Sisi

Sisi
DI BAWAH POHON


__ADS_3

Tak lama setelah itu aku pun sampai di rumah, kemudian tante Santi turun dari motorku dan berjalan masuk ke dalam rumah, sementara aku masih berada di luar rumah untuk mengecek motorku. Setelah mengecek motorku, aku pun masuk ke dalam rumah, aku begitu semangat ketika melihat masakan , yang sudah matang di meja makan. Aku pun duduk di meja makan itu, sembari menunggu tante Ifa dan ibu menyiapkan makanan yang lain.


Setelah itu ibu, tante Ifa dan tante Santi ikut duduk di meja makan, tante  Ifa duduk di sebelahku, sementara ibu dan tante Santi duduk di hadapanku.


"Ayo di makan, ambil sendiri sendiri ya." ucap ibuku dengan tersenyum.


"Ini masakan tante Ifa loh Syan." ucap tante Ifa dengan tersenyum.


"Masa sih tante." ucapku.


"Iya sayang, tante Ifa dan tante Santi yang masak, ibu tadi cuma bantu doang." ucap ibu dengan tersenyum.


Kemudian aku perlahan memakan makanannya, masakan tante Ifa dan tante Santi sangat enak, enakan masakan mereka dari pada masakan ibu, tapi bedanya hanya sedikit sih.


"Enak kan Syan." ucap tante Santi.


"Enak dong tante, masakannya chef masa gak enak sih." ucapku dengan tersenyum.


"Ada ada aja deh kamu Syan. " ucap tante Santi dengan tersenyum.


Kami pun menikmati makanan itu dengan sangat bahagia, karena kini aku bisa berkumpul dengan tante tanteku. Terakhir aku ketemu dengan tante Ifa saat kelas satu sd,saat kami sekeluarga berkunjung ke rumah kakek nenek yang ada di Lamongan. Saat itu tante Ifa masih sma, sementara tante Santi, setiap hari raya aku selalu bertemu denganya, karena setiap hari raya aku selalu pergi ke rumah kakek, nenek yang ada di bogor.


"Jalan sama mas Bejonya jadi kan tante?. " tanyaku.


"Jadi dong sayang." jawab tante Ifa.


"Bisa bisa nanti pulang dari sini kamu bawa jodoh lagi." ledek ibuku dengan tersenyum.


"Apasih mbak Indah, kenal aja baru tadi malam." ucap tante Ifa dengan tersenyum.


"Kamu sudah seharusnya menikah Ifa, umur kamu itu udah 28 tahun loh." ucap ibu dengan tersenyum.


"Kan belum ada calonnya mbak Indah." ucap tante Ifa dengan tersenyum.


"Kan ada Bejo Ifa, siapa tau cocok ya kan. " ucap ibu dengan tersenyum.


"Iya siapa tau cocok." saut tante Santi dengan tersenyum.


"Iya tante aku juga setuju." ucapku dengan tersenyum.


"Kok kalian mau jodohin aku sama Bejo sih." ucap tante Ifa dengan tersenyum.


Tiba tiba terdengar suara motor mas Bejo dari luar rumah.


"Tuh Bejo udah datang." ucap ibu dengan tersenyum.


"Kok pagi banget sih dia datang." ucap tante Ifa.


"Kamu janjian sama Bejo jam berapa gitu?." tanya tante Santi.


"Pagi, tapi dia datangnya terlalu pagi gak sih. " jawab tante Ifa.


"Dia semangat banget kayaknya Ifa." ucapku ibu dengan tersenyum.


"Iya, mana aku belum mandi lagi." ucap tante Ifa.


"Yaudah cepetan makanya, setelah itu langsung mandi, gak baik Bejo nunggu lama lama. " ucap ibuku.


"Tapi gak di samperin dulu si Bejo fa?." tanya tante Santi.


Kemudian tante Ifa menoleh ke arahku.


"Kamu samperin ya Syan, tante gak pakai kerudung nih. " perintahnya.


"Siap tante." ucapku.


Kemudian aku berdiri dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci tanganku, dan setelah itu langsung ke teras rumah untuk menemui mas Bejo, yang sudah ada di teras rumah. Mas Bejo tampil sangat berbeda, dengan rambut barunya. Rambut yang semula panjang kini udah pendek dan rapi.


"Mas Bejo habis potong rambut." ucapku dengan  tersenyum.


"Iya dong ini kan hari spesial aku, bisa boncengin cewek cantik, tante kamu." ucapnya dengan begitu bahagia.


"Widih." ucapku dengan tersenyum.


"Mana tante kamu cil?. " tanyanya.


"Kok cil sih kan aku udah besar mas." jawabku.


"Iya deh, mana tante kamu?. " tanyanya lagi.


"Itu baru makan, belum mandi juga." jawabku.


"Yaelah baru makan, katanya dia suruh pagi pagi." ucapnya.


"Yaudah ayo masuk mas! . " ajakku.


"Gak usah Syan aku di teras aja." ucapnya.

__ADS_1


"Oh yaudah,yang sabar mas nungguin tante Ifa." ucapku dengan tersenyum.


"Gak apa apa Syan." ucap mas Bejo.


"Yaudah aku ke dalam dulu ya." ucapku.


Kemudian aku pun masuk ke dalam rumah, dan kembali ke meja makan.


"Tante Ifa mana bu?. " tanyaku.


"Tuh udah mandi sayang." jawab ibu.


Kemudian aku pun kembali melanjutkan makanku yang sempat tertunda.Hingga beberapa saat akhirnya aku pun sudah selesai makan.Aku pun lansung menaruh  piringku di tempat pencucian piring.


Tak lama setelah itu, tante Ifa pun keluar dari kamar, yang sudah berdandan rapi. Dengan memakai kaos putih lengan panjang, rok hitam, serta memakai kerudung yang berwarna hitam dan tak lupa juga tas hitam yang ada di bahunya.


"Arsyan tante sudah cantik gak?. " tanyanya.


"Udah dong tante, cantik banget tau gak." jawabku dengan tersenyum.


Kemudian ibu dan tante Santi menghampiri kami berdua yang ada di depan pintu kamar tante Ifa.


"Ciee, cantik banget dandannya." ucap  tante Santi dengan tersenyum ke arah tante Ifa.


"Cantik banget, adik ipar mbak." ucap ibu dengan tersenyum ke arah tante Ifa.


"Kalian muji muji mulu deh. " ucap tante Ifa dengan tersenyum malu.


"Yaudah kamu samperin gih Bejo, udah nunggu dari tadi loh,kasihan." ucap ibu.


"Iya mbak aku pergi dulu ya." ucap tante Ifa.


"Semoga cocok kalian. " ucap tante Santi.


Kemudian tante Ifa pun berjalan menuju ke teras rumah hendak menemui mas Bejo.Sedangkan aku mengikuti tante Ifa dari belakangnya.


"Bejo, maaf ya jadi nungguin lama." ucap tante Ifa dengan tersenyum ke arah mas Bejo.


Seketika mas Bejo pun kagum dengan kecantikan tante Ifa, hingga mas Bejo memandangnya dengan pandangan yang tidak biasa.


"Gak apa apa Ifa." ucap mas Bejo.


"Kamu habis potong rambut, makin ganteng deh." ucap tante ifa dengan tersenyum ke arah mas Bejo.


"Bisa aja sih kamu." ucap mas Bejo dengan tersenyum.


"Cantik banget sih Ifa kamu." ucap mas Bejo.


"Bisa aja deh kamu Jo." ucap tante Ifa dengan tersenyum ke arah mas Bejo.


"Cie mas Bejo bisa gombalin juga." ucapku dengan tersenyum.


"Apa sih cil kamu itu ikutan aja." ucap mas Bejo dengan tersenyum.


"Sombong banget sekarang. " ucapku dengan tersenyum.


Kemudian tante Ifa menggandeng tangan mas Bejo.


"Gandengan gini Fa?. " tanyanya.


"Gak boleh ya. " jawab tante Ifa dengan tersenyum ke arah mas Bejo.


"Ya boleh dong, masa sih gak boleh." ucap mas Bejo dengan tersenyum.


Kemudian mereka berdua bergandengan tangan menuju ke motor mas Bejo, yang sudah ada di halaman rumahku. Bersamaan dengan itu Safira pun datang, lalu Safira mengarahkan motornya ke halaman rumahku. Seketika tante Ifa menoleh ke arah Safira yang baru datang.


"Temennya Arsyan ya?. " tanya tante Ifa.


"Iya tante. " jawab Safira.


Kemudian mereka berdua berjabat tangan.


"Kenalin nama tante Ifa, tantenya Arsyan. " ucap tante Ifa memperkenalkan diri.


"Kenalin juga tante, nama saya Safira." ucap Safira memperkenalkan diri.


Kemudian mas Bejo dan tante Ifa naik ke motor.


"Tante pergi dulu ya Safira." pamitnya.


"Mau kemana tante, sama mas Bejo?. " tanya Safira.


"Keliling desa sama jalan jalan aja. " jawab tante Ifa.


"Oh, yaudah tante hati hati." ucap Safira.


"Iya, Arsyan tante pergi dulu ya." ucap tante Ifa.

__ADS_1


"Iya tante. " ucapku dari teras rumah.


Mereka berdua langsung berangkat mengelilingi desa dan jalan jalan, sementara Safira menghampiriku di teras rumah.


"Ayo ke belakang rumah kamu Syan!." ajak Safira.


"Tunggu sebentar ya." ucapku.


Kemudian aku kedalam sebentar untuk mengambil boneka pangeranku. Setelah mengambil boneka pangeran itu aku langsung kembali ke teras rumah.


"Yuk Safira!. " ajakku.


"Kamu bawa boneka Syan?." tanyanya.


"Iya Safira." Jawabku.


Kemudian aku berdua pun menuju ke belakang rumah berdua, dengan bergandengan tangan.Hingga akhirnya kami sampai di tempat biasa aku bermain bersama Sisi dulu.


"Ini tempatku dulu bermain dengan Sisi." ucapku.


"Wah indah banget Syan." ucapnya dengan tersenyum.


Kemudian aku berdua duduk di kursi kayu yang ada di bawah pohon, tempat biasa aku duduki dengan Sisi dulu.


"Lo temen cewek kedua gua yang pernah gua ajak kesini loh Safira." ucapku dengan tersenyum.


"Masa sih Syan. " ucapnya.


"Iya Safira." ucapku.


"Berarti gua orang spesial dong bagimu?. " tanyanya.


"Iya Safira, lo orang spesial bagi gua." jawabku dengan tersenyum.


Kemudian Safira menyadarkan kepalanya di bahuku.


"Lo juga orang spesial bagi gua Syan." ucapnya.


Lalu Safira memegang tanganku.


"Pasti Sisi bisa sangat beruntung bisa milikin cowok yang setia, baik, ganteng seperti lo Syan." ucapnya.


Aku hanya tersenyum mendengar omongan Safira, lalu aku menunjukkan boneka pangeran yang di berikan Sisi pada waktu itu, kepada Safira dan aku lihatkan tulisan di belakang baju boneka itu, yang terdapat namaku dan Sisi.


"Kira kira dia suka sama aku gak Safira." ucapku.


"Dia suka sama lo Syan percaya deh pada gua,dia aja sampai menulis namamu di bonekanya. " ucap Safira.


Kemudian Safira menegakkan kepalanya, lalu berdiri dan menuju ke pohon itu, lalu Safira melihat ukiran namaku dan nama Sisi di pohon itu.Setelah itu Safira kembali duduk di sampingku.


"Gua yakin Syan, dia suka kok sama lo." ucapnya dengan tersenyum ke arahku.


"Semoga aja Safira." ucapku dengan tersenyum.


Kemudian aku mendengar suara langkah kaki dari belakang, kami berdua yang penasaran pun menoleh ke belakang ternyata itu adalah Ravi yang sudah datang.


"Ravi udah datang." ucapku.


Kemudian Ravi duduk di samping Safira.


"Gua di tengah cowok cowok nih,mana satunya santri lagi." ucap Safira dengan tersenyum.


"Lo jangan gitu Safira." ucap Ravi dengan tersenyum.


"Kapan ya kita bisa berkumpul sama teman teman SD lagi. " ucapku.


"Iya kangen banget rasanya." ucapku Safira dengan tersenyum.


"Mudah mudahan setelah lulus ini semua bisa berkumpul ya." ucap Ravi.


"Amin." ucap Safira.


Kemudian Safira menaruh satu tangannya di bahuku, dan satu tanganya di bahu Ravi.


"Gak nyangka yah kita udah sebesar ini." ucap Safira.


"Iya Safira, setelah lulus sma nanti kita akan menempuh jalan masing masing. " ucap Ravi.


"Do'ain gua biar bisa jadi perawat  nanti ya teman teman." ucap Safira.


"Pokoknya kita harus saling mendoakan." ucap Ravi dengan tersenyum.


"Semoga kita semua bisa sukses nantinya." ucapku.


"Amin." ucap kami bertiga serentak.


..................BERSAMBUNG.................

__ADS_1


__ADS_2