
lanjut part nya ya guys...
Mudah-mudahan kalian suka yaaa...
***
Minggu ini berlalu dengan sangat baik. Tugas Makalah diskusiku dengan Dani juga telah selesai. tiga hari aku dengan nya menyelesaikan dengan tepat waktu, dan tiga hari pula aku melakukan banyak hal dengannya. Makan bersama, masak bersama, cerita bersama, tertawa bersama. Hal-hal yang belum pernah kulakukan berdua dengan siapapun laki-laki di dunia ini.
Tiga hari ini pula, aku melihat sisi lain Dani yang tidak pernah kulihat. Sikap cuek dan tak perduli di awal pertemuan kami tidak pernah kurasakan. Dani yang selalu tersenyum saat kuberbicara entah karena lucu atau sekedar basa-basi, Dani yang mudah berbicara untuk bercerita saat ku bertanya padanya.
Oh ya, selama tiga hari ini dia sesekali menggenggam tanganku saat aku turun dari mobil menuju rumah kecilnya, mungkin karena jalannya yang becek dan kotor dia takut aku terpeleset.
*
Jam pelajaran Bu Melani akan segera berakhir, tugas sudah kami kumpulkan dan terlihat senyum senang Bu Melani yang melihat tumpukan makalah kami semua.
Bel berbunyi tanda jam sekolah berakhir. seluruh murid kelas mulai berhamburan untuk berebut keluar pintu kelas.
Saat Dani akan beranjak pergi, kucegah dengan menarik lengannya.
"jangan pulang..."jawabku saat wajahnya berpaling melihatku.
"ikut kita makan siang bareng dulu ya, ga jauh dari sini, mall Deket sekolah aja, selesai itu aku anter pulangnya"ucapku mengajaknya.
Dia menggeleng. "Ada urusan, maaf ga bisa ikut"ucapnya sembari menarik tanganku agar melepaskan genggamanku.
Selesai itu dia berjalan keluar kelas sembari menyandingkan tasnya di bahunya.
Aku hanya bisa melihat kecewa atas penolakannya.
"gimana?? masih ga mau ikut??"tanya Arga yang menepuk pundakku ketika sudah berada tepat di sampingku.
Aku mengangguk. "Susah banget diajak, udah memelas padahal gue mintanya tadi" jawabku sembari berdiri.
**
Sepulang sekolah, kami berlima sudah berada di Mall yang tidak jauh dengan sekolah untuk makan siang. Karena tugas sekolah dan waktu ujian yang semakin dekat membuat kami jadi sulit berkumpul.
__ADS_1
"Serius Lo Si??? Doi masakannya enak??? Lo dimasakin juga???"teriak Diva yang diikuti ketiga temanku yang lain karena kaget akan ceritaku bersama Dani beberapa hari yang lalu.
"He... em..."balasku sambil mengangguk diikuti suapan burger yang melesap masuk ke mulutku.
"Wahhhh... ngerjain berdua doang, di rumah seorang cowok yang tinggal sendirian!!!" ucap Bobby memancing keanehan suasana yang penuh penasaran.
"Apaan sih Bob...!!"jawabku kesal sembari melempar gumpalan tissue bekas ke arahnya saat dia baru saja mengucapkan hal yang aneh tersebut.
"Yaaaahhhh aneh ajaaa, kita tau kali Lo gimana orangnya... Denger cerita yang hampir ga masuk akal kayak gitu. Lo tiba-tiba mau diajak ke rumah orang yang baru dikenal, Diajak makan, makan seadanya lagiii???" lanjut Bobby diikuti anggukan yang lain.
"Iya Si, gue jadi inget, waktu dulu-dulu kalo kita lagi ngumpul dirumah gue atau yang lainnya. Lo mana pernah mau kalo cuma dibikinin mie sama kita-kita. Air putih aja lo tolak mentah-mentah" lanjut Manda seraya mencibirku yang seketika membuatku langsung berhenti makan.
"Ya beda dong, kan Lo tau semua Dani orangnya susah ditebak... Jadi gue ga bisa ngelakuin hal-hal yang biasa gue lakuin ke Lo semua trus ke Dani juga, istilahnya bed perlakuan" jawabku menjelaskan.
"Apa beda nya??? Kan kita temen Lo, Dani juga temen... ada yang harus dibedain perlakuan nya???"Sergah Bobby heran.
"He..ehh... beda perlakuan apa beda perasaan????" Ucap Arga tetiba yang kudengar setelah dari awal perdebatan ini hanya diam menyimak.
"Ya tuhaaannn... Kok gue kayak disidang gini ma kalian" Ucapku frustasi sambil membanting punggungku ke sofa belakang badanku.
"Gue itu cuma menghargai dia yang udah mau bekerja sama ngerjain tugas bareng gue... Masak makanan buat gue, kan Lo semua tau Dani tuh pendiemnya minta ampun" jawabku kembali menjelaskan kesalahpahaman ini.
"Dan masalahnya adalah, Sisi yang gue kenal itu ga begitu!!! Mana pernah Sisi menghargai perasaan orang yang bukan siapa-siapa nya dia???"sergah Arga kembali mematahkan penjelasanku.
"Nah iya, Sisi juga bukan orang yang bisa ngalah, Gue yakin ini anak beda perasaan sama Dani. Gue juga udah liat kok beberapa waktu ini" lanjut Manda membenarkan argumen Arga yang tak lain pacarnya sendiri.
Nah loh... kok jadi begini???
Pikirku yang membuatku melongo dengan segala dalil mereka.
"Engga... engga... Lo semua berlebihan!! gue ga ada perasaan apa-apa sama Dani, Lo semua tau gue kan gue gimana???" tolakku lagi sembari menyimpangkan kedua tanganku tanda tak setuju.
"Ya karena kita tau Lo gimana, makanya kita tau juga perasaan yang Lo rasain sekarang. Coba dipahami deh sebenernya apa yang Lo rasain saat ini sama Dani"ucap Bobby sembari mendelik ke arahku.
"kalian semua kira gue ga bisa apa memahami perasaan gue sendiri???"ucapku lagi.
Dan serentak mereka menggeleng.
__ADS_1
"Lo paham gimana??? pacaran aja ga pernah" ucap pendek Diva yang tetiba membuatku seperti didorong jatuh ke jurang.
"Astagaaaa Diva...!!! ucapan Lo sangat menghujam jantung gue sekarang" ucapku putus asa.
Ehhh tapi... rasa panas seketika kurasa disekujur tubuhku seakan sekarangpun aku merasa bingung dengan apa yang kurasakan sekarang.
Memang jujur yang terjadi denganku beberapa waktu ini sangat berbeda dengan apa yang biasa aku lalui. Dari seorang Sisi yang ga pernah peduli sekitar, egois dan memikirkan diri sendiri. Bila ada yang menyakitiku akupun tidak segan-segan untuk membalas.
Tapi apa yang terjadi sekarang, Dani membuatku menjadi orang yang tiba-tiba menjaga perasaan orang lain dibandingkan dengan diriku sendiri.
"Lo yakin perasaan Lo sekarang baik-baik aja???"tanya Arga sedikit mendekatkan tubuhnya menghadapku.
Aku sedikit bingung dengan pertanyaannya sehingga ekspresi yang kutunjukkan hanya kebingungan melihat Arga.
"Kalo sekarang tiba-tiba Dani datang buat ikutan kita makan bareng, gimana rasanya???" delik Arga dengan hati-hati.
Dan apa ini??? Tetiba perasaan aneh muncul saat Arga bertanya seperti ini hingga aku menjawab.
"Gue seneng Ga...."
"Itu tandanya Lo jatuh cinta sama Dani!!!" ucap mereka berempat dengan serentak.
Aku hanya bisa melongo dengan ucapan keras mereka.
*bersambung
Nahhh tuhhh, akhirnya ada titik terang dengan perasaan Sisi yang sebenarnya.
Kita tunggu apa yang akan dilakukan Sisi terhadap Dani.
Dan apakah Dani juga punya perasaan yang sama dengan Sisi???
Kalian penasaran???
kalo aku engga... ðŸ¤ðŸ¤
Kan aku author nya... jadi tau cerita selanjutnya 😂😂
__ADS_1