa sayangku?. " tanya ayahku dengan mencubit pipi ibu pelan.
"Pokoknya setelah makan aku kasih tau kejutannya." jawab ibuku dengan tersenyum.
Kemudian kami pun menikmati makanan yang di masak oleh ibu dengan begitu bahagia. Ayahku menjadi yang pertama menghabiskan makananannya setelah itu di susul denganku, hingga akhirnya kami semua pun sudah selesai makan.
"Apa kejutanya sayangku?." ucap ayah dengan mencubit pipi ibuku.
"Gak usah cubit gini ah, kan malu sama Safira dan Arsyan." jawab ibuku dengan tersenyum.
Aku dan Safira hanya tersenyum, melihat tingkah mereka berdua.
"Kejutanya apa bu?. " tanya ayah yang terus penasaran.
"Ibu hamil yah." jawab ibuku dengan tersenyum..
"Beneran?. " tanya ayahku dengan kaget.
"Iya ayah." ucap ibu dengan tersenyum.
Seketika ayah pun memeluk ibu dengan penuh kasih sayang, aku dan Safira yang ada di hadapannya pun ikut bahagia melihat mereka.
"So sweet banget." ucap Safira dengan tersenyum.
"Kita ikut pelukan aja kali ya Safira." ucapku dengan tersenyum.
"Iya kali. " ucap Safira dengan tersenyum.
__ADS_1
Kemudian ayah melepaskan pelukanya, dan mereka menatap kami berdua.
"Gak boleh, gak muhrim." ucap ibuku dengan tersenyum.
"Bercanda bu." ucapku dengan tersenyum.
"Iya tante." ucap Safira dengan tersenyum.
Setelah beberapa saat, tepatnya jam setengah tujuh, aku dan Safira pun hendak berangkat ke sekolah.
"Ibu ,ayah, aku dan Safira berangkat dulu ya." pamitku.
"Iya sayang." ucap ibuku.
Kemudian kami berdua bersaliman dan mencium tangan kedua orang tuaku. Kemudian kami berdua naik ke motor.
"Syan Prisila gimana?. " tanya Safira.
"Iya kita tungguin di sini aja kali ya." jawabku.
Kemudian setelah itu Prisila pun keluar dari rumahnya, dan berlari menghampiri kami berdua yang sudah naik motor.
"Ayo Prisila naik!. " ajakku.
Karena motor Safira adalah motor matic, jadi Prisila duduk di depanku yang mengendarai motor.
"Sudah Safira?. " tanyaku.
"Sudah mas. " jawabku.
Kemudian setelah itu kami pun berangkat menuju ke sekolah. Tapi terlebih dahulu aku mengantarkan Prisila di sd tempatnya sekolah.
"Silahkan turun Prisila." ucapku.
Kemudian Prisila turun dari motor.
"Makasih mas Arsyan." ucap Prisila dengan tersenyum.
"Sama sama Prisila." ucapku dengan tersenyum ke Prisila.
"Sekolah yang pintar loh Prisila." ucap Safira.
"Iya kakak, tapi ngomong ngomong kak Safira kapan tidur di rumah Prisila lagi?." tanya Prisila.
"Mungkin kalau kak Safira libur kerja." jawab Safira dengan tersenyum.
"Yaudah kak kalau gitu Prisila masuk dulu ya." ucap Prisila.
"Fir." panggilku.
"Iya Syan." balasnya.
"Maafin gua ya." ucapku.
"Untuk apa Syan, perasaan lo gak ada salah sama gua." ucapnya dengan bingung.
"Maafin, gua gak bisa bales perasaan lo ke gua." ucapku.
"Ya ampun, santai aja kali Arsyan lagi pula lo kan mau cari Sisi." ucapnya.
Kemudian Safira memelukku.
"Lo mungkin Lebih bahagia sama Sisi nanti Arsyan." ucapnya.
"Tapi gua sama lo juga bahagia Safira, apa gua harus berhenti mencari Sisi." ucapku.
"Syan ingat tujuan utama lo, ingat deh lo juga dulu lebih akrab sama Sisi dari pada sama gua kan." ucapnya mencoba menyemangatiku.
"Lo udah gak punya perasaan sama gua lagi ya Fir?. " tanyaku.
"Kalau boleh jujur, gua masih punya perasaan sama lo Syan, gak ada cowok lain yang masuk ke hati gua, selain lo Syan." ucapnya.
"Safira apa kita jadian aja ya?. " tanyaku.
"Lo ngomong apaan sih, Arsyan gua yakin, Sisi pasti sama halnya sama lo, dia mungkin juga selalu mikirin lo, jadi lo gak boleh nyerah Arsyan." ucapnya sembari menyemangatiku.
"Safira." ucapku.
"Waktu sd sama smp juga kita gak seakrab sekarang kan,mungkin jika Sisi satu sekolahan sama kita mungkin lo lebih akrab sama Sisi dari pada sama gua." ucapnya.
Aku hanya diam tak mengatakan apa apa.
"Gua mencintai lo sebagai seorang sahabat Arsyan tidak lebih, lo adalah sahabat cowok terbaik yang pernah gua miliki." ucapnya.
"Makasih ya Safira." ucapku dengan tersenyum.
Kemudian tangan kiriku memegang tangan kiri Safira yang sedang memelukku dan aku mencium tangan Safira itu.
"Arsyan." ucapnya.
"Safira lo sahabat cewek terbaik yang pernah gua miliki." ucapku dengan mencium tangan Safira.
__ADS_1
Tak terasa tiba tiba kita sampai di sekolahan, kemudian aku langsung mengarah ke parkiran sekolah, dan memarkirkan motor Safira di sana.
"Lo ingat kan rencana kita yang tadi." ucap Safira.
"Ingat dong. " ucapku
"Yaudah habis turun dari motor, lo pegang tangan gua ya." ucapnya.
"Siap sayang." ucapku.
Kemudian kami berdua turun dari motor, aku menggandeng tangan Safira, hingga akhirnya kami berdua sudah berada dekat di kelas dua belas ipa dua, tempat Safira berkelahi waktu itu.
"Syan kita harus terlihat mesra di depan mereka." ucap Safira.
"Iya Safira." ucapku.
Kemudian kami berdua jalan melewati depan kelas itu, terdapat siswi yang berkelahi dengan Safira pada waktu itu, duduk di depan kelasnya bersama teman temannya. Seketika Safira menggandeng tanganku, dan menaruh kepalanya di bahuku.
"Sayang kita nanti jalan ya." ucapnya dengan tersenyum.
"Iya sayang." ucapku.
Kemudian wanita yang berkelahi dengan Safira pada waktu itu pun mengatakan sesuatu.
"Cewek setan udah punya cowok aja nih." ledek wanita itu.
"Dih siapa sih yang ngomong sayang?." tanya Safira.
"Aku gak dengar apa apa sayang." jawabku.
"Mungkin ada setan kali ya di sini." ucap Safira.
"Mungkin aja sih sayang." ucapku.
"Belagu amat sih nih cewek, baru punya cowok gitu aja." ucap Safira.
"Suara setan kali ya sayang, soalnya aku dengar lagi sayang tapi gak ada wujudnya." ucap Safira.
"Enak aja ngatain gua gak ada wujudnya, ngajak berantem gua lagi lo." ucap Wanita itu dengan sedikit marah.
"Sayang setannya ngajak berantem, aku takut sayang." ucap Safira dengan tersenyum.
"Lari sayang." ucapku.
Kemudian kami berdua lari hingga sampai di depan kelas, dan setelah itu kami berdua pun masuk ke kelas dengan tetap bergandengan tangan.
"Sayang gak kerasa ya kita udah sampai aja." ucap Safira dengan tersenyum.
"Iya sayang gak kerasa ya." ucapku dengan tersenyum.
Mendengar percakapan kita seluruh teman sekelas ku pun menatap kami berdua yang baru masuk ke kelas.
"Kalian udah jadian?. " tanya salah satu teman laki laki ku dengan kaget.
"Udah dong ini sekarang kan ayang aku, iya kan sayang." ucap Safira dengan tersenyum ke arahku.
"Iya dong sayang, ayang siapa lagi kalau gak ayang kamu." ucapku dengan tersenyum ke arah Safira.
"Mesra banget sih kalian. " ucap salah satu teman cewekku dengan tersenyum.
"Makasih." ucapku dengan tersenyum.
"Ya,aku udah kalah dong sekarang." ucap Andi salah satu cowok yang ada di kelasku.
"Iya Andi, kamu sekarang jangan deketin aku lagi ya, soalnya aku sekarang udah punya ayang." ucap Safira dengan tersenyum.
"Iya deh, tapi nomer kamu masih aku simpan ya." ucap Andi salah satu teman cowokku.
"Kamu simpan aja, mau chat chatan sama aku juga gak apa apa kok, iyakan sayang. " ucap Safira dengan tersenyum ke arahku.
"Iya dong sayang." ucapku dengan tersenyum ke arah Safira.
Kemudian kami berdua duduk di tempat biasa kami duduk.Kemudian Risa salah satu teman cewekku, menghampiri kami berdua yang sedang duduk.
"Kok jadi alay gini sih sekarang, perasaan dulu gak deh?. " tanya Risa dengan tersenyum.
Kemudian Risa duduk di depan kami berdua.
"Kan kita sekarang udah jadian Risa ya wajar dong kalau kita alay, iyakan sayang." ucap Safira dengan tersenyum ke arahku.
"Iya sayang." ucapku dengan tersenyum ke arah Safira.
"Jadi ikut bahagia gua, iya kan temen temen." ucap Risa dengan tersenyum.
"Iya dong." ucap seluruh temen cewekku yang ada di kelasku.
"Gua ikutan baper tau gak sih." ucap salah satu temen cewekku.
"Makanya cepat cepat cari ayang sepertiku, iyakan sayang." ucap Safira dengan tersenyum.
"Iya dong sayang, apasih yang gak buat kamu sayang." ucapku dengan tersenyum.
__ADS_1
.........................BERSAMBUNG.......................